Sunday, September 19, 2021
Home Bisnis Finance 1 Set Oksigen Dijual R 6,8 Juta, DPRD Pekalongan: Usut Mafianya!

1 Set Oksigen Dijual R 6,8 Juta, DPRD Pekalongan: Usut Mafianya!

Media Indo Pos,Pekalongan – Cerita warga Pekalongan yang membeli satu set tabung oksigen satu kubik senilai Rp 6,8 juta jadi sorotan di masa pandemi COVID-19 ini. Wakil Ketua Komisi II DPRD Kabupaten Pekalongan, Candra Saputra mendesak kasus ini diusut polisi.

“Kenyataanya di lapangan harga tinggi. Coba dicek tempat lain (toko/apotek penyedia), kalau harga sama tinggi, berarti ada yang harus dicari masalahnya, sumbernya kenapa harga begitu tinggi. Usut mafianya,” kata Candra, Selasa (27/7/2021).

“Jangan kita korbankan masyarakat yang kian terhimpit dalam kondisi seperti ini. Keadilan perlu kita perjuangkan bersama-sama,” sambung Candra.

Komisi II DPRD Pekalongan yang membidangi perekonomian ini pun berharap jangan sampai situasi pandemi Corona dimanfaatkan oknum untuk mencari keuntungan. Selain itu, dia juga meminta pemerintah untuk mereview ulang terkait regulasi penjualan oksigen di lapangan.

“Harapan saya, penegak hukum melihat kasus ini secara utuh, kenapa di pasaran harga bisa tidak terkendali, regulasinya dari atas sampai ke bawah seperti apa,” terangnya.

“Pastinya akan ditemukan di satu mata rantai yang salah, yang membuat harga tinggi sampai ke tangan konsumen,” imbuhnya.

Tak lupa, Candra pun meminta warga yang mengungkapkan kasus mahalnya harga tabung oksigen ini mendapat perlindungan hukum.

“Ya kita apresiasi pada warga yang bersangkutan. Harus kita lindungi,” katanya.

Sebelumnya diberitakan, seorang konsumen di salah satu apotek di Kecamatan Kajen, membeli satu set tabung oksigen dengan harga total Rp 6,8 juta. Dari pihak pemilik apotek sendiri mengakui dirinya menjual harga tertinggi tersebut pada Tanggal 19 Juli 2021 lalu.

Pemilik apotek berdalih menjual harga tinggi karena mendapatkan tabung oksigen sudah dalam harga yang tinggi.

“Terakhir jual (harga tinggi) Rp 6,8 juta full set itu. Nah kayak gitu, kalau kita dapat harganya tinggi, otomatis kita jual juga tinggi, menyesuaikan gitu. Sedangkan kalau dapatnya harga murah, nggak mungkin kita jual harga segitu. Kita juga tak mau monopoli harga oksigen, sudah dari sananya, kalau kita jual dengan harga yang tinggi, bukan berarti kita mainkan harga. Kita memang dapat ya harganya sudah tinggi,” kata pemilik apotek Yopi, kemarin. (Red)


close






Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments