Sunday, July 14, 2024
HomeHukum & KriminalTemukan Bukti Baru Korupsi Pengajuan Pinjaman Dana PEN Daerah Usai Penggeledahan

Temukan Bukti Baru Korupsi Pengajuan Pinjaman Dana PEN Daerah Usai Penggeledahan

Media Indo Pos,Jakarta – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan bukti baru dalam kasus dugaan korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji terkait pengajuan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah (PEN Daerah) Tahun 2021.

Bukti baru itu ditemukan usai penyidik menggeledah beberapa lokasi. Yakni Jakarta, Kendari, dan Kabupaten Muna, Sulawesi Tenggara. Tiga tempat yang digeledah adalah rumah kediaman dari pihak-pihak yang diduga kuat terkait dengan perkara ini.

“Adapun bukti yang ditemukan dan diamankan antara lain berbagai dokumen dan alat elektronik yang punya keterkaitan kuat dengan perkara,” ujar Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri dalam keterangannya, Jumat (31/12).

Ali tidak menjelaskan detail kediaman siapa yang digeledah. Namun berdasarkan informasi, kediaman yang digeledah di Jakarta yakni rumah mantan Dirjen Bina Keuangan Daerah Kemendagri, Ardian Noervianto yang sudah dicegah ke luar negeri.

Barang bukti tersebut sudah diamankan tim penyidik KPK. Selanjutnya menunggu keputusan dari Dewan Pengawas KPK untuk melakukan penyitaan terhadap barang bukti yang ditemukan.

“Bukti-bukti ini akan ditelaah dan dianalisa untuk kemudian disita dan nantinya dikonfirmasi kepada pihak-pihak yang dipanggil sebagai saksi,” jelas Ali.

Untuk diketahui, KPK sedang mengusut kasus dugaan korupsi pemberian dan penerimaan hadiah atau janji terkait pengajuan pinjaman dana Pemulihan Ekonomi Nasional Daerah (PEN Daerah) Tahun 2021.

Kasus ini merupakan pengembangan dari operasi tangkap tangan (OTT) terhadap Bupati Kolaka Timur (Koltim) Andi Merya Nur dan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Koltim Anzarullah.

Andi Merya dan Anzarullah dijerat KPK dalam kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kolaka Timur (Koltim). Pengadaan barang dan jasa tersebut berasal dari dana hibah Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

KPK belum bisa menjelaskan lebih jauh mengenai siapa saja pihak yang harus bertanggungjawab dalam kasus ini. Pengumuman tersangka akan dilakukan saat upaya paksa penangkapan atau penahanan.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments