Tuesday, June 25, 2024
HomeLifestyleArtisDianggap Remehkan Wanita, Pendiri Rolling Stone Dipecat dari Dewan Rock & Roll...

Dianggap Remehkan Wanita, Pendiri Rolling Stone Dipecat dari Dewan Rock & Roll Hall of Fame

Media Indo Pos,Jakarta – Salah satu pendiri majalah Rolling Stone sekaligus pendiri Rock & Roll Hall of Fame Jann Wenner dipecat dari jabatannya sebagai dewan direksi imbas meremehkan perempuan dan musisi kulit hitam.

Dia dipecat dan tak lagi menjadi dewan direksi Rock & Roll Hall of Fame Foundation sekitar satu hari setelah pernyataan itu dipublikasikan dalam wawancara dengan New York Times. “Jann Wenner telah dicopot dari Dewan Direksi Rock & Roll Hall of Fame Foundation,” kata dewan seperti diberitakan pada Senin (18/9).

Tak ada detail alasan di balik pemecatan itu. Namun, semua terjadi setelah Jann Wenner memicu kritik dari banyak pihak setelah mempromosikan buku barunya The Masters yang menampilkan wawancara dengan beberapa musisi.

Mereka adalah Bob Dylan, Jerry Garcia, Mick Jagger, John Lennon, Bruce Springsteen, Pete Townshend dan Bono U2 – semuanya berkulit putih dan laki-laki.

Dalam momen publisitas itu, Jann Wenner ditanyai alasan tak mewawancarai musisi perempuan atau kulit hitam. Ia pun menjawab itu dengan cara yang dianggap meremehkan wanita dan musisi kulit hitam.

“Bukannya mereka tidak pandai bicara, tapi bicaralah secara mendalam dengan Grace Slick atau Janis Joplin. Tolong, jadi tamuku. Tahukah Anda, Joni (Mitchell) bukanlah seorang filsuf rock ‘n’ roll. Menurut saya, dia tidak memenuhi ujian itu,” katanya kepada media.

“Tentang seniman kulit hitam – Anda tahu, Stevie Wonder, jenius, bukan? Saya kira ketika Anda menggunakan kata seluas ‘master’, kesalahannya ada pada penggunaan kata itu. Mungkin Marvin Gaye, atau Curtis Mayfield? Maksud saya, mereka tidak bisa mengartikulasikannya pada tingkat itu,” kata Wenner.

Pernyataan itu menuai hujatan hingga Wenner meminta maaf melalui penerbitnya, Little, Brown and Company. Dia mengakui komentar itu meremehkan kontribusi musisi perempuan dan kulit hitam.

“Dalam wawancara saya dengan The New York Times, saya membuat komentar yang meremehkan kontribusi, kejeniusan, dan pengaruh artis kulit hitam dan wanita dan saya dengan sepenuh hati meminta maaf atas pernyataan tersebut. Saya sangat memahami dasar dari menghasut dan kata-kata yang dipilih secara buruk dan sangat meminta maaf serta menerima konsekuensinya,” tulis Wenner.

Jann Wenner ikut mendirikan Rolling Stone pada 1967 dan menjabat sebagai editor atau direktur editorial hingga 2019. Ia juga ikut mendirikan Rock & Roll Hall of Fame, yang diluncurkan pada 1987.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments