Wednesday, April 17, 2024
HomeInternationalWorldParis Kerahkan Personel Tambahan Usai Serangan ke Kantor Polisi

Paris Kerahkan Personel Tambahan Usai Serangan ke Kantor Polisi

Media Indo Pos,Paris – Pasukan keamanan dikerahkan dalam jumlah besar di pinggiran Paris, ibu kota Prancis, menyusul serangan terhadap kantor polisi di dekat lokasi utama Olimpiade musim panas ini. Puluhan orang menyerang kantor polisi tersebut setelah kematian seorang remaja dalam pengejaran polisi.

Seperti dilansir dari AFP, Selasa (19/3/2024), serangan terhadap kantor polisi di pinggiran La Courneuve itu terjadi pada Minggu (17/3) malam. Beberapa hari sebelumnya, seorang remaja yang mengendarai moped — sepeda motor kecil berpedal — tewas saat polisi melakukan pengejaran dengan mobil.

“Sekitar 50 orang menyerang kantor polisi di La Courneuve, sebagian besar menggunakan mortir kembang api,” ucap Kepala Kepolisian Paris, Laurent Nunez.

Sembilan orang ditangkap terkait serangan terhadap kantor polisi tersebut. Sejumlah video yang beredar di media sosial menunjukkan sekelompok orang menembakkan kembang api ke arah fasad gedung kantor polisi tersebut. Kepolisian mengatakan bahwa para pelaku penyerangan juga melemparkan bebatuan dan bom molotov.

Setelah meminta bantuan, pihak kepolisian merespons dengan granat sting-ball, gas air mata, dan proyektil flash-ball, yang digunakan oleh polisi antihuru-hara sebagai alternatif selain senjata api. Nunez menyebut insiden itu berlangsung sekitar 30 menit.

Kantor polisi yang diserang tidak mengalami kerusakan. La Courneuve terletak di pinggiran utara Paris, tepatnya di area Seine-Saint-Denis yang menjadi lokasi digelarnya Olimpiade, termasuk stadion Stade de France yang menjadi andalan.

“Kita bisa mengaitkan serangan ini dengan kematian itu,” ucap Nunez, merujuk pada kematian seorang remaja berusia 18 tahun bernama Wanys R pada Rabu (13/3) pekan lalu.

“Anak-anak muda itu jelas berasal dari lingkungan yang sama (dengan tempat tinggal Wanys),” imbuhnya.

Salah satu pemuda setempat mengatakan kepada media pada Senin (18/3) waktu setempat bahwa: “Kami melakukan ini untuk menuntut keadilan bagi Wanys”.

Nunez menyebut para tersangka yang ditangkap terdiri atas tujuh warga dewasa berusia 18-21 tahun dan dua anak di bawah umur.

Dia juga menyebut bahwa dua personel kepolisian setempat mengalami “luka ringan” akibat serangan tersebut.

Menyusul situasi tersebut, Nunez menyatakan bahwa personel kepolisian tambahan akan dikerahkan ke area tersebut. Dia menegaskan bahwa kepolisian tidak akan membiarkan “kekerasan urban” menyebar luas.

Wali Kota Courneuve, Gilles Poux, mengatakan kepada wartawan bahwa “yang kita perlukan untuk mengembalikan ketenangan adalah transparansi” soal apa yang sebenarnya terjadi pada Rabu (13/3) lalu ketika Wanys dikejar polisi setelah menolak berhenti untuk pemeriksaan.

Sebuah video yang beredar luas secara online menunjukkan bagaimana skuternya ditabrak oleh mobil polisi, menewaskannya dan melukai penumpang yang diboncengnya.

Pengacara yang mewakili keluarga Wanys menuduh polisi secara sengaja menabraknya. Namun perwakilan kepolisian bersikeras menyebut itu adalah kecelakaan.

Poux mengatakan keluarga Wanys “sangat terpukul” atas kematiannya, namun juga menyampaikan keinginan agar kekerasan lebih lanjut dihindari.

Insiden ini mengingatkan pada insiden Juni tahun lalu, ketika sebuah video yang beredar menunjukkan seorang polisi menembak mati remaja berusia 17 tahun bernama Nahel M. Kematian Nahel memicu kerusuhan di pinggiran Paris dan wilayah-wilayah tertinggal lainnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments