Tuesday, December 7, 2021
Home Health Pencegahan Global Warming, Lakukan Upaya Penanggulangan Sejak Dini

Pencegahan Global Warming, Lakukan Upaya Penanggulangan Sejak Dini

Media Indo Pos,Jakarta – Keseimbangan ekosistem saat ini telah melewati ambang batas. Bumi telah dieksploitasi besar-besaran oleh umat manusia. Terlihat jelas dari dampak yang ditimbulkan berupa pemanasan global atau global warming. Sesuai namanya, efek buruk global warming terjadi secara menyeluruh melingkupi bumi dan seisinya termasuk manusia.

Efek global warming tidak serta merta langsung terasa. Melainkan dampaknya terjadi secara bertahap dalam jangka waktu tertentu. Sebagaimana Universitas MIT menyebutkan, pemanasan global adalah perubahan substansial dalam iklim bumi yang berlangsung dalam jangka waktu tertentu. Global warming mengacu pada perubahan iklim yang menyebabkan peningkatan suhu rata-rata atmosfer yang lebih rendah.

Pencegahan global warming dapat dilakukan mulai dari diri sendiri. Jika setiap individu menerapkan upaya penanggulangan sejak dini, maka global warming bisa secara bertahap teratasi. Namun skala pencegahan global warming harus secara meluas dan terstruktur. Terlepas dari hal tersebut, pencegahan global warming menjadi solusi keterpurukan meningkatnya suhu bumi.

Cara pencegahan global warming ialah mengurangi emisi karbon, menghemat energi, menanam pohon, mengelola sampah, mengurangi konsumsi daging, hingga mengedukasi orang lain akan pencegahan global warming yang amat penting.

Untuk lebih jelasnya berikut pencegahan global warming serta penanganan dan dampak buruknya yang harus diketahui melansir dari jurnal Penanggulangan Pemanasan Global oleh Riza Pratama, dan Luthfi Parinduri yang dipublikasikan Universitas Islam Sumatera Utara, dan BBC.

Pencegahan Global Warming, Segera Lakukan Penanggulangan
Mengurangi Produksi Gas Rumah Kaca
Pencegahan global warming yang pertama ialah mengurangi emisi karbondioksida. Gas knalpot, hingga industri menjadi penyumbang udara kotor dan memperparah global warming. Mencegah karbondioksida dilepas ke atmosfer dengan menyimpan gas tersebut atau komponen karbonnya di tempat lain. Cara ini disebut carbon sequestration atau menghilangkan karbon.

Cara yang paling mudah untuk menghilangkan karbondioksida di udara adalah dengan reboisasi yang dapat mengantisipasi global warming. Pohon, terutama yang muda dan cepat pertumbuhannya, menyerap karbon dioksida yang sangat banyak, memecahnya melalui fotosintesis, dan menyimpan karbon dalam kayunya. Di seluruh dunia, tingkat perambahan hutan telah mencapai level yang mengkhawatirkan.

Pengelolaan Limbah Industri
Pencegahan global warming juga berlaku untuk skala industri, perlu dibuat sistem pembuangan dan daur ulang gas buangan yang baik. Saluran buangan perlu diperhatikan, ke arah mana akan dibuang dan harus memperhatikan lingkungan sekitar. Reboisasi lahan yang gundul merupakan salah satu langkah untuk menahan laju karbondioksida yang berlebih di udara. Termasuk penanaman pohon-pohon di sepanjang jalan raya yang dapat menetralisir pencemaran udara di sepanjang jalan raya.

Menanam Pohon
Galakkan penanaman pohon sesering mungkin. Lokasi menanam pohon bisa dilakukan di halaman rumah atau menaruh tanaman-tanaman kecil di teras. Selama fotosintesis, pohon dan tanaman lain menyerap karbondioksida dan mengeluarkan oksigen. Hutan merupakan cara ampuh untuk menurunkan temperatur bumi sebagai pencegahan global warming.

Tanaman merupakan bagian integral dari siklus pertukaran atmosfer alami. Beberapa tanaman juga bisa melawan peningkatan karbondioksida yang disebabkan oleh lalu lintas mobil, manufaktur, dan aktivitas manusia lainnya

Manajemen Sampah
Pencegahan global warming selanjutnya ialah wajib melakukan pengelolaan sampah. Pengelolaan sampah adalah pengumpulan, pengangkutan, pemrosesan, pendaur-ulangan, atau pembuangan dari material sampah.

Kalimat ini biasanya mengacu pada material sampah yg dihasilkan dari kegiatan manusia, dan biasanya dikelola untuk mengurangi dampaknya terhadap kesehatan, lingkungan atau keindahan. Pengelolaan sampah juga dilakukan untuk memulihkan sumber daya alam

Menggunakan Angkutan Umum
Jalan kaki atau bersepeda atau menggunakan angkutan umum dibandingkan mengendarai mobil akan mengurangi emisi karbon, selain juga membuat Anda sehat. Dr. Debra Roberts, salah satu ketua IPCC mengatakan, penggunaan angkutan umum menjadi pencegahan global warming.

Jika memang benar-benar harus memakai mobil, maka gunakan kendaraan listrik. Juga jika mungkin, gunakan kereta daripada pesawat ketika Anda bepergian.

Sedikit Konsumsi Daging
Kurangi Konsumsi Daging, Perbanyak Sayur
Produksi daging merah menghabiskan lebih banyak emisi gas rumah kaca daripada produksi daging ayam, buah-buahan, sayur-sayuran dan sereal. Daging merah berasal dari hewan sapi, kambing, hingga babi yang menyumbang karbon dan metana dalam peternakannya.

Kurangi makan daging dan lebih banyak konsumsi sayur-sayuran dan buah-buahan. Ini menjadi pencegahan global warming skala kecil yang dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika ini sulit, mulailah dengan puasa makan daging satu hari dalam seminggu.

Juga akan sangat berguna mengurangi konsumsi susu karena emisi gas rumah kaca yang juga tinggi untuk memproduksi dan transportasinya. Upayakan untuk membeli makanan musiman setempat, agar mengurangi makanan yang terbuang percuma.

Menghemat Energi
Persoalan pencegahan global warming bukan sekadar energi bersih, tetapi juga lebih sedikit menggunakan energi. Alih-alih menggunakan mesin pengering yang menggunakan bahan bakar fosil. Gunakanlah bantuan sinar matahari yang merupakan energi terbarukan.

Gunakan insulasi di atap untuk mencegah pembuangan panas pada saat musim dingin. Matikan dan cabut kabel peralatan listrik Anda ketika tidak digunakan. Perubahan-perubahan ini tampaknya kecil, tetapi merupakan cara ampuh untuk menghemat energi. Ketika Anda membeli perangkat elektronik, pastikan mereka efisien dalam penggunaan energi.

Anda juga bisa memilih untuk mengadopsi sumber energi terbarukan untuk kebutuhan, misalnya pemanas air tenaga matahari.

Lakukan Daur Ulang
Keuntungan daur ulang memang besar dampaknya bagi lingkungan. Namun transportasi dan memproses material untuk daur ulang merupakan proses yang karbon-intensif atau meninggalkan jejak karbon yang banyak. Bagaimanapun daur ulang lebih sedikit dalam mengonsumsi energi daripada memproduksi dari awal. Pengurangan dan daur ulang bisa meminimalisir kerugian.

Ini juga berlaku untuk air. “Kita harus menyimpan dan mendaur ulang air sambil berusaha untuk menampung air hujan,” kata Aromar Revi seorang peneliti Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC).

Beritahu dan Edukasi Orang Lain
Sebarkan pengetahuan tentang perubahan iklim dan didik orang lain. Bergabunglah bersama-sama untuk membangun komunitas hidup yang berkelanjutan.

Bangun relasi yang bisa membantu mengumpulkan sumber daya seperti alat pemotong rumput, alat berkebun dan capailah standar gaya hidup yang lebih ramah lingkungan.

“Semua ini jika dipraktikkan setiap hari oleh miliaran orang akan mampu memunculkan pembangunan berkelanjutan tanpa berpengaruh terhadap kesejahteraan,” kata Aromar Revi.(Red)


close






Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments