Tuesday, June 25, 2024
HomeHukum & KriminalIndustri Buang Limbah Tanpa Diolah

Industri Buang Limbah Tanpa Diolah

Sebabkan Sungai Berwarna Hitam

Media Indo Pos,Solo – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Solo menyebut, saat ini masih banyak Industri Mikro, Kecil dan Menengah (IMKM) yang membuang limbah cair tanpa diolah terlebih dahulu. Akibatnya, aliran sungai yang menjadi lokasi pembuangan tercemar hingga berwarna hitam.

Pelaku pembuangan limbah cair tanpa diolah terlebih dahulu bisa dikenakan Sanksi pidana untuk pembuangan limbah berbahaya sebenarnya sudah cukup berat. Berdasarkan Pasal 104 UU PPLH, pelakunya bisa diancam pidana penjara paling lama 3 tahun dan denda maksimal Rp 3 miliar rupiah.

Salah satu sungai yang terkena imbas pencemaran adalah sungai yang ada di Kelurahan Sangkrah, Kecamatan Pasarkliwon. Pantauan di lokasi pada Selasa (7/12) siang, air sungai berwarna hitam.

“Kami akan terus melakukan pendataan untuk memfasilitasi penyediaan Instalasi Pengelolaan Air Limbah (IPAL) Komunal untuk para IMKM,” ujar Kepala DLH Kota Solo, Gatot Sutanto.

Gatot mengatakan, beberapa waktu lalu pihaknya telah melakukan susur sungai baik di perkotaan maupun di sepanjang aliran Sungai Bengawan Solo. Di antaranya Kali Jenes, Kali Premulung, Kali Pepe dan lainnya

Dari susur sungai tersebut pihaknya menemukan adanya zat pewarna tekstil yang langsung dibuang ke aliran sungai tanpa melalui proses pengolahan limbah. Hal tersebut menyebabkan air sungai berwarna dan bahkan menimbulkan bau tak sedap.

Berdasarkan pendataan, sejumlah industri yang turut menyumbang pencemaran tersebut antara lain usaha sablon, printing, dan sejenisnya. Mereka kebanyakan belum memiliki IPAL atau instalasi pengolahan air limbah.

“Ada yang usaha sablon, printing dan lain-lain. Jadi limbahnya itu langsung masuk ke saluran pembuangan (dirainase) di lingkungan mereka dan akhirnya masuk ke aliran sungai,” keluhnya.

Gatot mengakui kesulitan mengawasi limbah yang berasal dari IMKM milik warga. Berbeda dengan industri besar yang mudah dipantau dan mudah dilakukan penegakan aturan jika ada pelanggaran. Sehingga perlu adanya pembinaan dan bantuan dalam pengadaan IPAL industri komunalnya.

“Ada beberapa kendala, selain biaya yang mahal juga terkendala lokasi. IMKM ini biasanya juga tidak menetap di satu lokasi karena statusnya hanya mengontrak,” katanya.

Wali Kota Solo, Gibran Rakabuming Raka tak menampik adanya sungai yang tercemar. Di antaranya Kali Jenes yang berubah menjadi merah pada beberapa hari lalu. Ia mengaku telah menerima laporan pencemaran tersebut.

“Saya sudah terima laporan, nanti kita akan sediakan IPAL Komunal untuk pengelolaan limbah cair tersebut. Kalau masih tidak mau ya kita kasih teguran,” jelasnya mengkhiri perbincangan bersama awak media ini.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments