Friday, March 24, 2023
Home Layanan Budaya Ilmuwan Temukan DNA Manusia Purba Tertua Berusia 23.000 Tahun

Ilmuwan Temukan DNA Manusia Purba Tertua Berusia 23.000 Tahun

Media Indo Pos,Jakarta – Baru-baru ini terdapat sebuah studi melaporkan data genom dari individu manusia purba yang diketahui berusia 23.000 tahun.

Manusia purba ini dicurigai tinggal di tempat terhangat pada zaman es di Eropa yaitu di ujung selatan Spanyol.

Dikutip dari Science Daily, tim peneliti internasional telah melakukan pemeriksaan DNA manusia purba dari berbagai situs arkeologi di Andalucia yang merupakan sebuah wilayah di selatan Spanyol.

Studi ini membuahkan hasil genom tertua genom tertua saat ini berasal dari Spanyol bagian selatan.

Lokasi yang Menjadi Tempat Perlindungan Manusia Purba Zaman Es
Menurut ilmuwan, wilayah selatan Spanyol adalah tempat penting untuk mempelajari sejarah populasi manusia, tepatnya di Semenanjung Iberia yang terletak di barat daya Eropa.

Lokasi ini dicurigai sebagai tempat perlindungan manusia purba selama zaman es terakhir. Wilayah ini juga dicurigai sebagai titik awal penyebaran populasi Eropa setelah puncak glasial.

Studi sebelumnya melaporkan profil genomik dari pemburu-pengumpul dari Semenanjung Iberia Peninsula yang diketahui berumur antara 13.000 hingga 18.000 tahun. Garis keturunan Paleolitik yang lebih tua tidak dapat terdeteksi di bagian Eropa lain.

Peneliti berhasil mendapatkan ekstrak DNA dari individu manusia yang berusia 14.000 tahun dari sebuah situs gua di Maroko.

Melalui penemuan ini para peneliti dapat menyelidiki peran Semenanjung Iberia Selatan sebagai tempat berlindung bagi manusia purba dan potensi kontak populasi yang melintasi Selat Gibraltar.

Kurangnya data genomik pada periode kritis menyebabkan situasi yang tidak pasti akan studi manusia purba di Eropa Barat.

Namun, saat ini ditemukan manusia purba yang berusia 23.000 tahun dari Cueva del Malalmuerzo yang berada di dekat Granada.

Keterkaitan dengan Manusia Purba di Tempat Lain
Penemuan genom baru ini memberikan bukti kepada para peneliti bahwa terdapat hubungan genetik langsung antara manusia purba yang berusia 35.000 tahun dari Belgia dengan manusia purba Malalmuerzo.

Para peneliti melacak kelompok manusia Paleolitik yang kembali ke salah satu tempat perlindungan pada Zaman Es.

Temuan ini berhasil menunjukkan warisan genetik di Semenanjung Iberia Peninsula yang telah lama hilang.

Namun, para peneliti tidak menemukan adanya hubungan genetik antara manusia di Selatan Semenanjung Iberia Peninsula dan manusia Purba di Afrika Utara.

Meskipun jarak yang memisahkan kedua manusia purba ini hanya 13 kilometer melalui Laut Mediterania.

Studi ini juga mencakup sejumlah manusia purba yang lebih muda dari Neolitikum pada periode waktu para petani pertama kali tiba di Eropa.

Keturunan genetik yang khas dari kelompok Neolitik Anatolia dapat dideteksi pada manusia purba dari Andalucia.

Temuan ilmuwan terbaru ini menunjukkan bahwa interaksi antara manusia purba pemburu-pengumpul lebih tinggi pada manusia purba Neolitik dari daerah Iberia selatan.

Sebabnya, interaksi antara manusia pemburu-pengumpul pada daerah ini memiliki jarak waktu yang lebih dekat dibandingkan daerah lain. (Red)


close






Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments