Monday, July 15, 2024
HomeHukum & KriminalAmankan 3 Kg Emas dan Uang Tunai Rp 1,6 Miliar

Amankan 3 Kg Emas dan Uang Tunai Rp 1,6 Miliar

Permainan Jaringan Perdagangan Emas PETI Diungkap, Dijual ke Luar Negeri

Media Indo Pos,Jambi – Ditreskrimsus Polda Jambi berhasil amankan 3 kg emas dan uang tunai senilai Rp 1,6 miliar dari hasil aktifitas penambang emas ilegal (PETI) di wilayah Provinsi Jambi.

Emas dan uang tersebut diamankan dari 6 orang pelaku menjadi tersangka, yakni Irwanto alias IW (43) warga Kota Bengkulu, MM (oknum Polisi Polda Bengkulu, berpangkat Brifka), DP (38) warga Sarolangun, HG (40) warga Bengkulu, IM (51) warga Bengkulu dan AS (72) warga Kota Padang, Sumatera Barat berhasil diringkus petugas di tempat berbeda.

Tidak hanya itu, Direktur Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono mengatakan, dari keenam pelaku, satu di antaranya merupakan oknum anggota Polisi dari Polda Bengkulu

Direktur Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Dany Setiyono menjelaskan, sindikat perdagangan emas ilegal ini dilaksanakan secara bertahap.

Berawal dari tersangka D, membeli emas dari para penambang, kemudian dijual ke pelaku HG yang berada di Provinsi Bengkulu.

Pelaku HG kemudian memerintahkan dua anak buahnya, yakni IW dan oknum polisi berinisial MM, untuk menjemput emas tersebut.

“Dari Jambi emas masih dalam kondisi emas murni, dan belum diolah,” kata Sigit.

Kemudian, setelah tiba di Bengkulu, nantinya emas murni akan kembali diolah atau dilakukan pemurnian, sebelum akhirnya dijual kembali ke pelaku AS, pemilik toko emas di Kota Padang, Sumatera Barat.

Di Padang, dilakukan proses pemurnian akhir dan pencetakan akhir berbentuk emas batangan.

Setelah itu, emas kembali dijual kepada pemodal bernama Mulyadi yang berada di Jakarta, kemudian, emas batangan dikirim kembali ke Surabaya untuk diolah menjadi perhiasan.

Sigit menjelaskan, perhiasan hasil perdagangan emas ilegal tersebut dijual ke wilayah Pulau Jawa, bahkan ke Luar Negeri.

Hasil pemeriksaan, diketahui omzet dari jaringan perdagangan emas ilegal yang berhasil diungkap oleh timnya mencapai miliaran Rupiah.

Tidak tanggung-tanggung, dalam satu bulannya, hasil penjualan emas, hasil illegal mining tersebut mencapai Rp 25 sampai dengan 30 miliar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Sigit, setelah timnya, yang dipimpin langsung oleh Panit III, Subdit V Ditreskrimsus Polda Jambi, Ipda Rimhot Nainggolan, berhasil meringkus 6 orang pelaku,

Mereka merupakan jaringan perdagangan emas ilegal, hasil dari para penambang emas tanpa izin (PETI) di wilayah Sarolangun, yang sudah beroperasi sejak beberapa bulan lalu.

“Putarannya itu memang mencapai puluhan miliar dalam satu bulannya,” kata Sigit, Senin (13/12/2021) sore.

Sigit menjelaskan, sindikat perdagangan emas ilegal ini dilaksanakan secara bertahap.

Berawal dari tersangka Dhidi, membeli emas dari para penambang, kemudian dijual ke pelaku HG yang berada di Provinsi Bengkulu.

Pelaku HG kemudian memerintahkan dua anak buahnya, yakni Irwanto alias Iwan dan oknum polisi berinisial MM, untuk menjemput emas tersebut.

“Dari Jambi emas masih dalam kondisi emas murni, dan belum diolah,” kata Sigit.

Kemudian, setelah tiba di Bengkulu, nantinya emas murni akan kembali diolah atau dilakukan pemurnian, sebelum akhirnya dijual kembali ke pelaku AS, pemilik toko emas di Kota Padang, Sumatera Barat.

Di Padang, dilakukan proses pemurnian akhir dan pencetakan akhir berbentuk emas batangan.

Setelah itu, emas kembali dijual kepada pemodal bernama Mulyadi yang berada di Jakarta, kemudian, emas batangan dikirim kembali ke Surabaya untuk diolah menjadi perhiasan.

Sigit menjelaskan, perhiasan hasil perdagangan emas ilegal tersebut dijual ke wilayah Pulau Jawa, bahkan ke Luar Negeri.

Diberitakan sebelumnya, satu orang oknum Polisi dari Polda Bengkulu, berinsial MM (45), dan berpangkat Brifka ditangkap Ditreskrimsus Polda Jambi setelah terlibat dalam perdagangan emas hasil tambang ilegal (PETI) di Jambi.

MM ditangkap di Jalan Lintas Tengah Sumatera, Sarolangun-Lubuk Linggau, tepat di depan Pos PJR Uni IV, Singkut, pada Jumat (26/11/2021) lalu.

MM ditangkap bersama satu orang rekannya bernama Irwanto alias Irwan (44) warga Provinsi Bengkulu.

Saat itu, kedua pelaku sedang membawa 3.148,82 gram atau sekira 3 Kg emas hasil PETI menggunakan kendaraan roda empat Pajero Sport warna putih mutiara dengan nomor Polisi BD 1057 EA.

Tidak hanya itu, petugas juga turut sita uang tunai senilai Rp 1.665.000.000 yang akan digunakan untuk membeli emas hasil PETI.

Direktur Kriminal Khusus Polda Jambi, Kombes Pol Sigit Setiyono mengatakan, dalam kasus perdagangan emas ilegal ini, oknum polisi berpangkat Brifka tersebut berperan sebagai pengawal, saat pengiriman emas hasil PETI dari Sarolangun menuju ke Provinsi Bengkulu.

“Ya satu oknum Polisi ini berperan untuk melakukan pengawalan, dan pengakuan sementara pelaku, dia diupah Rp 2 juta,” kata Sigit, Senin (13/12/2021).

Kata Sigit, jaringan perdagangan emas ilegal ini, beroperasi di wilayah Sarolangun, dan hasil penambang di kumpulkan untuk kemudian di jual ke wilayah Bengkulu.

Sigit menjelaskan, pihaknya tidak akan pandang bulu dalam menindak pelaku yang terlibat dalam aktifitas PETI di Jambi.

“Kita akan tindak semua mulai dari hulu hingga ke Ilir, dan dalam 3 pekan ini kita sudah lakukan penyelidikan di empat wilayah, Jambi, Sumbar, Bengkulu dan Jakarta,” tegas Sigit.

Berhasil mengamankan dua pelaku, petugas kembali bergerak, dan menangkap satu pelaku lainnya bernama Dhedi Pirman (38) warga Sarolangun.

Dhedi kembali ditangkap, dan petugas terus melakukan pengembangan, hingga akhirnya berhasil meringkus satu orang pemodal utama bernama IM yang berada di Jakarta.

Sementara satu pelaku lainnya, yakni HG yang memerintahkan dua anak buahnya, yakni oknum Polisi berinisial MM dan Irwan Di untuk menjemput emas dari Sarolangun, tersebut langsung menyerahkan diri ke Mapolda Jambi.

Sementara pelaku terakhir, yakni AS, pemilik toko emas asal Kota Padang, Sumatera Barat, yang membeli emas dari Hendra Giromiko juga turut diamankan dalam jaringan ini.

Penangkapan dan pengungkapan jaringan perdagangan emas ilegal hasil Ilegal Mining ini sendiri dipimpin langsung oleh Panit III Subdit V Ditreskrimsus Polda Jambi, IPDA Rimhot Nainggolan.

Kini barang bukti emas, dan uang miliaran Rupiah tersebut telah diamankan di Mapolda Jambi, guna pemeriksaan lebih lanjut.

Hingga berita ini diturunkan, proses pers rilis masih berlangsung di Gedung Lama Mapolda Jambi.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments