Wednesday, April 17, 2024
HomeHukum & Kriminal7 Fakta Pembunuhan Wanita Terbungkus Selimut Dilatari Persoalan Asmara

7 Fakta Pembunuhan Wanita Terbungkus Selimut Dilatari Persoalan Asmara

Media Indo Pos,Bogor – Polisi mengungkap kasus pembunuhan wanita yang jasadnya terbungkus selimut di Banjar, Jawa Barat. Tiga orang ditangkap dan telah ditetapkan sebagai tersangka. Dari hasil penyelidikan polisi terungkap, korban bernama Indriana Dewi Eka Saputri (24) ini ternyata dibunuh di Jalan Bukit Pelangi, Babakanmadang, Kabupaten Bogor. Pembunuhan ini dilatari persoalan asmara.

Pembunuhan ini diotaki oleh pasangan kekasih asal Jakarta. Mereka menyewa pembunuh bayaran Rp 50 juta untuk mengeksekusi korban. Seperti diketahui, mayat Indriana ditemukan di ditemukan oleh seorang pesepeda di tikungan Batu Gajah pinggir Jalan Raya Banjar-Cimaragas Ciamis, Kota Banjar, Jawa Barat, Minggu (25/2/2024).

Pada saat ditemukan kondisi mayat telah membusuk dan mengeluarkan bau menyengat, kedua tangan terikat ke depan. Mayat masih berpakaian lengkap dan terbungkus selimut. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan menangkap tiga tersangka. Dua orang pelaku di antaranya merupakan pasangan kekasih.

1. Tiga Tersangka Pembunuhan Ditangkap
Jajaran Ditreskrimum Polda Jawa Barat bergerak cepat menyelidiki penemuan mayat terbungkus selimut tersebut. Dari hasil penyelidikan polisi, tiga tersangka ditangkap, terdiri atas dua orang laki-laki dan satu orang perempuan.

“Dari situ kita mendapatkan (menangkap) tiga orang pelaku. Satu inisial DA, kemudian DP, dan MR. Semuanya asal Jakarta,” kata Dirkrimum Polda Jabar Kombes Surawan saat ditemui ketika olah TKP di lokasi pembunuhan wanita berselimut di Bogor, Jumat (1/3).

2. Pembunuhan Diotaki Pasangan Kekasih
Kombes Surawan mengungkapkan pembunuhan itu diotaki oleh pasangan kekasih, laki-laki inisial DA dan wanita inisial DP. Adapun, tersangka MR adalah eksekutor.

“Peran pelaku perempuan (DP) ini adalah yang meminta para pelaku untuk melakukan pembunuhan terhadap korban. Jadi DA dan DP adalah sepasang kekasih, tetapi korban juga kekasih dari DA. Jadi empat orang ini memang saling kenal,” kata Surawan.

“Otak pelakunya adalah DA dan DP, keduanya sepasang kekasih, kemudian eksekutornya adalah MR,” tambahnya.

3. Dilatarbelakangi Cinta Segitiga
Polisi mengungkapkan motif pembunuhan dilatarbelakangi cinta segitiga. Tersangka DP cemburu karena kekasihnya, DA menjalin hubungan asmara dengan korban Indriana.

“Kira-kira seperti itu (cinta segitiga). Jadi karena cemburu kemudian melakukan ini,” imbuhnya.

Sementara itu, Kanit 1 Ranmor Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar AKP Luhut Sitorus mengatakan awalnya DA berpacaran dengan DP. Akan tetapi, DA juga menjalin hubungan pacaran dengan korban sejak 7 bulan terakhir.

“Awal pacaran dengan DP, kemudian 7 bulan terakhir pacaran sama korban. Kemudian pelaku DA mau kembali lagi ke pacarnya yang ini (tersangka DP), tapi perempuan ini bilang ‘Saya nggak mau kalau dia masih ada di dunia ini’,” kata Luhut.

“Terserah mau kau bunuh, mau apa, saya nggak mau dia ada di dunia ini,” imbuh Luhut menirukan ucapan DP.

4. Sejoli Sewa Pembunuh Bayaran
Untuk melancarkan aksi pembunuhan itu, tersangka DA dan DP menyewa pembunuh bayaran yakni tersangka MR. MR dijanjikan bayaran Rp 50 juta untuk mengeksekusi korban.

“Pelaku MR memang sempat dijanjikan dibayar. Kesepakatan dibayar ada, dijanjikan Rp 50 juta,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Surawan di Bogor, Jumat (1/3/2024).

5. Pelaku Rampas Barang Mewah usai Bunuh Korban
Setelah melakukan pembunuhan tersebut, para pelaku merampas barang-barang mewah milik korban. Barang-barang korban itu kemudian dijual dan uangnya digunakan untuk membayar pembunuh bayaran.

“Sudah diberikan bayarannya (kepada eksekutor), mungkin dari penjualan barang-barang milik korban. Barangnya itu jam Rolex, tas merek LV, kemudian handphone,” kata Surawan.

“Kalau mobil yang mereka gunakan mobil rental,” imbuhnya.

Surawan menyebut korban merupakan pegawai sebuah perusahaan di Jakarta. Barang milik korban didapat dari hasil bekerja sebagai broker. “Memang dia itu orang berada juga, kan bekerja jadi broker (trading). Sebetulnya korban ini (keluarganya) orang biasa juga, orang tuanya juga tinggal di rumah petak, cuma mungkin ada banyak tambahan dari hasil kerjanya,” kata Surawan.

“Para pelaku juga pegawai, cuma berbeda tempat,” imbuhnya.

6. Jasad Korban Dibawa Keliling 4 Hari
Dirkrimum Polda Jawa Barat Kombes Surawan mengungkapkan korban Indriana dibunuh di Babakanmadang, Kabupaten Bogor, pada Rabu (20/2) sekitar pukul 18.30 WIB. Setelah korban tewas, para tersangka membawa jasad korban berkeliling selama 4 hari hingga akhirnya dibuang di Kota Banjar, Jawa Barat.

“(Jasad korban) dibawa oleh pelaku kurang lebih selama empat hari. Menggunakan mobil,” kata Surawan di Bogor, Jumat (1/3).

Seusai pembunuhan, kata Surawan, para pelaku membawa jasad korban ke Jakarta dan sempat menginap. Keesokan harinya, para pelaku membawa jasad korban hingga akhirnya dibuang di Kota Banjar, Jawa Barat.

“Mereka ingin membuang mayat (korban) itu di tempat yang aman, sehingga dibawa keliling sampai dengan Cirebon dan Kuningan. Di Kuningan mobilnya sempat mogok, sehingga kemudian di-towing sampai Banjar dan mobil ditaruh di sana, di bengkel,” imbuhnya.

Selama dibawa dalam mobil, jasad korban didudukkan di kursi belakang dengan mulut ditutup masker. Hal itu agar korban dikira sedang tidur jika dilihat orang lain.

“Selama di mobil, korban didudukkan di jok belakang, (mulut) ditutup dengan masker, kemudian seolah-olah dia tidur. Di tengah jalan korban didudukkan di jok belakang karena jok belakang bisa ditidurkan. Ketika mobil di-towing (diderek menuju bengkel), mayat juga ada di dalam mobil,” kata Luhut.

7. Tiga Tersangka Terancam Hukuman Mati
Polisi menetapkan tersangka terhadap pasangan kekasih asal Jakarta berinisial DA, DP, serta eksekutor berinisial MR karena membunuh Indriana Dewi Eka Saputri (24) yang jasadnya ditemukan terbungkus selimut di Banjar, Jawa Barat. Ketiganya dijerat pasal pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati.

“Pelaku dijerat Pasal 340 KUHP, 338 KUHP, dan 365 KUHP ayat 4 dengan ancaman pidana maksimal hukuman mati,” kata Surawan.

Para tersangka disebut melakukan pembunuhan secara terencana. Mereka juga mencari lokasi yang aman untuk melancarkan aksinya. “Mereka melakukan ini secara terencana, kemudian mencari tempat yang aman untuk melakukan pembunuhan,” imbuhnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments