Friday, April 19, 2024
HomeBerita NasionalFakta-fakta Puluhan Kamar Kos di Denpasar Terbakar

Fakta-fakta Puluhan Kamar Kos di Denpasar Terbakar

Media Indo Pos,Denpasar – Puluhan kamar kos di Jalan Sear Sari, Kesiman Kertalangu, Denpasar, Bali, terbakar, siang kemarin. Puluhan penghuni kos terpaksa mengungsi, tanpa satu pun barang yang bisa diselamatkan.

Selain puluhan kamar kos, beberapa rumah semi permanen dan warung warga di sekitar lokasi juga ludes terbakar. Sampai saat ini, polisi masih menyelidiki penyebab kebakaran mengerikan itu. Berikut fakta-fakta peristiwa itu.

Kebakaran di Siang Bolong
Kebakaran yang melanda kawasan itu terjadi pada pukul 11.45 Wita, Minggu (3/3/2024). Kebakaran pada siang bolong itu, terjadi saat cuaca di Denpasar sedang terik.

“Telah terjadi peristiwa kebakaran terhadap beberapa unit warung dan tempat kos dengan bangunan semipermanen di Jalan Sekar Sari Nomor 3,” kata Kasi Humas Polresta Denpasar AKP I Ketut Sukadi dalam keterangannya.

Sukadi mengatakan 15 unit mobil Pemadam Kebakaran (Damkar) BPBD Kota Denpasar mulai datang di lokasi dan mulai berupaya memadamkan api sekitar 15 menit setelah peristiwa itu terjadi. Dua jam kemudian, api berhasil dipadamkan petugas.

Tak Ada Korban Jiwa
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. BPBD mendata kebakaran menghanguskan 24 kamar kos milik Ni Luh Nency Lorenza, lima kamar kos milik Sapri, satu warung nasi, satu konter handphone, satu warung sembako, dan satu motor Honda Beat milik salah satu penghuni kos.

Selain itu, barang berharga dan surat-surat penting milik para penghuni juga hangus.

“Nihil korban jiwa dalam peristiwa dimaksud, kerugian hanya berupa materi. Untuk nominal kerugian belum bisa diperkirakan,” kata Sukadi.

Api Diduga dari Korsleting Listrik
Musibah itu diketahui kali pertama oleh saksi bernama Sapri (67), warga Desa Kesiman Kertalangu, pukul 11.30 Wita. Dia mengaku melihat kepulan asap di sekitar lokasi kejadian.

Penasaran, Sapri mendekat ke lokasi kepulan asap yang ternyata berasal dari kamar kos yang ditempati seseorang bernama Akong. Namun, Sapri tidak melihat ada Akong di kamar kosnya. Hanya sebuah kabel yang terkelupas dengan percikan listrik.

Tak hanya di kamar kos Akong. Sapri juga melihat kepulan asap dari kamar kos Ni Luh Nency Lorenza (27). Melihat banyak kepulan asap, Sapri lalu meminta bantuan warga sekitar. “Saksi berteriak minta tolong untuk memberitahukan kepada warga sekitar lokasi kejadian bahwa telah terjadi kebakaran,” katanya.

Sapri dan warga lainnya sempat berupaya memadamkan api dengan alat seadanya. Namun, upaya tak membuahkan hasil dan api semakin membesar. Setelah itu, barulah Sapri meminta bantuan petugas pemadam kebakaran.

Polisi menduga kebakaran itu terjadi karena arus pendek listrik. Namun, penyebab pasti kejadian itu masih dalam penyelidikan.

83 Orang Mengungsi
Dampak dari kebakaran itu, sebanyak 83 orang terpaksa mengungsi. Mereka ditampung di musala terdekat Perbekel Kesiman Kertalangu I Made Suena mengungkapkan 83 korban kebakaran untuk sementara diungsikan ke musala terdekat. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

“Untuk penyebab pasti kebakarannya kami belum mengetahui. Sumber api berasal dari rumah semipermanen di belakang dan api cepat sekali menyala,” terang Suena saat ditemui di lokasi kebakaran, Minggu.

Salah satu korban adalah Nurul Hasanah. Perempuan asal Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), yang telah menetap lima tahun di salah satu kamar kos yang terbakar tersebut.

Nurul mengungkapkan tak ada satu pun barang berharga yang bisa diselamatkan. Mulai dari uang tunai hingga simpanan perhiasan emas. Total kerugian yang dialami Nurul keluarganya mencapai sekitar Rp 100 juta.

“Tidak ada (barang) yang bisa diselamatkan. Cuma sehelai baju di badan saja sama anak,” ungkap Nurul.

Nurul menuturkan saat kebakaran itu dia tengah memasak untuk persiapan acara tahlilan. Lokasi kamar kosnya tak begitu jauh dari sumber api yang berasal dari salah satu kamar kos lain.

Menurutnya, peristiwa itu terjadi begitu cepat. Seluruh penghuni kos, termasuk Nurul dan suaminya, langsung berhamburan keluar kamar ketika mengetahui api mulai melahap bangunan kos-kosan.

Meskipun tak bisa menyelamatkan barang berharga, Nurul mengaku bersyukur dia dan keluarganya dapat keluar dengan selamat tanpa mengalami luka. Dia berencana untuk sementara waktu menumpang di tempat tinggal saudara.

“(Pasca kebakaran) Menumpang dulu dan kalau sudah jadi (bangunannya) ke sini lagi,” ujar Nurul.

Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Denpasar I Gusti Ayu Laxmy Saraswaty merinci dari 83 korban kebakaran terdapat lima balita, 73 dewasa, dan lima remaja.

Sejauh ini Dinsos sudah melakukan asesmen terhadap para korban terdampak kebakaran. Sebagian besar korban adalah pendatang dari luar Bali. Hanya dua yang ber-KTP Bali.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments