Monday, May 20, 2024
HomeHukum & KriminalPet Shop Dipolisikan Diduga Telantarkan Anjing Hingga Mati

Pet Shop Dipolisikan Diduga Telantarkan Anjing Hingga Mati

Media Indo Pos,Tangerang Selatan – Seorang warga bernama July Liman melaporkan tempat penitipan hewan yang terletak di Serpong, Tangerang Selatan, ke polisi. Pet shop tersebut diduga menelantarkan anjing peliharaannya, Maxi, hingga mati.

Liman mengatakan hewan peliharaannya yang dititipkan berupa anjing. Ia mengaku menitipkan hewan tersebut pada 29 April 2022 karena hendak pulang kampung dan tidak ada asisten rumah tangga (ART), yang juga turut pulang kampung.

“Jadi cerita awalnya itu lebaran kemarin kan saya enggak di rumah sama ART saya pulang kampung. Jadi Maxi (hewan peliharaannya) kita titipin. Kita cari-cari karena banyak cabang, kita pikir emang udah ahlinya jadi kita titipin ke sana 29 April bertepatan pulang kampungnya,” kata July saat dihubungi, Senin (23/5/2022).

Menurutnya, ukuran anjing peliharaannya yang besar membuatnya menanyakan terlebih dahulu di sana ada kandang besar atau tidak. Karena pihak penitipan hewan bersedia dititipi Maxi, ia menitipkan hewan peliharaannya itu dengan biaya Rp 150 ribu per hari.

“Kita bawa Maxi katanya akan dipindahin ke kandang besar (sudah konfirmasi by phone). Ada semua (SOP penitipan) tapi itu tidak tertulis biayanya Rp 150 ribu karena lihat Maxi besar jenis Bulldog, jadi dia bilang yang ini kena Rp 150 ribu per hari, seharusnya Rp 100 ribu dan kita ya sudah oke,” tambahnya.

July mengungkapkan untuk urusan makan Maxi menjadi tanggung jawab tempat penitipan hewan. Menurutnya, karena ada perjanjian titip 10 hari dapat free grooming dan Maxi juga dimandikan.

“Ternyata pas hari ke-11 saya datang, hari ke 10 pulang malem banget jadi pagi-paginya hari ke-11 saya langsung jemput tanpa saya kasih tahu pihak pet shop dulu. Karyawannya di sana sudah ganti bukan yang saya nitipkan itu, saya datang langsung ke belakang lihat Maxi,” tuturnya.

“Pas saya buka pintu saya kaget kok masih di kandang ini (yang kecil) dan sudah kaku badannya dan kotorannya masih nempel sampai kering di badannya benar-benar bukan sudah disiram, bukan kotoran sisa, tapi kotoran utuh di badan dia, di bawah kandang, sama di bawah lantai,” imbuh Liman.

Melihat hal tersebut, Liman langsung syok dan menanyakan hal itu ke karyawan penitipan. Menurutnya, saat itu ia masih belum marah.

Kondisi Maxi Memprihatinkan
July menuturkan saat itu masih bingung karena saat dilihat kulitnya sudah di bawah sama bagian vitalnya sudah robek di bawah. Bahkan, menurutnya, kondisi anjing sangat memprihatinkan karena sampai mengeluarkan darah.

“Sudah kejepit, mungkin kelamaan di sana itunya (alat vital) sudah turun kejepit selama 11 hari. Saya tanya itu sebelum owner datang dia belagak nggak tahu saya pulang kampung. Harusnya dia tahu, dia bersihkan walaupun bukan dia yang terima dari awal,” ungkapnya.

Saat kondisi tersebut July langsung memanggil karyawan dan meminta menghubungi owner. Saat bertemu, owner pet shop berkelit bahwa Maxi baru dipindahkan ke kandang kecil lantaran mau grooming.

“Kok dia kontrol minggu lalu Maxi nggak dia suruh karyawannya buat mindahin? Menurut saya owner-nya juga nggak tahu terjadi kelalaian pegawainya,” tuturnya.

July kemudian memutuskan cepat-cepat membawa Maxi ke dokter hewan di hari yang sama. Siangnya, sekitar pukul 13.00 WIB, Maxi diperiksa dokter dan dokter menyatakan anjingnya itu harus dioperasi.

“Terus saya tanya risiko-risikonya, tapi kata dokter kalau cek darah bagus nggak ada risiko mematikan. Setelah tes darah hingga 2 jam, sore sudah dikabarin hasil darahnya bagus. Jadi risiko meninggalnya kecil, saya setuju Maxi dioperasi pukul 20.00 WIB selesai pukul 22.00 WIB,” bebernya.

Namun, akhirnya hewan peliharaan July itu mati pada 16 Mei lalu setelah dirawat di dokter selama tujuh hari. July kemudian melapor ke polisi.

“Sekarang Max udah meninggal. Saya harap pihak pet shop mengakui kesalahannya, minta maaf secara terbuka. bertanggung jawab, tutup pet grooming dan pet hotel-nya karena karyawan beserta owner tidak ada perasaan terhadap hewan. Supaya tidak ada lagi korban-korban seperti Max,” jelasnya.

Dikonfirmasi secara terpisah, pejabat Humas Polres Tangsel Iptu Purwanto menuturkan sudah menerima laporan dari Liman. Menurutnya, saat ini kasus tersebut masih dalam penyelidikan.

“Laporannya benar udah diterima. Sekarang baru tahap penyelidikan lagi disiapkan surat-surat untuk pemanggilan saksi-saksi termasuk nanti si terlapor,” ujar Purwanto.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments