Wednesday, April 17, 2024
HomeInternationalWorldPria di Jerman Vaksin COVID-19 Sampai 217 Kali, Ini yang Terjadi

Pria di Jerman Vaksin COVID-19 Sampai 217 Kali, Ini yang Terjadi

Media Indo Pos,Jakarta – Vaksinasi adalah salah satu cara melindungi diri dari infeksi virus COVID-19. Ahli kesehatan merekomendasikan dua kali vaksin utama dan booster sebagai upaya pencegahan virus COVID-19. Tapi apa jadinya jika ada yang sampai nekat vaksin COVID-19 ratusan kali?

Seorang pria berusia 62 tahun di Jerman telah divaksinasi COVID-19 sebanyak 217 kali. Para dokter mendokumentasikan temuannya ini di jurnal The Lancet Infectious Disease.

“Kami mengetahui kasusnya melalui artikel surat kabar. Kami kemudian menghubunginya dan mengundangnya untuk menjalani berbagai tes di Erlangen. Dia sangat tertarik melakukannya,” kata Dr Kilian Schober, dari departemen mikrobiologi Erlangen-Nuremberg University.

Diberitakan, pria yang tidak disebutkan namanya itu dilaporkan menerima 217 vaksin COVID antara Juni 2021 sampai November 2023. Dari jumlah tersebut, 134 dikonfirmasi oleh jaksa dan melalui dokumentasi pusat vaksinasi; 83 sisanya dilaporkan sendiri.

Berdasarkan riwayat imunisasinya, pria tersebut mendapatkan vaksin COVID pertamanya pada Juni 2021. Dia mendapat 16 suntikan pada tahun itu di pusat-pusat vaksinasi di negara bagian timur Saxony.

Ia meningkatkan upayanya pada tahun 2022, menyingsingkan lengan bajunya untuk melakukan imunisasi di lengan kanan dan kirinya hampir setiap hari di bulan Januari, dengan total 48 suntikan di bulan itu.

Kemudian dia melanjutkan: 34 kali vaksin di bulan Februari dan enam vaksin lagi di bulan Maret. Sekitar waktu ini, anggota staf Palang Merah Jerman di kota Dresden menjadi curiga dan mengeluarkan peringatan ke pusat vaksinasi lainnya, mendorong mereka untuk memanggil polisi jika mereka melihat pria tersebut lagi.

Jaksa penuntut umum di Magdeburg membuka penyelidikan terhadap pria tersebut karena mengeluarkan kartu vaksinasi tanpa izin dan pemalsuan dokumen, tetapi tidak mengajukan tuntutan pidana, menurut penelitian tersebut.

Pria tersebut tidak melaporkan efek samping apa pun terkait vaksin dan belum mengalami infeksi COVID hingga saat ini, sebagaimana dibuktikan dengan pengujian antigen dan PCR berulang kali antara Mei 2022 dan November 2023. Para peneliti mengingatkan bahwa tidak jelas apakah status COVID-nya secara langsung disebabkan oleh dari rejimen hipervaksinasinya.

Kilian Schober, penulis senior studi ini dan peneliti di Universitas Friedrich-Alexander Erlangen-NĂĽrnberg, mengatakan penting untuk diingat bahwa ini adalah studi kasus individual, dan hasilnya tidak dapat digeneralisasikan. Para peneliti juga mengatakan mereka tidak mendukung hipervaksinasi sebagai strategi untuk meningkatkan kekebalan.

“Manfaatnya tidak jauh lebih besar jika Anda mendapatkan vaksinasi tiga kali atau 200 kali,” kata Schober.

Para peneliti menganalisis kimia darahnya, dan tidak menunjukkan kelainan terkait dengan hipervaksinasi yang dilakukannya. Mereka juga mengamati berbagai penanda untuk mengevaluasi bagaimana sistem kekebalan adaptifnya berfungsi, menurut penelitian tersebut.

Pada penyakit kronis, seperti HIV dan hepatitis B, sel-sel kekebalan tubuh dapat menjadi lelah karena sering terpapar patogen tersebut dan kehilangan kemampuan untuk melawannya secara efektif, kata Schober. Secara teori, hipervaksinasi dapat menimbulkan efek serupa.

Namun, bukan itu yang ditemukan para peneliti. Vaksinasi berlebihan dalam kasus ini meningkatkan kuantitas (jumlah sel T dan produk sel B) tetapi tidak mempengaruhi kualitas sistem kekebalan adaptif, menurut penelitian tersebut.

“Pengamatan bahwa tidak ada efek samping nyata yang dipicu meskipun telah dilakukan hipervaksinasi yang luar biasa ini menunjukkan bahwa obat tersebut memiliki tingkat tolerabilitas yang baik,” kata Schober.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments