Monday, May 20, 2024
HomeBerita NasionalSandiaga Klaim Pemilu Tak Usik Pariwisata RI, Justru Menopang

Sandiaga Klaim Pemilu Tak Usik Pariwisata RI, Justru Menopang

Media Indo Pos,Yogyakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno mengklaim gelaran pemilu 2024 tak akan mengganggu aktivitas serta pertumbuhan wisata di Indonesia.

“Pemilu justru menopang pergerakan wisatawan nusantara,” kata Sandi di Hotel Sheraton Yogyakarta, Sleman, DI. Yogyakarta, Sabtu (11/10).

Sandi optimis politik malah akan mendorong pergerakan wisatawan dalam negeri. Pasalnya, sekarang dia melihat tingkat reservasi penginapan dan hotel-hotel mengalami kenaikan dibanding proyeksi.

Oleh karenanya, dia menginstruksikan seluruh penyelenggara kegiatan wisata untuk tetap melakukan promosi dan menjalankan acaranya sesuai agenda semula.

“Secara keseluruhan saya optimis pemilu justru akan mendorong pergerakan wisatawan nusantara, karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan aktivasi-aktivasi dari semua yang tentunya mengarah pada 14 Februari, saat pemilihan umum dan setelah itu juga. Karena di 2024 juga akan ada pilkada. Jadi secara keseluruhan dampaknya positif,” paparnya.

“Jadi secara keseluruhan dampaknya positif,” sambung politikus PPP tersebut.

Sandi mengatakan, saat ini tren pariwisata di Indonesia memang sedang positif. Bahkan mendapat apresiasi dari dunia internasional ketika acara World Travel Market (WTM) London, Inggris beberapa waktu lalu.

Dia mengatakan, indeks daya saing pariwisata dan perjalanan atau Travel and Tourism Competitiveness Index (TTCI) Indonesia naik 12 poin hingga mampu melampaui capaian Malaysia, Vietnam, Thailand, dan Filipina.

“Dan juga situasi politik kita yang stabil mendukung kepulihan pariwisata dan wisatawan mancanegara. Kita targetkan di tahun depan akan menuju angka 12 sampai 15 juta dan itu pertumbuhan antara 20 sampai 30 persen,” kata dia.

Ia melanjutkan, paviliun Indonesia dalam WTM London tahun ini menargetkan penjualan 91 ribu pax. Namun, kata Sandi, ternyata jumlah permintaan lebih tinggi memasuki hari ketiga, yakni tembus 125 ribu pax.

“Sebuah permintaan yang sangat tinggi yang akan kita terus dorong masuk ke dalam konsep pariwisata yang berkualitas berkelanjutan, sehingga bisa membuka peluang usaha yang salah satunya difasilitasi rumah siap kerja, dan juga membuka lapangan kerja seluas-luasnya,” ujar Sandiaga.

Rakyat tak suka drama, risih lihat cakar-cakaran politik
Plt Ketua Umum PPP Mardiono mengatakan rakyat Indonesia tak suka drama dan sudah risih melihat elite politik cakar-cakaran. Oleh karena itu, Mardiono berpesan kepada 580 calon legislatif PPP agar bahu-membahu memenangkan partai berlogo Ka’bah itu. Ia meminta jangan sampai antarkader tak akur di daerah pemilihan (dapil) yang sama.

“Rakyat sudah risih melihat kita cakar-cakaran,” kata Mardiono saat memberi Pembekalan Caleg PPP se-Indonesia di Hotel Mercure Ancol, Jakarta Utara, Sabtu lalu.

“Apalagi, saat ini anak-anak muda, kaum Gen Z dan milenial tidak suka kalau disuguh-suguhi dengan drama yang apa ya, drakor (drama korea)?” imbuhnya disambut riuh tepuk tangan.

Kata-kata drama menjadi ramai belakangan ini. Mulanya, Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) mengeluarkan kata tersebut saat menghadiri HUT ke-59 Golkar.

Jokowi mengaku akhir-akhir ini melihat terlalu banyak drama hingga sinetron dalam perpolitikan nasional. Ia mengingatkan mestinya yang muncul adalah pertarungan gagasan.

“Saya lihat akhir-akhir ini yang kita liat adalah terlalu banyak dramanya. Terlalu banyak drakornya. Terlalu banyak sinetronnya. Sinetron kita liat. Mestinya pertarungan gagasan, pertarungan ide. Bukan pertarungan perasaan,” kata Jokowi di Slipi, Jakarta Barat, Senin (6/11), disambut riuh tamu undangan yang hadir.

“Kalau yang terjadi pertarungan perasan repot semua kita. Tidak usah saya teruskan, karena nanti ke mana-mana,” sambungnya.

Di lain sisi, Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pareira mempertanyakan maksud Jokowi. Ia mengamini bahwa dinamika politik teranyar terlalu banyak drama. Akan tetapi, Andreas mempertanyakan sosok sutradara yang mengarahkan jalannya cerita dari drama tersebut.

“Ya saya kira betul juga ya kalau Pak Presiden menyampaikan hal tersebut. Tetapi pertanyaannya siapa sih sebenarnya sutradaranya? Siapa yang membuat drama ini?” ucapnya dalam dialog yang digelar Para Syndicate di Jakarta Selatan, Jumat (10/11).

Menurutnya, drama itu telah menimbulkan rasa kecewa, marah, sakit hati, hingga gembira yang dirasakan masyarakat. Namun, Andreas khawatir rasa tak percaya terhadap pemimpin muncul dan menjadi ancaman yang berbahaya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments