Sunday, September 19, 2021
Home Health Covid-19 Bisa Menular Saat Papasan, Ahli Saran Masker Dobel

Covid-19 Bisa Menular Saat Papasan, Ahli Saran Masker Dobel

Media Indo Pos,Jakarta — Ahli menjelaskan sejumlah alasan mengapa masker dobel bisa mencegah penularan Covid-19 yang kini bisa menular saat sedang berpapasan.

Pakar biostatistika-epidemiologik Universitas Airlangga (UNAIR) Windhu Purnomo mengatakan masker dobel diperlukan untuk mencegah penularan varian Delta yang 98 persen lebih menular dari varian asli.

Lantaran varian Delta lebih menular, hal ini berimbas pada tingginya angka positif Covid-19 di Indonesia.

Bahkan, orang yang berpapasan pun menurutnya bisa tertular akibat tingginya kemampuan menular varian Delta.

“Dengan berpapasan itu harusnya kita ini jangan berpapasan dengan jarak dekat, kemudian masker itu kalau tidak double itu bisa bocor dan kita kena,” tuturnya, Selasa (6/7).

“Kalau berpapasan saling apalagi saling berbicara [berisiko penularan], pokonya kalau dekat dengan orang yang kita tidak tahu statusnya, kita ndak usah berbicara gausah banyak omong, makanya sekarang itu stay at home, gak usah keluyur keluyuran, sampai ketemu orang ketemu temen apalagi makan, pasti buka masker itu sangat berisiko,” lanjutnya.

Selain itu, ia juga menyarankan jaga jarak harus diperbaharui, bukan lagi 1 sampai 1,5 meter, melainkan harus diubah menjadi 1,8 meter dan tidak boleh ditawar lagi.

Sebelumnya, Juru Bicara Vaksinasi dari Kemenkes Siti Nadia Tarmizi juga merekomendasikan penggunaan masker dobel yang tepat adalah satu masker medis dikombinasikan dengan masker kain.

Alasan varian Delta lebih menular

Lebih lanjut, Windhu menjelaskan penghitungan akumulatif dari mutasi virus hingga ke varian Delta.

Menurutnya, Windhu Purnomo menjelaskan angka 98 itu merupakan penghitungan dari seberapa besar virus corona orisinal bermutasi menjadi Alpha hingga menjadi varian Delta.

“Jadi dalam perhitungan berarti varian delta itu 98 persen lebih menular dari pada varian original. Cara bacanya gini, jadi kan varian alpha lebih menular 70 persen, Delta 40 persen, jadi metodenya [penghitungannya] dikalikan, bukan ditambah,” ujar Windhu.

Selain itu, menurut Windhu virus ini juga memiliki kemampuan menghindari antibodi yang telah terbentuk oleh tubuh (antibody escape).

Lebih lanjut ia juga menyoroti kebijakan pemerintah yang masih memperbolehkan transportasi umum untuk tetap beroperasi, dengan maksimum penumpang 70 persen.

Dengan begitu, ia menilai penerapan PPKM darurat masih belum efektif, karena kebijakan yang dibuat masih belum sesuai dengan karakteristik dari virus yang kini sudah banyak bermutasi. (Red)


close






Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments