Wednesday, April 17, 2024
HomeInternationalWorldPBB: Kekacauan di Haiti Bak Film 'Mad Max'

PBB: Kekacauan di Haiti Bak Film ‘Mad Max’

Media Indo Pos,Port-au-Prince – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyampaikan penilaian yang mengerikan soal kekacauan yang kini menyelimuti Haiti. Digambarkan PBB bahwa situasi di negara itu “nyaris seperti adegan dalam film ‘Mad Max'” yang menggambarkan masa depan pasca-apokaliptik penuh kekerasan dan tanpa hukum.

Seperti dilansir dari AFP, Senin (18/3/2024), penilaian itu disampaikan oleh Direktur Eksekutif badan anak-anak PBB, UNICEF, Catherine Russell, saat berbicara dalam talk show televisi CBS berjudul “Face the Nation” pada Minggu (17/3) waktu setempat.

“Haiti adalah situasi yang mengerikan,” ujar Russell dalam wawancara tersebut.

“Banyak sekali orang di sana yang mengalami kelaparan dan kekurangan gizi yang parah dan kami tidak bisa mendapatkan bantuan yang cukup untuk mereka,” ujarnya, sembari menambahkan bahwa geng-geng kriminal menguasai sebagian besar ibu kota Port-au-Prince serta ruas jalanan utama.

Russell bahkan menyebut situasi di Haiti saat ini merupakan “yang terburuk yang pernah terjadi dalam beberapa dekade terakhir”.

“Ini hampir seperti adegan di ‘Mad Max’. Tampaknya seperti itu,” ucapnya merujuk pada film tahun 1979 silam, yang menceritakan soal dunia penuh kehancuran dengan seorang polisi bertekad membalas dendam pada geng motor kejam yang membunuh keluarganya.

Haiti, yang dilanda kekeringan, bencana alam, dan lemahnya pemerintahan, menurut laporan terbaru PBB, telah mengalami “hampir tidak berfungsinya layanan-layanan dasar”.

Situasi itu membuat jutaan orang menjadi rentan ketika negara itu menunggu pembentukan dewan pemerintahan transisi untuk mengambil alih kekuasaan setelah Perdana Menteri (PM) Ariel Henry mengumumkan pengunduran diri di bawah tekanan.

Tantangan yang dihadapi para relawan kemanusiaan asing, dengan beberapa diserang atau diculik demi uang tebusan, menjadi sorotan pada Sabtu (16/3) waktu setempat ketika geng-geng kriminal menjarah pasokan kiriman UNICEF untuk ibu dan anak-anak yang menderita di Haiti.

“Hari ini, kontainer UNICEF, yang berisi pasokan penting untuk kesehatan ibu melahirkan, bayi baru lahir dan anak-anak, dijarah di pelabuhan utama Port-au-Prince. Insiden ini terjadi pada masa-masa kritis ketika anak-anak sangat membutuhkannya,” demikian pernyataan UNICEF cabang Haiti pada Sabtu (16/3).

Haiti diguncang kekacauan dan kekerasan bersenjata selama dua pekan terakhir yang didalangi oleh geng-geng kriminal setempat yang ingin menggulingkan Henry dari jabatan PM. Geng-geng itu bertindak brutal dan bersenjata lengkap, dengan jumlahnya membengkak setelah dua penjara dibobol untuk membebaskan ribuan narapidana.

Pada Minggu (17/3) waktu setempat, pemberlakuan jam malam diperpanjang hingga Rabu (20/3) mendatang, terutama Ouest Departemen yang merupakan wilayah yang mencakup ibu kota Port-au-Prince. Penetapan masa darurat di negara itu akan berakhir pada 3 April mendatang.

Sementara itu, berbagai upaya terus dilakukan untuk mengorganisir misi keamanan yang dipimpin Kenya untuk mendukung pasukan kepolisian di Haiti.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments