Monday, May 20, 2024
HomeBerita NasionalPresiden Jokowi Sindir Ada Bendungan Dibangun Tanpa Irigasi, Pelabuhan Tanpa Akses

Presiden Jokowi Sindir Ada Bendungan Dibangun Tanpa Irigasi, Pelabuhan Tanpa Akses

Media Indo Pos,Jakarta – Pembangunan infrastruktur dikebut selama 10 tahun masa jabatan Presiden Joko Widodo (Jokowi). Namun Jokowi mengaku ada satu hal yang membuatnya belum puas dengan pembangunan infrastruktur yang masif tersebut.

Hal itu adalah tidak adanya sinkronisasi rencana kerja antara pemerintah daerah dan pusat. Kebanyakan infrastruktur dibangun pemerintah pusat, namun tidak diberdayakan oleh pemerintah daerah.

Misalnya pembangunan bendungan yang dilakukan pemerintah pusat. Setelah bendungan dibangun, pemerintah daerah tak menyambungkan irigasinya ke sentra-sentra pertanian.

“Saya beri contoh, pemerintah pusat bangun bendungan, jadi. Bangun lagi irigasi primernya, jadi, tapi irigasi sekunder dan tersier sampai ke sawah tak dikerjakan, airnya tak sampai ke sawah yang kita miliki,” sebut Jokowi dalam agenda Musyawarah Perencanaan Pembangunan Nasional (Musrenbangnas) 2024 yang dihelat Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) di JCC Senayan, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2024).

Dia menyebutkan ada sekitar 42 bendungan yang dibangunnya selama 10 tahun ini. Targetnya ada 60-an bendungan yang bisa terbangun, namun secara realistis kemungkinan hingga akhir jabatannya di Oktober baru 54 bendungan saja yang selesai.

Pelabuhan Tak Ada Akses
Selain bendungan, juga ada jalan 7.800 kilometer (km) yang berhasil dibangun, yaitu 2.049 km jalan tol dan 5.833 km jalan nasional. Kemudian ada juga 25 pelabuhan baru, serta 25 bandara baru yang dibangun di masa jabatannya.

Dia kembali bercerita ada pembangunan pelabuhan yang dibangun pemerintah pusat. Ketika pelabuhan jadi, pemerintah daerah tak menyambungkan jalan aksesnya. Padahal, wewenang pembangunan jalan dilakukan oleh pemerintah daerah.

“Jalan ke pelabuhannya meski pendek cuma sekilo, lima kilo saja itu tidak dijalankan. Ini yang namanya tidak sinkron dan tidak seirama,” kata Jokowi.

Ada juga cerita beberapa jalan tol yang setelah dibangun tidak banyak diberdayakan pemerintah daerah sebagai pengungkit pertumbuhan ekonomi baru. Padahal menurut Jokowi, jalan tol bisa dihubungkan ke sentra pertanian, perkebunan, ataupun tempat wisata.

“Tapi ini tidak cukup. Kalau jalan tol sudah dibangun misalnya, Bappeda mestinya melihat disambung ke mana. Kan bisa disambungkan ke wilayah pariwisata, perkebunan, pertanian yang produktif, sentra kerajinan,” ungkap Jokowi.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments