Friday, April 12, 2024
HomeBerita NasionalKPAI Kunjungi SMA Binus Serpong Terkait Kasus Bullying

KPAI Kunjungi SMA Binus Serpong Terkait Kasus Bullying

Media Indo Pos,Jakarta – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) akan mendampingi korban dan pelaku di kasus perundungan (bullying) yang melibatkan siswa SMA Binus Serpong (Binus School Serpong). KPAI mengunjungi SMA Binus Serpong hari ini.

“Iya (ke SMA Binus Serpong),” singkat komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, saat dimintai konfirmasi wartawan soal kegiatannya hari ini, Rabu (21/2/2024).

Namun Diyah belum memberi informasi secara rinci terkait kunjungannya tersebut.

Kondisi Psikologis Korban
Korban perundungan (bullying) yang melibatkan sejumlah siswa Binus School Serpong mendatangi UPTD PPA Tangerang Selatan untuk pendampingan psikologis. KPAI, yang mendampingi korban, mengungkap kondisi psikologis korban masih butuh pemulihan.

“Anak masih butuh pemulihan. Jadi mohon dibantu ya kerja samanya dari teman-teman semuanya untuk mengondisikan agar anak biar pulih secara psikologis dan psikis,” kata komisioner KPAI, Diyah Puspitarini, di UPTD PPA Tangerang Selatan, Selasa (20/2).

Diyah pun mengumpamakan apa yang dirasakan korban seperti dicubit. Meski begitu, dia tidak mengetahui tingkat trauma korban. “Coba, Mas pernah dicubit nggak? Sakit nggak? Ya itu. Nah, tingkat trauma, saya tidak tahu ya. Itu psikologi ya,” kata dia.

Diyah mengatakan korban membutuhkan waktu untuk sembuh. Dia juga mengatakan akan segera melakukan komunikasi dengan sekolah korban. “Yang jelas, kita mungkin dulu pernah mendapatkan perlakukan seperti itu, pasti akan membutuhkan waktu untuk sembuh,” ujarnya.

Sebelumnya, seorang siswa Binus School Serpong dilarikan ke rumah sakit setelah diduga menjadi korban bully oleh seniornya. Salah satu anak yang diduga terlibat perundungan diduga anak Vincent Rompies.

Kasus bully itu viral di media sosial. Peristiwa itu disebut terjadi di warung belakang salah satu sekolah swasta. Korban disebut merupakan calon anggota geng tersebut. Para calon anggota geng disebut harus melakukan beberapa hal untuk bisa bergabung, termasuk membelikan makanan hingga hal lain.

Kekerasan fisik kemudian diduga terjadi. Saat itu, korban disebut diikat di tiang hingga dipukuli menggunakan balok kayu. Beberapa siswa diduga ikut merekam aksi tersebut dan menertawakannya. Beberapa pelaku yang diduga terlibat sudah dihukum pihak sekolah.

Polisi mengatakan korban mengalami sejumlah luka akibat perundungan. Kasat Reskrim Polres Metro Tangerang Selatan AKP Alvino Cahyadi mengatakan saat ini korban masih menjalani perawatan di rumah sakit.

Kanit PPA Polres Tangsel Ipda Galih menyebutkan ada luka memar hingga luka bakar di tubuh korban. Diduga, korban dianiaya oleh lebih dari satu pelaku. “Di sebagian tubuhnya ada banyak luka memar, juga ada luka bakar akibat terkena suatu benda yang panas,” katanya.

Pihak sekolah juga membenarkan bahwa anak artis Vincent Rompies diduga terlibat dalam kasus perundungan.

“Iya (anak Vincent Rompies terlibat),” kata Corporate PR Binus University Haris Suhendra saat dimintai konfirmasi, Senin (19/2).

Haris mengatakan pihak sekolah memberikan atensi terkait kasus tersebut. Pihak sekolah juga sudah memanggil siswa yang diduga terlibat dalam kasus ini. Dia menyebutkan sanksi yang akan diberikan mengikuti ketentuan yang ada.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments