Monday, May 20, 2024
HomeBerita NasionalANRI: Ada 9 Surat Cinta Buktikan Bung Karno Tak Terlibat G30S/PKI

ANRI: Ada 9 Surat Cinta Buktikan Bung Karno Tak Terlibat G30S/PKI

Media Indo Pos,Jakarta – Connie Rahakundini Bakrie ikut dalam kunjungan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) ke Jepang untuk meninjau surat cinta dari Presiden Sukarno kepada istrinya Ratna Sari Dewi. Dia menjelaskan ada sembilan surat cinta Sukarno yang memuat keterangan baru bahwa dia tidak terlibat di Gerakan 30 September (G30S).

Connie Bakrie adalah Dewan Penasihat ANRI. Upaya penjagaan surat cinta Sukarno itu bermula dari kunjungan Ratna dari Jepang ke Pusat Studi Arsip Statis Kepresidenan (Pusdipres) di Jakarta pada 22 Juli lalu. Saat itu, Ratna Sari Dewi atau Naoko Nemoto berbincang dengan Connie.

“Saat itulah beliau berkata beliau masih punya banyak surat-surat dan arsip penting dari Bapak (Sukarno), sehingga saya bilang boleh kami lihat dan jemput ke Jepang? Karena ada yang kami yakini akan banyak menguak sejarah penting,” kata Connie kepada awak media, Kamis (23/11/2023).

Maka berangkatlah rombongan ANRI ke Tokyo pada 5 sampai 11 November lalu. Rombongan terdiri dari Plt Kepala ANRI, Imam Gunarto; Deputi Konservasi, Kandar; Kepala Pusat Studi Arsip Kepresidenan, Mira Puspita Rini; dan Connie sendiri. Di rumah Ratna Sari Dewi di Tokyo, rombongan ANRI diperlihatkan surat-surat dari Bung Karno.

“Dalam kunjungan kerja tersebut, berhasil dilakukan digitalisasi arsip yang sangat penting dari Ibu Dewi Sukarno, yaitu surat-surat Presiden Sukarno kepada Ibu Dewi mulai tanggal 1 sampai 10 Oktober 1965 (sembilan surat) yang berisi informasi sekitar kejadian setelah G30S,” kata Connie.

“Arsip-arsip itu membuktikan bahwa Presiden Sukarno tidak terlibat sama sekali dalam peristiwa G30S,” kata dia.

Selain surat, ada pula arsip berupa foto Bung Karno dengan Ratna Sari Dewi atau Naoko Nemoto. ANRI mendapat pula rekaman sejarah lisan berupa keterangan Ratna Sari Dewi sendiri mengenai peristiwa yang tergambar dalam arsip foto.

“Semua arsip kertas maupun foto yang berjumlah ratusan, lebih dari 300, disimpan dan dikelola sendiri oleh Ibu Dewi, bahkan ketika proses digitalisasi hanya Bu Dewi yang boleh memegangnya,” kata Connie. Dia menceritakan, Ratna Sari Dewi yang berusia 83 tahun itu memegang satu demi satu arsip dengan sangat hati-hati.

Meski rombongan ANRI berada di kediaman Ratna Sari Dewi selama berjam-jam, namun ternyata waktu sebanyak itu tidak cukup untuk menyalin arsip ke dalam berkas digital. Sebagian surat sudah dikirim ke Indonesia dalam bentuk dokumen digital dan sisanya masih dalam proses.

“Beliau (Ratna Sari Dewi) sempat bertanya mengenai kemana koleksi-koleksi lukisan Bung Karno di Istana Negara, juga di Wisma Yaso, masih utuh kah?” kata Connie.(Red)

Sumber: detikcom

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments