Friday, April 12, 2024
HomeBerita Nasional30 Keluarga Terdampak Kepulan Asap Kebakaran Gudang Amunisi

30 Keluarga Terdampak Kepulan Asap Kebakaran Gudang Amunisi

Media Indo Pos,Jakarta – Polres Bogor memberikan bantuan tenaga kesehatan kepada warga di sekitar lokasi Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) nomor 6 milik Kodam Jaya yang terbakar semalam. Sebanyak 30 keluarga terdampak kepulan asap kebakaran gudang amunisi tersebut.

“Diperkirakan korban yang yang terkena dampak ledakan tersebut berjumlah 30 keluarga yang berisi 60 orang pria, 30 orang perempuan, dan 10 orang anak-anak dari kepulan asap api yang berkobar,” kata dokter Urkes Polres Bogor, dr Elynda, dalam keterangannya, Minggu (31/3/2024).

Pihaknya juga mengecek kondisi warga di sekitar lokasi kebakaran tersebut. Dengan melakukan pemeriksaan kesehatan, menanggapi keluhan, dan memberikan pengobatan.

“Keslap Polres Bogor tangani korban dengan diperiksa terlebih dahulu dan melakukan pengobatan secara cepat tanggap dengan memeriksa kesehatan, menanggapi keluhan, memberikan obat untuk pengobatan lanjutan,” ujarnya.

Untuk warga yang terdampak tersebut sudah dievakuasi ke tempat lain. Meski demikian, sudah ada beberapa yang kembali ke rumah masing-masing. “Untuk saat ini kami masih memberikan bantuan secara terpantau dalam pengobatan maupun mental,” terangnya.

65 Ton Amunisi Kedaluwarsa Terbakar
Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto menyebutkan ada 65 ton amunisi di Gudang Munisi Daerah (Gudmurah) nomor 6 milik Kodam Jaya yang kebakaran semalam. Amunisi itu terdiri atas berbagai jenis dan ukuran.

“Ada amunisi kaliber kecil dan amunisi kaliber besar, jadi seluruhnya ada 65 ton,” kata Jenderal Agus dalam konferensi pers di Gudmurah, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Agus mengatakan sebenarnya seluruh amunisi tersebut sudah kedaluwarsa dan akan dimusnahkan. Dia menyebutkan pihaknya menunggu langkah lanjutan untuk memusnahkan amunisi kedaluwarsa itu.

“Ya kita akan secepatnya apabila itu sudah terkumpul akan secepatnya diperiksa dan didisposal. Karena kita sedang menunggu tahap-tahap tadi itu, tetapi sebelum waktu disposal sudah meledak karena tadi itu sensitif itu munisi tersebut,” kata Agus Subiyanto.

“Tadi itu 65 ton sisa pengembalian dari satuan-satuan,” sambungnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments