Tuesday, May 21, 2024
HomeInternationalWorldSeorang Mahasiswa Curhat Kena Kanker Limfoma Stadium 4, Awalnya Mengira Flu

Seorang Mahasiswa Curhat Kena Kanker Limfoma Stadium 4, Awalnya Mengira Flu

Media Indo Pos,Jakarta – Seorang mahasiswa kedokteran menceritakan pengalamannya saat didiagnosa kanker limfoma. Dia tak pernah menduga batuk dan perubahan suara yang dialaminya adalah tanda-tanda kanker.

Maddy Elleby, dari Farnhamm, Inggris, pertama kali merasa tidak enak badan saat berlibur dua tahun lalu, namun ia menganggapnya sebagai flu. Remaja berusia 18 tahun itu mengatakan gejalanya terus berlanjut setelah kembali ke Inggris dan dokter memberinya resep antibiotik dan inhaler.

Namun, obat tersebut tidak dapat meredakan batuknya dan dia mengalami mati rasa di lengannya dan benjolan di tulang selangkanya. Setelah menjalani tes, dia didiagnosis menderita limfoma Hodgkin.

Awalnya, Elleby berada di Swedia bersama keluarganya dua tahun lalu ketika dia pertama kali jatuh sakit. Namun sebulan setelah kembali ke Inggris, dia masih menderita batuk yang membuat suaranya terdengar seperti ‘burung camar’.

Saat mencari tahu jenis penyakit sesuai gejalanya, dia menemukan limfoma Hodgkin. Dia sempat bertanya hal tersebut kepada kakaknya namun keluarganya menganggap dia bercanda.

Namun, benjolan itu mulai membesar dan Elleby meyakinkan dirinya sendiri bahwa dia menderita kanker. Dia kembali menemui dokter, yang mengirimnya untuk rontgen leher dan USG.

“Saya ingin masuk [belajar] kedokteran, jadi saya sadar secara medis. Dokter mendengarkan saya dan meminta saya melakukan USG dan rontgen dalam waktu seminggu dan melakukan tes darah,” katanya kepada media.

Pada Januari 2021, Elleby diberi tahu bahwa dia mengidap limfoma Hodgkin. Elleby memilih untuk hanya menceritakan kabar tersebut kepada keluarga dan teman terdekatnya dan melanjutkan kuliahnya.

Pada bulan Februari 2021, dia memulai kemoterapi di Rumah Sakit Royal Surrey County dan mengatur sesinya sesuai dengan jadwal kelasnya. Dia didiagnosis mengidap kanker limfoma stadium 4, yang biasanya sangat berhasil dengan pengobatan ini.

“Saya mencukur rambut saya dan memakai wig dan berpura-pura sudah potong rambut,” tuturnya.

Di usianya yang ke-17, mengira kankernya tak akan muncul lagi setelah kemoterapi, sayangnya dia mendapati ada benjolan lain di tulang selangkanya. Sekali lagi, dia harus menjalani kemoterapi intensif dan menghabiskan banyak waktu di rumah sakit.

“Pemindaian pertama menunjukkan bahwa obatnya bekerja dengan baik, namun pemindaian keda menunjukkan kemajuannya terhenti dan tumornya tumbuh kembali,” bebernya.

Elleby kemudian transplantasi sel induk pada Mei 2022. Dua tahun sejak diagnosisnya dan sekarang berusia 18 tahun, Elleby sekali lagi bebas dari kanker. Dia akan menjalani pemindaian setiap tiga bulan selama satu tahun dan kemudian setiap enam bulan sekali selama tiga tahun setelah itu sehingga petugas medis dapat memantaunya.

Saat menerima pengobatan, mahasiswi tersebut mengulang tahun pertamanya di perguruan tinggi dan kini melanjutkan studi kedokteran di Universitas Liverpool.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments