Tuesday, June 22, 2021
Home Layanan Travel Kemenparekraf Gelar Sound of Borobudur untuk Dorong Pariwisata

Kemenparekraf Gelar Sound of Borobudur untuk Dorong Pariwisata

Media Indo Pos,Borobudur – Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) akan menggelar kegiatan konferensi Internasional di Lima Destinasi Super Prioritas.

Tema acara adalah “Sound of Borobudur-Music Over Nations: Menggali Jejak Persaudaraan Lintas Bangsa Melalui Musik,” yang akan dihelat Juni-November 2021.

Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Rizki Handayani mengatakan, konferensi ini bertujuan untuk memperkenalkan Candi Borobudur lebih dalam lagi kepada dunia melalui representasi alat musikpada relief candinya.

Kegiatan ini juga sekaligus mendorong pariwisata berbasis budaya sebagai upaya pelestarian warisan budaya yang berkelanjutan.

Salah satu relief di Candi Borobudur

“Musik adalah bahasa universal yang menggali nilai-nilai universal yang terdapat pada relif candi borobudur, serta menggaungkan nilai-nilai tersebut ke seluruh dunia,” ujar Rizki dalam konferensi pers virtual launching “Sound of Borobudur”, Senin (7/6/2021).

Dengan musik pula pihaknya akan mendorong pariwisata berbasis budaya sebagai upaya pelestarian warisan-warisan buday berkelanjutan,”  Kegiatan ini akan diisi musisi dalam negeri dan 10 negara di Asia untuk berkolaborasi membunyikan alat-alat musik yang ada pada relif candi Borobudur, pameran, hingga mini exhibition di kawasan candi.

Purwa Caraka dari Yayasan Padma Sada Svargantara yang juga turut hadir dalam konferensi pers virtual itu menyampaikan bahwa Sound of Borobudur tidak hanya menyajikan pagelaran musik.

Ada pameran UMKM

Akan ada pula pameran UMKM di Borobudur yang akan memamerkan keunikan dan ke khas-an serta keunggulan produk lokal.

“Pagelaran musik pasti ada dihadirkan, tapi apa yg bisa kita tarik dari itu banyak. Semua aspek harus didorong. Oleh sebab itu di dalam konferens itu, nanti kita juga akan menghadirkan UMKM. Jadi bisa menyejahterahkan masyarakat sekitar Borobudur dan mereka juga harus diangkat,” kata Purwa Caraka.

Ilustrasi Candi Borobudur di Magelang, Jawa Tengah

Ia menjelaskan bahwa Candi Borobudur mempunyai 226 relief alat musik jenis aerophone (tiup), cordophone (petik), idiophone (pukul), membraphone (membran), dan 45 relief ensambel. Menurutnya bila alat musik itu dimainkan bersama, secara otomatis menumbuhkan rasa toleransi antarsuku, bahkan antaragama karena bagaimanapun Borobudur adalah mahakarya peradaban nusantara.

“Sekarang waktunya semua sadar, aset-aset ini dapat dipertahankan dan dikembangkan melalui kajian sejarah, antropologi, seni tradisi, sosial budaya hingga tentunya dari aspek pariwisata harus bisa bersinergi,” tutur dia.

Selain itu, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Events) Kemenparekraf, Masruroh mengatakan, kegiatan yang akan dimulai pada tanggal 24-25 Juni 2021 ini merupakan kolaborasi antara Kemenparekraf dengan Yayasan Padma Sada Svargantara, serta media Harian Kompas.

Ia mengatakan bahwa, kegiatan Sound of Borobudur ini membantu pihaknya kembali mengatur strategis untuk mendatangkan kunjungan wisata baik itu dari wisatawan domestik atau wisatawan internasional dengan cara yang benar.

“Kementerian itu tidak bisa bekerja sendiri dalam mengembangkan pariwisata. Apa yang ditemukan dari teman-teman Sound of Borobudur yang didukung oleh akademisi, pemerintah daerah itu membantu kami untuk positioning kembali bagaimana menjual Borobudur ke wisman dan wisnus, menjual berarti mendatangkan kunjungan,” ucap Masruroh.

Tidak hanya sampai di situ, ia juga mengatakan bahwa dari sisi MICE kegiatan Sound of Borobudur ini diharapkan dapat mengembangkan lima destinasi super prioritas yang diantaranya adalah Borobudur. (Red)


close






Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments