Friday, April 12, 2024
HomeBerita NasionalSatgas Pangan: Stok Beras Aman Sampai Lebaran

Satgas Pangan: Stok Beras Aman Sampai Lebaran

Media Indo Pos,Jakarta – Wakasatgas Pangan Polri Kombes Samsul Arifin memastikan ketersediaan beras mencukupi hingga Idul Fitri 1445 H atau Lebaran 2023. Karena itu, dia meminta masyarakat tak khawatir mengenai stok dan harga beras.

“Hadirin tidak perlu khawatir bahwa stok beras, ini kan beras sangat esensi, stok beras nanti sampai pelaksanaan Lebaran sampai selesai Lebaran aman, baik stok maupun harganya,” kata Samsul Arifin dalam dialog publik bertajuk ‘Memastikan Ketersediaan dan Keterjangkauan Harga Pangan Jelang dan Pasca-Lebaran 2024’ di Hotel Grandhika, Jakarta Selatan, Rabu (27/3/2024).

Satgas terus memantau ketersediaan bahan pokok dari hulu hingga hilir. Soal ketersediaan bahan pokok ini merupakan arahan dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo.

“Bapak Kapolri itu sangat detail. Kalau Kasatgas lapor tentang kondisi pangan gitu ya, itu sangat detail. ‘Beras, berapa lama beras dari ketika dipanen sampai ke konsumen’, itu kita juga dihitung,” ungkapnya.

Wadirtipideksus Bareskrim Polri itu menyebut pihaknya turun langsung kelapangan dan meninjau kegiatan petani untuk memastikan ketersediaan beras di pasaran.

“Kita melakukan pengecekan, mungkin ini agak unik memang. Polri akhirnya turun ke sawah, ngecek ketersediaan pupuk bagaimana distribusi pupuk ini bisa sampai ke petani. Karena ini ternyata juga sangat berpengaruh pemerintah sudah menggelontorkan subsidi pupuk yang luar biasa untuk mendorong produksi pangan kita supaya naik,” ucapnya.

Di sisi lain, dia mengatakan, meski berada di bawah koordinasi Bareskrim Polri, pihaknya tidak menerapkan penegakan hukum sebagai langkah utama. Sebab, kata dia, langkah itu dapat timbulkan efek domino yang berdampak langsung kepada masyarakat.

Karena itu, lanjutnya, Satgas Pangan Polri menggunakan langkah preemtif dan preventif dalam mengawal perihal kestabilan stok dan harga pangan di Indonesia.

“Kalau kita terlalu bergerak ekstrem, melakukan penindakan, itu juga akan berpengaruh. Makanya secara psikologis pasar juga terpengaruh, pelaku usaha juga terpengaruh, akhirnya masyarakat yang ada dirugikan,” jelasnya.

“Sehingga banyak sektor ternyata, tadi diskusi di awal, kalau kita terlalu kok masalah harga nanti akan berimplikasi pada masalah distribusi. Gangguan distribusi juga akan berimplikasi pada harga, ini bolak-balik hukumnya. Yang kita lakukan sekarang adalah menjaga dari hulu ke hilir ini stabil, supply and demand-nya stabil,” ujarnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments