Wednesday, May 29, 2024
HomeInternationalWorldLedakan Amunisi Tewaskan 20 Tentara, Kamboja Sebut Gelombang Panas Berperan

Ledakan Amunisi Tewaskan 20 Tentara, Kamboja Sebut Gelombang Panas Berperan

Media Indo Pos,Phnom Penh – Kementerian Pertahanan Kamboja mengumumkan hasil penyelidikan terhadap ledakan amunisi yang menewaskan sedikitnya 20 tentara di salah satu pangkalan militer setempat. Disebutkan bahwa gelombang panas yang menyelimuti kawasan Asia Tenggara turut berperan dalam ledakan mematikan tersebut.

Seperti dilansir dari AFP, Kamis (2/5/2024), ledakan amunisi yang terjadi pada Sabtu (27/4) lalu itu menghancurkan seluruh bagian truk pengangkut amunisi dan meratakan gedung-gedung di sekitarnya.

Selain menewaskan 20 tentara, ledakan itu juga melukai beberapa tentara lainnya dan setidaknya satu anak di area pedesaan di Provinsi Kampong Speu.

Kementerian Pertahanan Kamboja, dalam pengumuman hasil penyelidikan pada Kamis (2/5) waktu setempat, menyatakan bahwa para penyelidik meyakini gelombang panas berperan dalam ledakan senjata lama di pangkalan militer tersebut.

“Insiden ledakan amunisi pada 27 April 2024… merupakan masalah teknis karena senjata sudah tua, usang, dan cuaca panas,” sebut Kementerian Pertahanan Kamboja dalam pernyataannya.

Namun tidak dijelaskan lebih lanjut soal masalah spesifik maupun soal bagaimana panas mungkin berkontribusi terhadap ledakan mematikan tersebut. Kementerian Pertahanan Kamboja juga menolak anggapan soal ledakan itu didalangi oleh tentara yang memberontak atau merupakan aksi terorisme.

Insiden mematikan yang melibatkan amunisi bukan hal yang jarang terjadi di Kamboja. Terlebih diketahui bahwa wilayah Kamboja dipenuhi oleh amunisi, ranjau dan sisa-sisa persenjataan yang belum meledak dari konflik sipil selama beberapa dekade terakhir. Insiden semacam ini diperparah oleh lemahnya standar keselamatan.

Sementara itu, sebagian besar negara di Asia Selatan dan Asia Tenggara sedang dilanda gelombang panas. Kamboja sendiri berjuang menghadapi cuaca panas ekstrem dalam beberapa pekan terakhir.

Otoritas setempat memperingatkan pada Minggu (28/4) waktu setempat bahwa suhu udara bisa mencapai 43 derajat Celsius di beberapa daerah, meskipun hujan dan cuaca lebih dingin diperkirakan akan mengguyur dalam beberapa hari mendatang.

Menyusul ledakan di sebelah barat ibu kota Phnom Penh, gambar-gambar yang diposting di media sosial menunjukkan bangunan satu lantai hancur diselimuti asap, dan penduduk desa terdekat juga secara online membagikan foto kaca jendela pecah.

Beberapa foto lainnya menunjukkan apa yang tampak seperti warga sipil, termasuk seorang anak kecil yang memakai popok, mengalami luka-luka dan dirawat di rumah sakit setempat. Sebuah gedung perkantoran dan barak di dekat lokasi ledakan juga hancur, dan 25 rumah di sekitar lokasi juga mengalami kerusakan.

Perdana Menteri (PM) Hun Manet mengatakan keluarga korban tewas akan menerima US$ 20.000 (Rp 323,8 juta) masing-masing, sedangkan tentara yang luka-luka akan menerima US$ 5.000 (Rp 80,9 juta).(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments