Monday, May 20, 2024
HomeHukum & KriminalPolisi: Partner in Crime Ikut Bunuh Karyawan MRT Karena Utang Budi

Polisi: Partner in Crime Ikut Bunuh Karyawan MRT Karena Utang Budi

Media Indo Pos,Jakarta – Polisi menangkap tiga orang pria yang terlibat dalam aksi pembunuhan seorang karyawan MRT berinisial DDY (38) yang mayatnya ditemukan mengambang di Kanal Banjir Timur (KBT), Cakung, Jakarta Timur. Polisi mengungkap pelaku sepakat melakukan aksi tersebut lantaran utang budi.

Kasubdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Titus Yudho Ully mengatakan aksi tersebut dilakukan lantaran pelaku R (29) terlilit hutang Rp 3 miliar. Alhasil, R mengajak rekannya yang lain IS (31), JS (48) dan satu orang lainnya yang berstatus buron unjuk mencuri mobil Fortuner milik korban.

Yudho menyebut, alasan pelaku lainnya menuruti ajakan R untuk melakukan aksi tersebut lantaran utang budi. Selain itu, IS dan R sendiri masih ada hubungan keluarga.

“R sebagai yang memiliki ide. IS dan R masih ada hubungan saudara, IS bantu R untuk melakukan ini karena dulu ada utang budinya. Kalau JS tidak ada hubungan keluarga,” kata Yudo saat dihubungi, Minggu (12/11/2023).

Belum diketahui utang budi yang dimaksud dalam hal ini terkait apa. Yudho mengatakan saat ini pihak kepolisian masih fokus untuk mengejar satu pelaku lainnya yang masih buron. “Itu belum kita dalami (hutang budi). Masih konsen kejar (pelaku buron) yang satu. Peran membantu membunuh korban,” ujarnya.

Modus Pura-pura Beli Fortuner
Komplotan ini membunuh korban berinisial DDY lantaran ingin mendapatkan uang. Korban diketahui punya mobil Fortuner tahun 2020. Para pelaku pura-pura ingin menjadi pembeli. Pelaku kemudian menjalankan taktik tipu-tipu, mencetak bukti transaksi palsu untuk ditunjukkan ke DDY bahwa pembayaran mobil Fortuner itu telah selesai dilakukan.

“Kemudian pelaku bertemu dengan korban dan menunjukkan bukti transfer palsu yang telah diedit. Setelah itu, korban tidak percaya terhadap bukti transfer palsu tersebut,” kata Titus.

Transaksi pun batal. Para pelaku meminta korban untuk diantar pulang. Pada momen itulah pembunuhan terjadi. “Pada saat di perjalanan di dalam mobil, para tersangka melakukan aksinya dengan menyayat leher korban dan menusuk beberapa kali ke dada korban. Kemudian korban dibuang di saluran air BKT Cakung,” kata Titus.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments