Tuesday, May 21, 2024
HomeBerita NasionalAnjing Diduga Rabies Mengamuk Gigit 8 Warga

Anjing Diduga Rabies Mengamuk Gigit 8 Warga

Media Indo Pos,Jembrana – Seekor anjing yang diduga rabies mengamuk dan menggigit delapan warga di Desa Melaya, Kecamatan Melaya, Kabupaten Jembrana, Bali. Rata-rata seluruh korban tersebut dikategorikan gigitan risiko tinggi, yaitu di bagian jari-jari tangan, kaki, serta bagian kepala.

Dari informasi yang didapatkan, anjing dengan ciri-ciri berjenis kelamin betina berwarna hitam dan putih ini pertama kali mengamuk pada Jumat (26/4/2024) sore dan menggigit satu warga di Banjar Melaya Pantai. Kemudian, anjing tersebut menuju Banjar Pangkung Dedari dan menyerang empat warga lainnya.

Keesokan harinya, Sabtu (27/4/2024) pagi, anjing tersebut kembali mengamuk dan menggigit tiga orang warga di Banjar Pangkung Tanah. Salah satu korban gigitan anjing di Banjar Pangkung Tanah, Ni Wayan Budiarni, menceritakan bahwa ia digigit anjing tersebut sekitar pukul 7.00 Wita dan harus mendapatkan 24 jahitan di bagian wajahnya.

“Awalnya, tadi pagi anjing saya menggonggong, saya kira ada maling. Ketika saya buka pintu tiba-tiba ada anjing yang langsung menggigit di bagian wajah. Saya lari ke kamar mandi namun dikejar dan digigit lagi di bagian kaki beberapa kali gigitan. Anjing itu tidak pernah saya lihat,” ujar wanita 51 tahun ini saat ditemui.

Korban lainnya, seorang pria bernama I Ketut Ningga (60) asal Banjar Pangkung Dedari, juga harus mendapatkan 11 jahitan di wajah akibat diserang anjing dengan ciri-ciri yang sama.

“Saya kemarin digigit anjing sekitar pukul 21.00 Wita. Awalnya ada anjing berkelahi dan ribut di luar rumah, kemudian saya keluar berencana menutup pintu pagar rumah agar tidak masuk (anjing). Ketika melihat keluar langsung anjing itu menyerang kepala saya,” papar Ningga.

Setelah digigit, Ningga berlari ke dalam rumah untuk meminta pertolongan kepada menantunya. Anjing tersebut kemudian pergi menjauh. Petugas Keswan-Kesmavet Dinas Pertanian dan Pangan Jembrana, I GNB Rai Mulyawan, menjelaskan pihaknya telah mendapatkan laporan terkait gigitan anjing yang diduga rabies di wilayah Kecamatan Melaya. Petugas beserta pihak terkait kemudian menyisir di daerah kasus gigitan.

“Kami melakukan tindakan dengan mendatangi seluruh korban untuk memastikan bahwa sudah mendapatkan penanganan. Sementara ada sebanyak 8 korban gigitan anjing suspek rabies di tiga tempat kejadian perkara (TKP) yang ada di Desa Melaya ini,” kata Mulyawan.

Berdasarkan keterangan dari seluruh korban gigitan, diketahui bahwa ciri-ciri anjing yang menggigit di tiga lokasi yang berbeda ini sama persis, yaitu anjing betina dengan warna hitam dan putih serta ada tanda-tanda anjing menyusui.

“Kami sudah lakukan penyisiran untuk mencari anjing ini dan masih belum kami temukan,” papar Mulyawan.

Mulyawan mengimbau masyarakat untuk berhati-hati dan menghindari kontak dengan anjing liar. Jika digigit anjing, segera cuci luka dengan sabun dan air mengalir, dan segera ke puskesmas untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

“Segera melaporkan kepada pihak aparat setempat ketika melihat anjing liar yang mencurigakan, sehingga dapat ditindaklanjuti,” tandas Mulyawan.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments