Friday, April 12, 2024
HomeHukum & Kriminal4 Fakta Sejoli Bunuh Indriana Dewi Buntut Cinta Segitiga

4 Fakta Sejoli Bunuh Indriana Dewi Buntut Cinta Segitiga

Media Indo Pos,Jakarta – Polisi mengungkap kasus pembunuhan wanita bernama Indriana Dewi Eka Saputri (24) yang jasadnya terbungkus selimut di Banjar, Jawa Barat. yang diotaki oleh pasangan kekasih asal Jakarta, DA (24) dan DP (25). Fakta-fakta baru pun terungkap terkait kasus itu.

Berdasarkan penyelidikan polisi, Indriana Dewi Eka Saputri ternyata dibunuh di Jalan Bukit Pelangi, Babakanmadang, Kabupaten Bogor. Pembunuhan ini dilatari persoalan asmara. Selain pasangan kekasih, polisi juga telah menangkap eksekutor pembunuhan inisial MR. Eksekutor dibayar total Rp 50 juta untuk melakukan aksinya. Berikut ini fakta-fakta terbaru yang terungkap dalam kasus tersebut:

1. Eksekutor Dibayar 15 Juta dan Iphone
Tersangka MR (24), eksekutor Indriana Dewi Eka Saputri yang mayatnya ditemukan terbungkus selimut di Banjar, Jawa Barat sempat dijanjikan bayaran Rp 50 juta oleh otak pembunuhan, DA (24) dan DP (25). Akan tetapi, MR hanya dibayar Rp 15 juta ditambah handphone merk Iphone.

“Memang ada (bayaran untuk eksekutor). Waktu itu pengakuan dari si DA ini (eksekutor) dibayar 50 juta. Kan aktornya DA dan DP, kemudian DA mencari eksekutor dan dijanjikan uang lah kepada eksekutornya sebanyak 50 juta,” kata Direktur Kriminal Umum Polda Jawa Barat Kombes Surawan usai olah TKP di Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jumat (1/3).

2. Ucapan Keji Pelaku
Kemudian, terungkap fakta ada ucapan keji yang disampaikan oleh pelaku DP terkait korban sebelum pembunuhan itu terjadi. Kanit 1 Ranmor pada Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar AKP Luhut Sitorus menyebut DP tidak mau korban ada di dunia.

“Awal pacaran dengan DP, kemudian 7 bulan terakhir pacaran sama korban. Karena korban sering dugem, pelaku DA mau kembali lagi ke pacarnya yang ini (tersangka DP), tapi perempuan ini bilang ‘saya nggak mau kalau dia masih ada di dunia ini’,” kata Kanit 1 Ranmor pada Direktorat Kriminal Umum Polda Jabar AKP Luhut Sitorus

“Terserah mau kau bunuh, mau apa, saya nggak mau dia ada di dunia ini,” imbuh Luhut menirukan ucapan DP.

3. Mobil Pelaku Sempat Mogok Saat Bawa Mayat Korban
Selain itu, fakta baru lainnya yakin berkaitan dengan kendaraan untuk membawa mayat korban. Mobil para pelaku ternyata sempat mogok saat membawa mayat Indriana.

Diketahui, pada Rabu (21/2) pukul 12.30 WIB, para pelaku membawa mayat korban menuju Pangandaran melalui Tol Cipali. Mayat korban didudukkan di jok belakang dan mulutnya dipakaikan masker seolah-olah sedang tidur.

“Sesampainya di Kabupaten Kuningan, mobil Avanza hitam tersebut mengalami kerusakan, kemudian dinaikan ke atas towing dan diturunkan di Red Doors Hotel Cisaga Indah. Sampai hotel tanggal 22 Februari pukul 06.00 WIB,” kata Dirkrimum Polda Jabar Kombes Surawan, Minggu (3/3).

Kemudian siang harinya, para pelaku menghubungi towing agar mobilnya dibawa ke bengkel yang ada di dekat Tugu Gajah. Mobil tersebut harus ‘menginap’ di bengkel untuk diperbaiki. Kemudian, di tengah malam Jumat (23/2), para pelaku membuang mayat Indriana di dekat Tugu Gajah. Sebelum dibuang, mayat Indriana dibungkus dulu dengan selimut.

4. Salah Satu Pelaku Caleg DPR
Polisi juga mengungkap bahwa salah satu pelaku DP ternyata bukan warga biasa. DP atau Devara Putri ternyata calon legislatif (caleg) DPR RI. Berdasarkan informasi yang diperoleh, DP adalah Devara Putri Prananda. Hal itu dibenarkan oleh Direktur Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Jawa Barat Kombes Surawan. “Iya (namanya Devara Putri Prananda),” katanya saat dikonfirmasi, Minggu (3/3).

Berdasarkan informasi di situs infopemilu.kpu.go.id, Devara Putri Prananda terdaftar sebagai caleg dari Partai Garuda di dapil Jawa Barat IX meliputi Kabupaten Majalengka, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Sumedang.

Koordinator Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Partisipasi Masyarakat KPU Provinsi Jawa Barat Hedi Ardia membenarkan nama Devara Putri Prananda terdaftar sebagai caleg DPR di wilayah itu.

“Betul,” katanya.

Waketum Partai Garuda Teddy Gusnaidi mengatakan nama Devara Putri Prananda memang terdaftar sebagai caleg di partainya. Namun dia mengaku tak mengenali langsung sosok Devara.

“Secara nama ya sama, tapi saya tidak tahu apakah itu orang yang sama, karena tidak kenal secara langsung,” kata Teddy kepada wartawan.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments