Tuesday, May 21, 2024
HomeBerita NasionalDinkes DKI: Nyamuk Wolbachia Belum Disebar di Jakarta Barat, Masih Sosialisasi

Dinkes DKI: Nyamuk Wolbachia Belum Disebar di Jakarta Barat, Masih Sosialisasi

Media Indo Pos,Jakarta – Dinas Kesehatan DKI Jakarta memastikan penyebaran telur nyamuk wolbachia untuk mengantisipasi penyakit demam berdarah (BDB) telah sesuai dengan Surat Keputusan (SK) Menteri Kesehatan Nomor 1341 Tahun 2022. Saat ini, penyebaran nyamuk di Jakarta Barat, masih tahap sosialisasi kepada warga.

“Belum dilakukan (penebaran). Saat ini masih proses sosialisasi kepada masyarakat,” ujar Kasie Surveilans, Epidemiologi, dan Imunisasi Dinas Kesehatan DKI Jakarta Ngabila Salama saat dihubungi, Senin (27/11/2023).

Kawasan Jakbar menjadi salah satu dari lima lokasi yang akan ditebarkan nyamuk wolbachia. Empat kota lainnya yakni Semarang, Bandung, Kupang, dan Bontang. Ngabila mengatakan, kelima daerah itu merupakan rekomendasi Kemenkes untuk dilakukan penyebaran nyamuk wolbachia secara masif sebagai penanganan DBD.

“Sesuai SK Menkes perluasan di 5 kota dengan angka kasus DBD yang cukup tinggi,” ujarnya.

Seperti diketahui, Pemerintah Kota Jakarta Barat (Pemkot Jakbar) menyiapkan sekitar 4.100 ember bibit nyamuk berbakteri wolbachia. Nyamuk itu akan digunakan untuk menangani kasus demam berdarah dengue (DBD) di Jakbar.

“Peluncurannya di Kecamatan Kembangan sebagai percontohan pada awal Desember 2023,” kata Kepala Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakbar Erizon Safari, dilansir dari Antara, Sabtu (14/11).

Ia menjelaskan, ribuan ember nyamuk ber-wolbachia tersebut akan dijaga oleh ‘orang tua asuh’, dalam hal ini pemilik rumah, tempat ember tersebut ditempatkan. Keberadaan nyamuk berbakteri itu pun bakal terus dipantau setiap dua pekan sekali.

“Yang paling penting adalah orang tua asuh nyamuk. Itu yang kita sebut orang tua asuh adalah rumah-rumah yang ditempatkan, diletakkan ember-ember berisi telur nyamuk itu yang akan dipantau tiap dua minggu sekali (perkembangannya),” terangnya.

Erizon menyebutkan sejauh ini pihaknya sudah melakukan persiapan dengan melatih kader-kader yang menjadi koordinator lapangan dalam program tersebut. Penanganan DBD dengan nyamuk ber-wolbachia terbukti 87 persen efektif saat uji coba di beberapa wilayah, seperti Bantul, Sleman, dan Yogyakarta.

“Sudah, dari tingkat kota sudah dilakukan pelatihan untuk koordinator lapangan. Teman-teman koordinator lapangan yang akan memantau di Kembangan. Juga, dilakukan sosialisasi secara tidak langsung oleh teman-teman kader dari puskesmas,” kata Erizon.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments