Friday, April 12, 2024
HomeBerita Nasional1 Orang Utan Mati Terseret Banjir di Taman Nasional Gunung Leuser

1 Orang Utan Mati Terseret Banjir di Taman Nasional Gunung Leuser

Media Indo Pos,Banda Aceh – Satu individu orang utan Sumatera (Pongo abelii) ditemukan mati terseret banjir di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser, Desa Pungke Jaya, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, Provinsi Aceh. Orang utan itu diperkirakan berusia satu hingga satu setengah tahun.

“Ada satu individu orang utan ditemukan mati terseret banjir di Desa Pungke Jaya, Kecamatan Putri Betung, Kabupaten Gayo Lues, pada Kamis (22/2),” kata Kepala Seksi Pengelolaan Taman Nasional (SPTN) Wilayah III Blangkejeren Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser Ali Sadikin yang dihubungi dari Banda Aceh, dilansir dari Antara, Jumat (23/2/2024).

Temuan orang utan mati tersebut berawal dari pengecekan tim SPTN Wilayah III Blangkejeren seusai banjir di kawasan Taman Nasional Gunung Leuser di wilayah Putri Betung pada Rabu (21/2) malam.

“Banjir tersebut akibat meluapnya alur dari Sungai Alas. Tim memantau wilayah tersebut karena masuk dalam kawasan Taman Nasional Gunung Leuser,” katanya.

Menurut Ali Sadikin, wilayah banjir tersebut masuk zona rehabilitasi. Pengecekan dilakukan untuk memastikan apakah banjir tersebut ada kaitannya dengan aktivitas ilegal dalam kawasan lindung atau tidak.

“Setelah kami pantau dan observasi, tim tidak menemukan ada kaitan banjir dengan aktivitas ilegal seperti pembalakan liar. Kayu yang dibawa banjir adalah tunggul yang sudah busuk,” katanya.

Saat tim memantau wilayah tersebut, ada laporan masyarakat terkait penemuan orang utan yang sudah mati. Lokasi penemuan berjarak sekira 2 kilometer dari Sungai Alas.

Kemudian, tim bergerak ke lokasi penemuan orang utan mati tersebut. Di lokasi, tim mengobservasi satwa dilindungi itu dengan jenis kelamin jantan dan berusia masih remaja diperkirakan satu hingga satu setengah tahun.

Dari hasil pemeriksaan, kematian orang utan tersebut murni karena terseret banjir. Diperkirakan orang utan tersebut terjatuh setelah pohon tempatnya bersarang tumbang akibat banjir.

“Saat ditemukan, kondisi tubuh orang utan gembung, diduga karena tertelan air. Apalagi orang utan bukan tipikal hewan yang bisa berenang. Kesepakatan bersama masyarakat, bangkai orang utan tersebut langsung dikubur,” kata Ali Sadikin.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments