Friday, April 19, 2024
HomeBerita NasionalPemotor Tewas Tersambar KA Sri Tanjung, Teman Selamat Usai Loncat

Pemotor Tewas Tersambar KA Sri Tanjung, Teman Selamat Usai Loncat

Media Indo Pos,Jember – Pengendara motor bernama Andika (18), warga Dusun Jereng Barat, Desa Gugut, Kecamatan Rambipuji, tewas usai motor yang dikendarainya tertabrak KA Sri Tanjung di perlintasan kereta api Dusun Gayam, Desa Rambigundam, Kecamatan Rambipuji. Tubuh korban hancur usai terseret sekitar 300 meter.

Ketua Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rambigundam, Suharyono mengatakan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 09.40 WIB. Saat itu korban naik motor berboncengan dengan temannya bernama Risky Cipta Prasetya.

“Motor itu melaju dari selatan ke utara melintasi perlintasan kereta api tanpa palang pintu. Tidak tolah-toleh (tengok kanan kiri), langsung melintas. Tidak tahu ada kereta api arah dari Jember atau dari arah timur ke barat melintas,” kata Suharyono, Jumat (29/3/2024).

Namun sebelum terjadi benturan, teman korban yang berada di boncengan sempat melompat dari motor. Sehingga teman korban ini selamat.

“Saat itu korban tidak tahu ada kereta lewat. Warga sudah teriak. Teman korban yang dibonceng itu sempat meloncat dari motor. Tapi yang nyetir ini tetap melaju dan langsung tertabrak kereta api,” terang Suharyono.

“Korban terseret kereta api sejauh kurang lebih 300 meter, motornya terlempar ke arah barat dan jatuh di bahu kanan rel sejauh kurang lebih 10 meter,” imbuhnya.

Korban meninggal di lokasi kejadian. Tubuhnya hancur dan terpotong menjadi beberapa bagian. Jenazahnya lalu dievakuasi ke RSD dr Soebandi Jember. “Kata temannya yang selamat, habis beli tiket bus. Tidak tahu sudah beli atau belum. Tapi kalau lihat arah korban menuju perlintasan rel, mungkin sudah beli tiket,” ucap Suharyono.

“Tadi (teman korban) dibawa petugas dari Polsek, mungkin untuk dimintai keterangan. Tadi terlihat syok dan pucat gitu, kasihan,” imbuhnya.

Menurut Suharyono, lokasi kejadian memang perlintasan tak berpalang pintu. Namun di perlintasan itu sudah dilengkapi rambu-rambu lampu isyarat dan alarm. Sayangnya, sudah sekitar tiga tahun lampu dan alarm tersebut mati.

“Rambu-rambu ini sudah lama mati, mungkin lebih 3 tahunan,” ungkapnya.

“Kami berharap ada perhatian agar rambu-rambu ini diperbaiki lagi. Sehingga, meskipun tidak ada palang pintu, masih ada rambu-rambunya,” imbuh Suharyono.

Kanit Reskrim Polsek Rambipuji Bripka Bambang Febri mengatakan, pihaknya telah mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Sejumlah saksi juga sudah dimintai keterangan.

“Selanjutnya untuk jasad korban nantinya akan diperiksa oleh Tim Inafis Polres Jember,” tandasnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments