Monday, May 20, 2024
HomeBerita Nasional5 Fakta Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan Narkoba Medan-Jakarta via Pesawat

5 Fakta Bareskrim Polri Bongkar Penyelundupan Narkoba Medan-Jakarta via Pesawat

Media Indo Pos,Jakarta – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap kasus penyelundupan narkoba lewat pesawat Medan-Jakarta. Sebanyak tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka.

Adapun dua pegawai maskapai swasta juga terlibat dalam kasus penyelundupan narkoba dengan jalur pesawat tersebut. Berikut fakta-fakta peristiwanya.

1. Awal Mula Terbongkar
Bareskrim Polri membongkar kasus penyelundupan narkoba lewat pesawat Medan-Jakarta. Kasus berawal dari penangkapan kurir berinisial MRP di Bandara Soekarno-Hatta pada 22 Maret 2024.

“Kita berhasil menangkap Saudara MRP di Terminal 2B Soekarno-Hatta di mana kita berhasil menyita sabu sebanyak 5 kilogram dan ekstasi sebanyak 1.841 butir,” kata Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Kombes Arie Ardian dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2024).

Kemudian, dari penangkapan itu, polisi mengungkap ada keterlibatan dua pegawai maskapai swasta. Dua pegawai berinisial DA dan RD membantu MRP membawa barang haram itu lolos dari skrining bandara sehingga narkoba yang dibawa MRP berhasil dibawa masuk hingga ke dalam pesawat.

“Adanya keterlibatan dari karyawan atau petugas lavatory service salah satu maskapai penerbangan saya singkat dengan L di mana kedua petugas karyawan ini mengambil barang dari luar dan dimasukkan ke area bandara,” jelasnya.

2. 2 Pegawai Maskapai Terlibat, Ini Perannya
Dua pegawai maskapai swasta berinisial DA dan RD disebut terlibat dalam kasus penyelundupan narkoba melalui pesawat Medan-Jakarta. DA dan RD bertugas membawa 5 kilogram sabu dan 1.841 butir ekstasi ke dalam area bandara.

Keduanya lalu menjemput MRP yang turun dari garbarata atau jembatan pesawat menggunakan mobil lavatory service.

“Mereka bertemu setelah turun dari garbarata yang lainnya menggunakan bis penumpang umum lainnya sedangkan MRP menggunakan kendaraan lavatory service bersama dua orang petugas kebersihan tadi. Selanjutnya di situ terjadi pertukaran tas di mana kurir MRP membawa tas kosong, dua petugas tadi membawa sabu dan ekstasi,” ungkap Arie.

Arie mengatakan dua pegawai maskapai swasta itu mendapat upah hingga Rp 10 juta. Arie menyebut satu orang petugas maskapai lainnya pun disebut terlibat dalam perkara itu namun keberadaannya masih diburu polisi.

“(Keuntungan) pegawai maskapai Rp 10 juta dibagi tiga ada yang dapat Rp 1 juta, Rp 6 juta, dan Rp 3 juta,” imbuhnya.

3. Pernyataan Lion Air
Direktur Keselamatan dan Keamanan Lion Air, Iyus Susyanto, menyebut pihak perusahaan menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus itu ke penyidik Bareskrim Polri. Dia memastikan pihaknya akan berlaku kooperatif sepanjang penyidikan perkara.

“Kemudian terkait dengan karyawan kami sendiri kalau memang terbukti akan kami terminate, itu sudah pasti, karena dari awal kami sudah punya komitmen pada saat kontrak, siapa pun yang terlibat dengan narkoba, tidak ada ampun. Mungkin ini catatan buat seluruh karyawan kami,” katanya.

“Dan yang terakhir adalah kami menyerahkan semuanya pak terkait dengan proses hukum yang akan dijalankan, terkait kejadian ini yang melibatkan mungkin karyawan kami,” ucapnya.

4. 1 Eks Petugas Avsec Kualanamu Juga Terlibat
Bareskrim mengungkap dalam kasus ini ada keterlibatan eks petugas aviation security (avsec) Bandara Kualanamu. Pelaku berinisial HF.

“HF ini adalah operator yang menyuruh mengambil narkotika di rumahnya yang bersangkutan, dan saudara HF ini merupakan eks karyawan Avsec Kualanamu,” kata Wadirtipidnarkoba Bareskrim Polri, Kombes Arie Ardian, dalam jumpa pers di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Kamis (18/4/2024).

HF mengaku telah berhenti dari pekerjaannya sebagai petugas avsec di Bandara Kualanamu sejak 2018. Dia juga mengaku mendapat upah Rp 15 juta dalam penyelundupan itu.

5. 7 Orang Jadi Tersangka
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri mengungkap penyelundupan narkotika via pesawat Medan-Jakarta. Dalam pengembangan kasus ini, Bareskrim berhasil menangkap tujuh orang, yaitu MRP, R, DA, RP, MZ, HF, dan BA.

Berikut peran para pelaku.

  • DA dan RD yang merupakan petugas lavatory service maskapai swasta berperan sebagai pihak menyerahkan narkotika kepada kurir MRP dan membantu agar barang haram itu lolos dari skrining di bandara.
  • HF, eks petugas aviation security (avsec) Bandara Kualanamu dibantu oleh istrinya, BA, yang berperan menyiapkan tiket untuk kurir MRP dan memantau keberadaan atau posisi MRP selama dalam perjalanan dari Medan ke Jakarta.
  • MZ yang bertugas sebagai pengambil atau pengantar barang dari saudara HF menyerahkan kepada saudara DA dan RD.

Sementara itu, tiga pelaku lain yang masih diburu berinisial E, Y, dan PP. Tiga orang yang diduga terlibat dimasukkan ke daftar pencarian orang atau buron.

“Ada tiga DPO yang sedang kita kejar, yaitu Saudara Y, PP dan E,” imbuhnya.

Selain mengungkap kasus penyelundupan narkoba via pesawat, Bareskrim Polri juga mengungkap penyelundupan narkoba via laut. Ada 5 tersangka yang ditangkap yang berkomplot menyelundupkan sabu dari Malaysia ke Aceh lalu menuju Pulau Jawa untuk diedarkan.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments