Friday, April 12, 2024
HomeBerita NasionalErick Thohir Usulkan PMN BUMN 2 Tahun Berturut-turut Rp 57,8 Triliun

Erick Thohir Usulkan PMN BUMN 2 Tahun Berturut-turut Rp 57,8 Triliun

Media Indo Pos,Jakarta – Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir meminta persetujuan dari Komisi VI DPR RI terkait usulan Penyertaan Modal Negara (PMN) 2024 dan 2025. Erick mengatakan usulan PMN 2024 sebesar Rp 13,6 triliun dan 2025 Rp 44,2 triliun, atau totalnya Rp 57,8 triliun.

Erick merinci PMN 2024 berasal dari cadangan pembiayaan investasi yang akan digunakan, mulai dari PT Kereta Api Indonesia (Persero) untuk pengadaan kereta melalui retrofit dan pembelian kereta baru Rp 2 triliun.

“PT Hutama Karya tol Palembang-Betung Rp 1,6 triliun, Reasuransi Indonesia Utama untuk penguatan permodalan Rp 1 triliun, Pelni untuk pembelian 3 kapal perintis Rp 3 triliun, INKA untuk peningkatan kapasitas dan produksi Rp 2 triliun, ID Food penguatan modal Rp 1 triliun dan IFG penguatan permodalan penjaminan KUR Rp 3 triliun,” kata Erick dalam rapat dengan Komisi VI DPR RI, Gedung DPR RI Jakarta Pusat, Selasa (19/3/2024).

Kemudian Erick juga mengusulkan PMN 2025 sebesar Rp 44,2 triliun untuk 16 BUMN. Erick mengatakan rencana PMN 2025 disusun demi keberlanjutan program yang juga berkaitan dengan penugasan dari pemerintah.

“Untuk PMN 2025, sebagian besar 69% adalah penugasan Rp 30,4 triliun di mana di situ penugasan HK, ASABRI, PLN, KAI, Perumnas dan lain lain. (Sebesar) 27% Rp 11,8 triliun untuk pengembangan usaha Biofarma, Danareksa, PT PP dan lain-lain, ada 4% untuk restrukturisasi seperti yang disampaikan WIKA,” kata Erick.

Secara rinci, PMN 2025 sebesar Rp 44,2 triliun akan digunakan untuk Hutama Karya Rp 13,8 triliun, ASABRI untuk perbaikan permodalan Rp 3,6 triliun, PT PLN (Persero) untuk program listrik desa Rp 3 triliun, PMN untuk IFG Rp 3 triliun.

Kemudian, PMN untuk PELNI pengadaan kapal baru Rp 2,5 triliun, Biofarma Rp 2,2 triliun, Adhi Karya Rp 2,09 triliun, Wijaya Karya Rp 2 triliun, Len Industri Rp 2 triliun, Danareksa Rp 2 triliun, PT KAI Rp 1,8 triliun, ID Food Rp 1,6 triliun, PT PP Rp 1,5 triliun, Perum DAMRI Rp 1 triliun, Perumnas Rp 1 triliun, INKA Rp 976 miliar.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments