Monday, May 20, 2024
HomeBisnisFinanceAndil Besar Bojonegoro Stabilkan Harga Bawang Merah di Jawa Timur

Andil Besar Bojonegoro Stabilkan Harga Bawang Merah di Jawa Timur

Media Indo Pos,Jakarta – Permintaan yang tinggi selama lebaran dihadapkan pada keterbatasan stok barang akibat banjir yang melanda sentra bawang merah di wilayah Pantai Utara Jawa (Cirebon, Brebes, Kendal, Demak, Grobogan, Pati) dan minimnya tenaga perogol semakin melambungkan harga bawang merah di pasaran.

Meskipun bukan menjadi sentra utama bawang merah, Bojonegoro memiliki andil yang cukup besar dalam mengirim pasokan ke beberapa pasar besar di Jawa Timur (Jatim). Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2023 lalu Bojonegoro tercatat mampu memproduksi bawang merah sebanyak 26.450 ton dengan luas panen mencapai 2.826 ha.

Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Bojonegoro Imam menyampaikan masih ada panen di Bojonegoro hingga awal Mei mendatang.

“Di sini masih panen kurang lebih 364 hektar, tersebar di Kecamatan Kedungadem, Gondang, Sekar dan Sumberjo. Panen bergilir dari desa ke desa, karena sepanjang tahun di sini ada pertanaman,” ujar Imam dalam keterangan tertulis, (Minggu 28/4/2024).

Pertanaman bawang merah di Kabupaten Bojonegoro dilakukan minimal tiga kali dalam satu tahun. Musim tanam pertama pada Bulan November hingga pertengahan Desember, musim tanam selanjutnya pada Bulan Februari – Maret, dilanjutkan musim tanam ketiga pada bulan Mei, dan tanam keempat pada bulan September (untuk wilayah yang dekat dengan irigasi). Dengan pola tanam tersebut, harapannya panen tidak akan terputus.

Direktur Sayuran & Tanaman Obat Andi Muhammad Idil Fitri mengerahkan seluruh jajarannya agar mengecek kondisi riil panen di wilayah-wilayah sentra termasuk Bojonegoro. “Selain dilakukan operasi pasar bawang merah di Jakarta, kami juga mengecek langsung ke lapangan untuk mengawal panen dan pasokan,” kata Andi.

Sementara itu, salah seorang pengepul bawang merah di Desa Pajeng, Kecamatan Gondang, Anto mengatakan saat ini pertanaman di Gondang rata-rata berumur 35 hari dan siap dipanen pada awal Mei mendatang.

Anto juga menyampaikan bahwa harga sudah mulai berangsur turun karena permintaan tak lagi sebanyak saat lebaran lalu. “Harga sudah turun karena mulai banyak panen dan tenaga kerja rogol sudah kembali bekerja pasca lebaran. Permintaan pun tidak sebanyak saat lebaran,” jelas Anto.

Hal itu dibenarkan oleh Ajis, tengkulak bawang merah di Desa Duwel, Kecamatan Kedungadem. Dirinya mengatakan harga jual yang diterimanya dari pengepul sudah menurun.

Guna meningkatkan efisiensi biaya produksi Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian terus mendorong petani menggunakan benih bawang merah TSS (True Shallot Seed). Dalam pelaksanaannya, Dinas menggandeng BRIN untuk membina petani melalui percontohan budidaya.

Harapannya TSS bisa menjadi alternatif ketika harga benih mahal sehingga geliat produksi bawang merah Bojonegoro terus meningkat.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments