Friday, April 19, 2024
HomeInternationalWorldRival Politik Utama Netanyahu Serukan Pemilu Dini

Rival Politik Utama Netanyahu Serukan Pemilu Dini

Media Indo Pos,Tel Aviv – Anggota kabinet perang Israel, Benny Gantz, yang juga rival politik utama Perdana Menteri (PM) Benjamin Netanyahu, menyerukan digelarnya pemilu dini pada September mendatang. Seruan itu disampaikan setelah ribuan warga Israel turun ke jalanan menuntut digelarnya pemilu baru.

Seperti dilansir dari Reuters, Kamis (4/4/2024), Netanyahu menghadapi tekanan dari beberapa pihak, termasuk unjuk rasa yang menuntut peningkatan upaya dalam menjamin pembebasan para sandera yang masih ditahan Hamas di Jalur Gaza sejak perang berkecamuk pada Oktober lalu.

“Kita harus menyepakati tanggal pemilu pada September, menjelang satu tahun perang jika Anda mau,” cetus Gantz dalam konferensi pers pada Rabu (3/4).

“Menetapkan tanggal tersebut akan memungkinkan kita untuk melanjutkan upaya militer sambil memberi isyarat kepada warga Israel bahwa kita akan segera memperbarui kepercayaan mereka kepada kita,” sebut Gantz yang juga seorang anggota parlemen Israel ini.

Menurut Komisi Pemilu Pusat Israel, pemilu parlemen selanjutnya dijadwalkan digelar pada 27 Oktober 2026 mendatang.

Seruan pemilu dini itu dilontarkan saat pemerintahan Netanyahu sedang menghadapi tekanan baik di dalam maupun di luar negeri terkait perang yang terus berkecamuk melawan Hamas di Jalur Gaza.

Dalam beberapa hari terakhir, ribuan warga Israel turun ke jalanan, terutama di Tel Aviv dan Jerusalem, menuntut digelarnya pemilu baru. Banyak yang mengkritik Netanyahu dan menyatakan kemarahan atas cara pemerintahannya menangani 134 sandera Israel yang masih ditahan di Jalur Gaza.

Para demonstran dan keluarga para sandera juga menuntut Netanyahu untuk mundur dari jabatannya. Netanyahu yang merupakan PM Israel yang paling lama menjabat, telah berulang kali mengesampingkan digelarnya pemilu dini, yang menurut jajak pendapat menunjukkan dia akan kalah. Dia beralasan bahwa datang ke tempat pemungutan suara di tengah perang hanya akan memberikan penghargaan kepada Hamas.

Menurut jajak pendapat terbaru, jika pemilu dini digelar, Gantz akan jauh mengungguli Netanyahu, yang popularitasnya menurun sejak serangan mengejutkan Hamas terhadap Israel pada 7 Oktober lalu.

Netanyahu belum memberikan tanggapannya. Namun Partai Likud yang dipimpin Netanyahu secara tegas menolak seruan pemilu dini dari Gantz tersebut. Partai Likud balik menyerukan agar Gantz “berhenti terlibat dalam politik murahan” selama perang.

“Pemilu pada saat ini akan menyebabkan kelumpuhan, perpecahan, kerugian dalam pertempuran di Rafah dan menjadi pukulan fatal bagi peluang kesepakatan pembebasan sandera,” sebut Partai Likud dalam tanggapannya.

Gantz yang mantan jenderal militer Israel ini, bergabung dengan pemerintahan Netanyahu pada hari-hari awal perang sebagai isyarat persatuan politik di negara tersebut saat krisis terjadi. Sejumlah jajak pendapat terbaru menunjukkan partai yang dipimpin Gantz akan menjadi yang teratas dalam pemilu apa pun dan dia akan difavoritkan untuk mengambil alih jabatan PM Israel.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments