Wednesday, July 28, 2021
Home Health Beda dari Biasanya, Ini Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19

Beda dari Biasanya, Ini Gejala Sakit Kepala Akibat Covid-19

Media Indo Pos,Surabaya – Virus Covid-19 bisa menyerang siapa saja tak peduli usia, jenis kelamin hingga jabatan. Gejala yang ditimbulkan Covid-19 juga berbeda-beda. Salah satunya adalah sakit kepala.

Namun, tak dipungkiri sakit kepala bisa disebabkan oleh banyak faktor, mulai dari kelelahan hingga penyakit-penyakit tertentu. Hal ini membuat banyak orang sulit membedakan sakit kepala yang disebabkan Covid-19 dengan sakit kepala pada umumnya.

Berdasarkan hasil studi yang diterbitkan dalam The Journal of Headache and Pain, para peneliti Universitas Istanbul di Turki menemukan ada lima tanda utama bila sakit kepala disebabkan oleh Covid-19.

Melansir dariBestlifeonline, ini beberapa gejala sakit kepala akibat Covid-19.

Sakit Kepala Berdenyut
Menurut para peneliti, sakit kepala akibat Covid-19 akan menunjukkan karakteristik yang berbeda seperti kualitas denyut, tekanan, dan bahkan tusukan. Jika kita mencurigai sakit kepala sebagai gejala Covid-19, maka periksa kembali apakah kita mengalami sensasi sakit kepala yang berdenyut-denyut atau tidak.

Para ahli juga mengatakan bahwa orang-orang yang menderita sakit kepala akibat Covid-19 mungkin memiliki sakit kepala yang parah. Mereka juga sulit untuk berkonsentrasi pada pekerjaan karena sakit kepala yang membuatnya benar-benar pusing.

2. Sakit Kepala Berlangsung Lebih dari 72 Jam

Studi yang sama menemukan bahwa sakit kepala yang mungkin disebabkan oleh Covid-19 berlangsung setidaknya selama lebih dari 72 jam. Pasalnya, sebanyak lebih dari 10 persen responden dengan jumlah pasien sebanyak 262 yang dinyatakan positif Covid-19 melaporkan durasi minimum tersebut.

Ahli kesehatan pun menyarankan apabila ada gejala, seperti myalgia (nyeri otot) atau sakit kepala yang berlangsung lebih dari 48-72 jam sebaiknya segera periksa ke dokter.

Tak hanya itu, sejumlah pasien yang mengidap Covid-19 juga bisa mengalami sakit kepala tegang yang lebih pendek selama sakit, tetapi ini biasanya terkait dengan ketegangan fisik akibat batuk parah.

3. Mengalami Masalah Pencernaan

Sakit kepala karena Covid-19 juga lebih erat kaitannya dengan anosmia/ageusia (hilangnya indra penciuman dan perasa) dan keluhan pencernaan. Masalah pencernaan terjadi dengan adanya kram di perut, mual, kelelahan dan kehilangan nafsu makan.

Jika Anda menyadari bahwa sakit kepala Anda disertai dengan gejala-gejala itu, sudah waktunya untuk melakukan tes Covid-19.

4. Obat Penghilang Rasa Tidak Manjur
Sakit kepala karena Covid-19 juga diketahui tidak dapat diringankan dengan beberapa jenis obat penghilang rasa sakit kepala. Namun, para peneliti menemukan bahwa obat OTC dan obat analgesik dapat sedikit membantu orang-orang yang mengalami sakit kepala berlebihan. Akan tetapi, apabila sakit kepala Anda berlanjut meski telah mengonsumsi obat, hal ini bisa menjadi tanda peringatan infeksi Covid-19.

5. Sering Terjadi pada Pria

Terakhir, menurut penelitian, pria memiliki risiko dua kali lebih tinggi mengalami sakit kepala karena Covid-19 daripada wanita.

“Pada kelompok positif Covid-19, tingkat laki-laki [melaporkan sakit kepala] adalah 48,1 persen (126 dari 262 pasien), sedangkan pada kelompok negatif Covid-19 tingkat ini adalah 31 persen (991 dari 3196 peserta), menunjukkan perbedaan gender yang signifikan,” tulis para peneliti.(Red)


close






Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments