Friday, April 12, 2024
HomeBerita JatimPenjelasan Puskesmas Soal Kepala Bayi Tertinggal Dalam Rahim

Penjelasan Puskesmas Soal Kepala Bayi Tertinggal Dalam Rahim

Media Indo Pos,Bangkalan – Puskesmas Kedungdung Bangkalan buka suara soal kejadian kepala bayi asal Desa Panpajung, Modung, yang tertinggal di rahim ibunya, Mukarromah (25). Kejadian ini terjadi saat proses lahiran yang dilakukan bidan puskesmas.

Melalui Kuasa Hukumnya, Risang Bima Wijaya, puskesmas menampik terjadi malapraktik. Ia menyampaikan, pada Januari 2024, bidan desa sudah menyatakan bahwa janin yang dikandung Mukarromah sudah tak ada detak jantungnya. Namun, sang ibu menyatakan bahwa bayinya itu bergerak.

Lalu pada tanggal 4 Maret 2024 dini hari, pasien kembali datang ke bidan desa karena merasa mau melahirkan. “Sehingga dibuat lah rujukan oleh bidan desa ke Puskesmas Kedungdung. Dalam rujukannya itu sudah ada diagnosa Intrauterine Fetal Death (IUFD) atau kematian janin dalam kandungan, itu dari bidan desa ke puskesmas diagnosanya begitu,” kata Risang kepada awak media, Selasa (12/3/2024)

Atas rujukan tersebut, pihak puskesmas lalu memeriksa pasien sambil menunggu tanggapan rujukan dari RSUD Bangkalan. Hasil pemeriksaan menunjukkan detak jantung si bayi tidak ada, sedangkan tensi darah pasien sangat tinggi yakni mencapai 160-180. Sehingga, harus diberi penanganan untuk menstabilkan tensi agar bisa dilakukan penanganan oprasi secto caesar (sc).

“Tapi, saat proses pemeriksaan dilakukan, si ibu ini sudah mengejan dan ada dokter di sana, ternyata ketika diperiksa sudah terjadi pembukaan lengkap, bokong bayi sudah kelihatan, artinya bayi ini sungsang tapi tidak ada darah di sana, tidak ada air ketuban,” bebernya.

Pihak puskesmas tidak bisa langsung melakukan rujukan dalam kondisi tersebut. Sebab, ibu dalam kondisi kejang bisa berisiko meninggal dunia di jalan. Sehingga, bidan dan tim berupaya segera mengeluarkan janin dari dalam perut. “Karena khawatir terjadi kejang, tidak bisa langsung dirujuk karena bisa meninggal di tengah jalan,” tegasnya.

“Apalagi, ada dua lilitan di leher bayi yang perlu dipotong untuk melepas bayi yang sungsang. Ternyata, tali ari-arinya sudah rapuh, sudah cokelat dan tidak ada darah, kondisi bayi sudah melepuh, istilah kedokterannya itu maserasi,” imbuhnya.

Ia menegaskan, penanganan yang dilakukan puskesmas sudah sesuai prosedur penangan bayi sungsang. Namun, karena kondisi janin mulai membusuk saat ditarik, bayi itu terlepas dari rahangnya hingga kepala sang bayi tertinggal di rahim ibu.

“Ketika ditarik menggunakan alat ternyata terlepas dari rahangnya karena kondisi itu sudah membusuk, tidak ada darah dan air ketuban di sana, bukan digunting (leher bayi),” jelasnya.

“Nah di situ akhirnya dirujuk untuk mengeluarkan kepala ke RSIA Glamour Husada terdekat,” tandasnya.

Sebelumnya, keluarga Mukarromah melaporkan pihak puskesmas atas dugaan malapraktik. Mereka menilai, pihak puskesmas memaksa Mukarromah yang mengandung bayi dengan kondisi sungsang untuk melahirkan normal dan tidak memberi rujukan ke RS. Ini berujung kepala bayi Mukarromah tertinggal dalam rahim.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments