Friday, April 12, 2024
HomeBerita Nasional8 Anak Jadi Korban Konten Porno yang Dijual Lintas Negara

8 Anak Jadi Korban Konten Porno yang Dijual Lintas Negara

Media Indo Pos,Jakarta – Polisi menemukan ribuan konten video dan foto porno anak dari tersangka HS. Dari ribuan konten tersebut, delapan orang teridentifikasi merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Kasat Reskrim Polresta Bandara Soekarno-Hatta Kompol Reza Fahlevi menyebut delapan orang anak di bawah umur menjadi korban konten porno. Para korban semuanya laki-laki dengan usia 12-16 tahun.

“Dari anak yang satu, kemudian pelaku coba untuk ke anak yang lain, coba lagi ke anak yang lain, coba lagi, coba lagi. Hingga akhirnya dalam pendalaman tim penyidik diketahui sebanyak delapan orang anak yang sudah pernah menjadi korban kejahatan seksual oleh pelaku,” ungkap Reza dalam konferensi pers di Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu (24/2/2024).

Reza juga mengatakan, dalam mengungkap kasus ini, pihaknya terus melakukan analisis dengan bekerja sama tim forensik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya.

“Analisa forensik dengan teman-teman dari Laboratorium Forensik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya, kita pastikan bahwa video-video itu diproduksi di Indonesia, hingga akhirnya kita berhasil mengurai korban dan mendalami apa sih modusnya pelaku,” jelas Reza.

Iming-iming Beri Gift Game Online
Polisi mengungkap modus jaringan pembuat konten porno anak dalam merekrut anak-anak. Para korban direkrut melalui komunitas grup game online Free Fire dan Mobile Legends.

“Berawal dari perkenalan di salah satu media sosial. Korban yang masih di bawah umur memiliki akun media sosial tergabung dalam satu komunitas grup game online. Di situ korban bertemu dan dalam satu grup komunitas game online Free Fire dan Mobile Legends,” ujar Reza.

Awalnya, pelaku masuk ke dalam komunitas grup game online kemudian mengajak korban untuk main bareng alias mabar. Di situlah pelaku melancarkan akal bulusnya dengan memberikan gift-gift ke akun game online korban.

“Dalam prosesnya, pelaku mencoba mengajak korban untuk ‘mabar’, main bareng. Kemudian mereka main bareng, mulai sering berinteraksi melalui kolom chat, setelah sering bermain bersama, pelaku mulai memberikan gift, memberikan chip, memberikan skin kepada anak korban,” papar Reza.

Selain itu, polisi terus melakukan penyelidikan terhadap jumlah video yang dibuat pelaku kepada korban. Dari hasil penyelidikan, polisi menemukan ribuan foto hingga video yang menampilkan anak di bawah umur tersebut.

“Kita rinci di sini ada 1.245imagefoto dan 3.870 video,” ucap Reza.

Konten porno ini kemudian dijual oleh tersangka melalui aplikasi Telegram. Dari kejahatan ini, tersangka meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments