Tuesday, June 22, 2021
Home Teknologi Prototipe Jet Tempur Pertama Kolaborasi Korsel-RI Berjuluk KF-21 Boramae

Prototipe Jet Tempur Pertama Kolaborasi Korsel-RI Berjuluk KF-21 Boramae

Media Indo Pos,Seoul – Korea Selatan baru saja meresmikan sebuah prototipe jet tempur pertama dari Proyek KF-X pada Jumat (9/4). Lalu seperti apa teknologi KF-21 Boramae ini?

Seperti dilansir Yonhap dan The Korea Herald, Minggu (11/4/2021) diketahui jet tempur tersebut memiliki warna abu-abu, dan dinamai KF-21 Boramae. Jet tersebut dipamerkan pada upacara peluncuran yang diadakan di markas Korea Aerospace Industries di kota Sacheon, usai lebih dari 5 tahun Korea Selatan memulai program senilai 8,8 triliun won itu (Rp 114,5 triliun).

Diketahui peluncuran program tersebut dilakukan untuk menggantikan armada jet F-4 dan F-5 Angkatan Udara yang sudah lama pada akhir 2015 lalu.

Disebutkan Presiden Moon Jae-in, KF-21 Boramae akan menjadi ‘tulang punggung’ Angkatan Udara Korea Selatan. Moon juga menyampaikan peluncuran itu sebagai “pembukaan era baru” dalam pertahanan nasional independen dan sebuah landmark dalam sejarah industri kedirgantaraan.

Dengan kapasitas muatan maksimum 7.700 kilogram, KF-21 Boramae akan memiliki 10 pod untuk rudal udara-ke-udara dan senjata lainnya, yang mampu terbang pada kecepatan 2.200 kilometer per jam dengan jangkauan terbang hingga 2.900 km.

Dijadwalkan tes penerbangan pertama akan dilakukan pada 2022, dimana proses pengembangan akan selesai pada 2026.

Saat pengembangan selesai, Korea Selatan akan menjadi negara ke-13 yang telah mengembangkan pesawat tempurnya sendiri.

Militer Korea Selatan juga berencana untuk mengoperasikan 40 unit jet KF-21 pada tahun 2028 dan 80 unit lainnya pada tahun 2032.

Meski dijuluki sebagai pesawat tempur generasi 4.5, pesawat KF-21 bukan merupakan pesawat siluman. Namun para pejabat terkait mengatakan mereka akan melanjutkan penelitian untuk kemungkinan konversi dengan fitur tambahan di masa depan.

Peresmian yang dilakukan pada hari Jumat (9/4) lalu itu dihadiri oleh Moon dan sejumlah pejabat pemerintah dan militer lainnya, serta perwakilan dari Indonesia, yang dipimpin oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto. Kehadiran Prabowo mewakili Presiden Joko Widodo (Jokowi) sekaligus melanjutkan kerja sama pertahanan kedua negara.

Selama pertemuan dengan Moon serta Menteri Pertahanan Korea Selatan Suh Wook, Prabowo setuju bahwa proyek jet tempur melambangkan kepercayaan antara kedua negara.

Sejak 2010 Indonesia dan Republik Korea telah menandatangani MoU tentang kerjasama pengembangan pesawat tempur KFX dan IFX untuk memenuhi kebutuhan alutsista berupa pesawat tempur kedua negara dalam waktu 30 hingga 40 tahun ke depan. Dalam perjanjian itu, Indonesia setuju menanggung 20 persen dari total biaya proyek senilai 8,8 triliun won (Rp 113 triliun) namun dilaporkan menunda ratusan juta dolar untuk iuran proyek ini.

Sebelumnya, pemerintah Indonesia sempat bernegosiasi ulang terkait proyek pengembangan jet tempur dengan Korea Selatan pada 2017. Pemerintah Korsel belum menyepakati permintaan terkait penurunan cost share Indonesia dari 20 persen menjadi 15 persen, namun hanya memperoleh pengurangan menjadi 18,8 persen.

Sementara itu, belum disebutkan hasil renegosiasi antar kedua belah pihak usai pertemuan di Korea Selatan beberapa hari lalu.(Red)


close






Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments