Wednesday, May 29, 2024
HomeBerita NasionalNasDem Dorong RTH Tubagus Angke Dipagar dan Tak Dibuka 24 Jam

NasDem Dorong RTH Tubagus Angke Dipagar dan Tak Dibuka 24 Jam

Media Indo Pos,Jakarta – Ruang terbuka hijau (RTH) Tubagus Angke, Jakarta Barat, diduga menjadi tempat prostitusi ilegal ketika malam usai maraknya temuan kondom. Wakil Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Partai NasDem, Nova Harivan Paloh, angkat bicara terkait hal tersebut.

Nova mengatakan RTH Tubagus Angke disalahgunakan orang karena tempat tersebut kurang pengawasan dari pihak yang bertanggung jawab. Dia meminta RTH Tubagus Angke dijaga ketat agar tak dijadikan tempat mesum oleh orang tak bertanggung jawab. Dia mendorong ada pembatasan jam operasional.

“Pertama yang harus kita lakukan adalah bahwa RTH tersebut tidak bisa dibuka untuk publik selama 24 jam. Harus ada batasan jamnya, dan juga harus ada sekuriti dibantu dengan kawan-kawan Satpol PP yang berpatroli di situ juga,” kata Nova kepada wartawan, Jumat (3/5/2024).

Nova juga meminta agar RTH Tubagus Angke dipasangi pencahayaan yang terang di setiap sudutnya. Dia berharap pihak RT/RW hingga camat setempat lebih peduli untuk mencagah tempat yang menjadi paru-paru kota tersebut.

“Pihak lurah maupun camat, RT/RW setempat harus ada komunikasi untuk menjaga tempat tersebut gitu loh, dan memberikan edukasi terhadap seluruh warga agar menjaga kelestarian dan kerapihan tempat tersebut. Jangan disalahgunakan,” ucapnya.

Lebih lanjut, ia juga meminta agar sekeliling RTH Tubagus Angke dipasangi pagar. Menurutnya, akses untuk masuk ke RTH itu cukup di beberapa titik yang dijaga oleh pihak keamanan. “Lebih bagus lagi dipager, artinya pagar pembatas yang memungkinkan aksesnya nggak bisa banyak akses,” imbuhnya.

Seperti diketahui, dugaan RTH Tubagus Angke menjadi tempat prostitusi ilegal ini berangkat dari banyaknya kondom bekas yang berserakan. Selain itu, suasana di kawasan tersebut remang-remang karena lampu jalan sebagai mati dan redup.

Wali Kota Jakarta Barat Uus Kuswanto telah menginstruksikan Suku Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Tamhut) untuk menjadikan RTH di Jalan Tugabus Angke itu sebagai taman pasif.

“Saya segera minta ke Sudin Tamhut untuk segera tindak lanjuti kondisi taman itu. Jadi taman untuk dilintasi aja. Jadi, paling tidak, di situ tak ada ruang buat nongkrong-nongkrong, buat ditanami saja,” kata Uus, dilansir dari Antara, Selasa (30/4).

Uus menduga kondisi itu disebabkan oleh penertiban lokalisasi Kalijodo. Penemuan kondom berserakan di RTH tersebut menjadi indikasi tempat itu dipakai sebagai lokasi prostitusi ilegal. “Sebelumnya dulu di Kalijodo tempat prostitusi, sekarang mungkin di sana tak ada, orang yang begituan sembarangan sekarang,” kata Uus.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments