Wednesday, April 24, 2024
HomeInternationalWorldPutin Ancam Balas Serangan Ukraina Saat Pilpres

Putin Ancam Balas Serangan Ukraina Saat Pilpres

Media Indo Pos,Moskow – Presiden Rusia Vladimir Putin menjanjikan respons militer tegas terhadap rentetan serangan yang dilancarkan Ukraina di perbatasan negaranya saat pilpres berlangsung. Putin menyebut serangan Kyiv itu sebagai upaya menggagalkan upayanya untuk terpilih kembali dalam pilpres.

Seperti dilansir dari AFP, Sabtu (16/3/2024), pernyataan itu disampaikan Putin saat berbicara di hadapan Dewan Keamanan Rusia pada Jumat (15/3), atau hari pertama dari total tiga hari pemungutan suara dalam pilpres Rusia tahun ini. Pemungutan suara digelar sejak 15 Maret hingga 17 Maret besok.

Selain digelar di wilayah Rusia, pemungutan suara juga dilakukan di wilayah-wilayah Ukraina yang diduduki pasukan Moskow. Putin diprediksi menang mudah dengan tidak adanya capres dari oposisi yang mencalonkan diri.

Rentetan serangan drone dan roket dari Ukraina menghujani wilayah perbatasan Rusia selama pilpres berlangsung. Kementerian Pertahanan Rusia melaporkan pasukannya berhasil menembak jatuh lima drone dan sembilan roket di wilayah perbatasan Belgorod dan wilayah Kaluga, sebelah barat daya ibu kota Moskow.

Putin, dalam pernyataannya, menjanjikan respons keras terhadap gelombang serangan udara Ukraina di wilayah perbatasan Belgorod dan Kursk, yang juga menjadi lokasi pertempuran sengit dalam beberapa hari terakhir dengan kelompok sabotase pro-Kyiv.

“Serangan-serangan musuh ini tidak akan luput dari hukuman,” tegas Putin dalam pernyataan yang disiarkan televisi pemerintah Rusia.

“Ini merupakan upaya untuk mengganggu pemilihan presiden,” sebut pemimpin Rusia berusia 71 tahun ini.

Kendati demikian, Putin juga menegaskan bahwa serangan-serangan Ukraina itu tidak akan menghambat pelaksanaan pilpres di Rusia, dan justru akan semakin mengkonsolidasikan rakyat.

“Serangan-serangan ini, yang tidak ada gunanya dari sudut pandang militer dan merupakan tindak kriminal dari sudut pandang kemanusiaan, seperti telah dikatakan, bertujuan untuk menghalangi pemilihan presiden di Rusia. Saya yakin rakyat kita akan merespons hal ini dengan lebih melakukan konsolidasi,” ucapnya.

“Siapa yang ingin mereka intimidasi? Rakyat Rusia? Rakyat multi-etnis Rusia?” tanya Putin seperti dikutip dari TASS.

Putin telah berkuasa di Rusia sejak tahun 1999 silam, dan diperkirakan akan memperpanjang kekuasaannya hingga tahun 2030 mendatang. Dia akan menjabat Presiden Rusia selama enam tahun ke depan jika memenangkan pilpres tahun ini.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments