Wednesday, April 24, 2024
HomeBerita NasionalHotman Paris Vs BW di MK Buntut Ngeyel Dibalas 'Hot Men'

Hotman Paris Vs BW di MK Buntut Ngeyel Dibalas ‘Hot Men’

Media Indo Pos,Jakarta – Pengacara Anies Baswedan-Muhaimin Iskandar, Bambang Widjojanto (BW), terlibat saling sindir dengan anggota tim pembela Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Hotman Paris Hutapea. Hotman menganggap BW ngeyel, lalu dibalas dengan pelesetan ‘Hot Men’.

Hal tersebut bermula saat Hotman mengutip pertanyaan dari Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) Arief Hidayat soal pada akhirnya yang digunakan dalam penetapan hasil Pilpres 2024 adalah hasil rekapitulasi manual dan berjenjang oleh KPU. Hotman mempertanyakan mengapa saksi dan ahli dari KPU masih menjawab pertanyaan seputar Sirekap.

“Kita tadi 3,5 jam diskusi tentang IT. Ternyata hanya satu pertanyaan dari Pak Arief Hidayat kalau memang akhirnya yang dipakai adalah manual dan perhitungan berjenjang ngapain kita ribut-ribut lagi bicara Sirekap. Itu tadi pertanyaan dari Pak Arief Hidayat,” tutur Hotman dalam sidang sengketa Pilpres 2024 di Gedung MK, Jakarta Pusat, Rabu (3/4/2024).

“Ngapain kita bahas-bahas lagi soal Sirekap ini, ya sekali lagi saya hormat kepada Bapak Arief Hidayat karena bapak sudah mengingatkan kami bahwa kami ini adalah sarjana hukum, dari tadi kami kuliah komputer,” sambungnya.

Wakil Ketua MK Saldi Isra yang memimpin sidang lalu meminta Hotman langsung ke inti pertanyaan. “Pernyataannya apa Pak Hotman?” tanya Saldi.

“Pertanyaan saya, saudara saksi kalau ternyata yang dipakai dalam SK pengumuman final penghitungan suara adalah manual dan penghitungan berjenjang, bukan hasil dari Sirekap. Masih perlu nggak bapak kuliah di sini? Masih perlu nggak kita bahas tentang Sirekap?” tutur Hotman.

“Ya masih perlu nggak Bapak, saksi, jawab pernyataan Pak Refly dan Bambang yang selalu ngeyel tentang Sirekap ini,” sambung Hotman.

Saldi Isra langsung menegur Hotman. Dia mengingatkan Hotman bahwa MK memiliki kewenangan untuk mendengar penjelasan dari saksi. Dia tak ingin kehadiran saksi dianggap tak penting oleh Hotman.

“Pak Hotman tadi saya sudah tegaskan ini didalilkan kami mahkamah berkepentingan mendapat penjelasan soal ini. Jangan dianggap kehadiran orang itu tidak penting, kami menganggap penting. Jadi jangan persoalkan kehadirannya lagi. Pertanyaan apa sekarang?” kata Saldi Isra.

Hotman kemudian bertanya apakah saksi setuju untuk tidak membahas soal Sirekap. Lantaran, katanya, hasil akhir ditentukan oleh penghitungan manual dan berjenjang.

“Apakah saksi setuju karena yang diumumkan itu perhitungan manual dan berjenjang, bukan hasil dari Sirekap maka kelemahan dari sirekap nggak perlu lagi dibicarakan terima kasih,” ujar Hotman.

Saldi kembali mengingatkan Hotman agar tidak menganggap pembahasan soal Sirekap tidak penting. Dia mengatakan pembahasan soal Sirekap penting karena menjadi salah satu dalil dalam permohonan para pemohon.

“Jadi jangan kita mengabaikan ya, menganggap ini tidak ada pentingnya, itu keliru juga, kalau nggak, nggak usah datang aja ke sini,” ujar Saldi.

Setelah Saldi menegur Hotman, BW meminta izin bicara. Dia awalnya melayangkan protes ke Hotman. Namun, Saldi mengatakan protes BW sudah cukup.

“Majelis satu lagi,” ujar BW.

“Cukup cukup,” kata Saldi.

“Maksud saya, pernyataan ngeyel itu juga gak pantas diucapkan, Hot Men,” ujar BW yang membuat Hotman dan tim hukum Prabowo-Gibran tertawa.

Anggota Tim Hukum Anies lain, Refly Harun, juga meminta Hakim MK mengingatkan Hotman terkait pernyataan ‘ngeyel’ yang disampaikan Hotman ke kubu 01.

“Tolong Majelis Hakim, diperingatkan itu saudara Hot Men yang bilang ngeyel-ngeyel ya, tolong diperingatkan,” ujar Refly.

Hakim MK Arief Hidayat menjawab permintaan dari Refly Harun. Hakim MK mengingatkan peserta untuk mengedepankan sopan santun.

“Ya, sudah Pak Refly? Mas Refly, sudah ya. Jadi mohon pengertian bersama di forum ini kita sopan dengan menggunakan bahasa yang baik sesuai dengan adat kebiasaan masyarakat Indonesia, mohon kita bisa saling menghormati ya,” ujar Arief Hidayat.

Sebagai informasi, ada dua permohonan sengketa hasil Pilpres 2024 yang diadili di MK. Perkara pertama diajukan oleh capres-cawapres nomor urut 1 Anies-Cak Imin dan perkara kedua diajukan capres-cawapres nomor urut 3 Ganjar-Mahfud.

Pihak termohon dalam kedua perkara tersebut ialah KPU RI. Sementara, kubu Prabowo-Gibran menjadi pihak terkait.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments