Saturday, March 2, 2024
HomeHukum & KriminalPria Keterbelakangan Mental Disekap-Diikat Pemuda Mabuk di Kupang

Pria Keterbelakangan Mental Disekap-Diikat Pemuda Mabuk di Kupang

Media Indo Pos,Kupang – Seorang pria pengidap keterbelakangan mental di Kupang, NTT, bernama Mario Imanuel Gaspersz (26) menjadi korban penganiayaan. Mario disebut disekap, diikat, lalu dipukuli oleh sejumlah pemuda yang sedang mabuk pesta sopi.

Seorang pelaku yang sudah ditangkap adalah Vandi Leo (20). Dia bersama sejumlah rekannya menganiaya penyandang disabilitas itu saat pesta miras Jalan Timor Raya, Kelurahan Oesapa Barat, Kecamatan Kelapa Lima.

Kuasa hukum Mario, Tommy Jacob, menegaskan polisi harus memproses kasus ini dalam kategori penganiayaan berat.

“Kalau dilihat dari kacamata hukum, itu pemberatannya karena korban merupakan disabilitas. Sehingga, seharusnya bukan penganiayaan ringan tapi berat, karena korban diduga diikat dan sekap oleh para pelaku. Ada bekas ikatannya di bagian kaki,” ungkap Tommy Jacob kepada awak media, Minggu (21/1/2024).

Tommy menyebut, selain itu, sesuai hasil rontgen, kliennya mengalami retak di bagian kepalanya akibat penganiayaan dengan benda tumpul. Tommy menduga kejadian itu merupakan pengeroyokan karena sebelumnya Vandi bersama sejumlah rekannya sempat pesta miras.

“Kami berharap agar polisi bisa mendalami kasus ini, agar keluarga bisa mendapatkan keadilan. Karena informasi dari keluarga, ada keganjilan, bukan Vandi sendiri yang pukul. Jadi itu bisa dilihat dari rekaman CCTV yang ada di lokasi kejadian,” ungkapnya.

Tommy menambahkan akibat peristiwa itu, korban sempat mendapat perawatan medis di Rumah Sakit Bhyangkara (RSB) Titus Uli Kupang. Namun, karena keterbatasan biaya, keluarga terpakasa membawanya pulang ke rumah.

“Karena ini kasus kekerasan, tidak bisa ditanggulangi oleh BPJS kesehatan. Sehingga korban sudah keluar dari rumah sakit, bukan karena sembuh, tapi karena keterbatasan biaya,” bebernya.

Kapolsek Kelapa Lima AKP Jemmy Noke mengatakan Vandi Leo telah ditetapkan sebagai tersangka. Menurutnya, Vandi dijerat dengan Pasal 351 Ayat 2 KUHP dengan ancaman penjara lima tahun.

“Kami sudah naikkan statusnya jadi tersangka sesuai pasal yang berlaku karena penganiayaan yang mengakibatkan luka berat,” imbuhnya.

Sehingga, kata Jemmy, berkas perkara dari pelaku Vandi, masih dalam tahapan pemberkasan dan kasusnya terus berproses. “Masih berproses. Kami terus bekerja dengan memeriksa sejumlah saksi,” tandasnya.

Diberitakan sebelumnya, aksi penganiayaan itu terjadi pada Jumat dini hari (12/1/2024), sekitar pukul 02.00 Wita. Penganiayaan itu membuat Mario mengalami memar pada kedua mata, pipi dan hidung, serta luka robek pada bibirnya.

Setelah menganiaya korban, Vandi kabur. Dia ditangkap di Atambu, Kabupaten Belu.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments