Monday, May 20, 2024
HomeHukum & Kriminal5 Fakta Doa Rosario Dibubarkan Bikin Ketua RT Jadi Tersangka

5 Fakta Doa Rosario Dibubarkan Bikin Ketua RT Jadi Tersangka

Media Indo Pos,Tangerang Selatan – Ibadah Rosario sejumlah mahasiswa Katolik di kawasan Setu, Tangerang Selatan dibubarkan oleh warga. Empat orang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Peribadatan mahasiswa tersebut digeruduk oleh warga pada Minggu (5/5) malam. Kejadian ini terekam video amatir dan viral di media sosial.

Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus Santoso menjelaskan kasus ini berawal ketika para mahasiswa ini melakukan doa bersama di sebuah rumah di kawasan Setu, Tangerang Selatan pada Minggu, 5 Mei sekitar pukul 19.30 WIB.

“Selanjutnya datang seorang laki-laki dengan inisial D berupaya membubarkan kegiatan tersebut dengan cara berteriak,” kata Ibnu dalam jumpa pers di Mapolres Tangsel, Selasa (7/5/2024).

Tak lama berselang, sejumlah orang berdatangan. Keributan pun terjadi yang mengakibatkan terjadinya kekerasan terhadap korban. Aparat kepolisian hingga pemerintah setempat turun tangan menyelidiki kasus ini. Polisi kemudian menangkap dan menetapkan empat orang tersangka dalam kasus ini, termasuk ketua RT setempat.

Berikut fakta-fakta pembubaran doa Rosario yang berujung ketua RT di Tangsel ditetapkan sebagai tersangka, Rabu (8/5/2024).

1. Empat Orang, Termasuk Ketua RT Jadi Tersangka
Kapolres Tangerang Selatan AKBP Ibnu Bagus Santoso mengatakan pihaknya telah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi dan menyita barang bukti di kasus tersebut. Polisi juga telah melakukan gelar perkara dan menetapkan empat orang sebagai tersangka.

“Dalam serangkaian proses gelar perkara maka terhadap perkara disimpulkan cukup bukti sehingga terhadap beberapa saksi yang terlibat ditetapkan sebagai tersangka,” imbuh dia.

Ibnu menyebut keempat tersangka berinisial D (53), I (30), S (36), dan A (26). Salah satu tersangka berinisial D merupakan ketua RT setempat.

Sedangkan korbannya adalah perempuan muda berinisial A. “Korban pelapor tadi inisial A perempuan 19 tahun,” imbuh dia.

2. Ketua RT dkk Terancam 5,5 Tahun Bui
AKBP Ibnu mengatakan Ketua RT dan tiga tersangka lainnya dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 UU Darurat RI No 12 Tahun 1951 juncto Pasal 170 KUHP terkait Pengeroyokan juncto Pasal 351 KUHP ayat 1 tentang penganiayaan juncto Pasal 335 KUHP ayat 1 tentang pemaksaan disertai ancaman kekerasan atau perbuatan kekerasan juncto Pasal 55 KUHP ayat 1.

“Pasal 170 KUHP terkait pengeroyokan dengan ancaman penjara selama-lamanya lima tahun enam bulan,” kata Ibnu.

3. Peran Ketua RT dan Tiga Tersangka Lainnya
Keempat tersangka itu masing-masing berinisial D (53), I (30), S (36), dan A (26). Salah satu tersangka inisial D berperan memprovokasi dan meneriaki para mahasiswa yang sedang beribadah.

“Tersangka inisial D meneriaki dengan suara keras dengan nada umpatan dan intimidasi kepada korban beserta temannya,” kata Kapolres Tangsel AKBP Ibnu Bagus Santoso dalam konferensi pers di Polres Tangsel, Selasa (7/5/2024).

Selanjutnya, tersangka I berperan melakukan intimidasi. Tersangka I mendorong korban yang menolak perintah tersangka untuk pergi.

“Tersangka inisial I turut meneriaki korban dengan ucapan intimidasi dan, karena korban menolak perintah Tersangka untuk pergi, maka Tersangka mendorong badan korban dengan tenaga sebanyak dua kali,” tambahnya.

Sedangkan tersangka inisial S dan A sama-sama membawa senjata tajam jenis pisau. Mereka membawa pisau untuk melakukan ancaman agar korban membubarkan diri.

“Membawa senjata tajam jenis pisau dengan maksud bersama Tersangka lainnya melakukan ancaman kekerasan untuk supaya korban dan rekannya merasa takut dan pergi membubarkan diri,” sebutnya.

4. Diawali Teriakan Ketua RT
Ibnu menjelaskan kejadian terjadi pada Minggu (5/5/2024) sekitar pukul 19.30 WIB, ketika beberapa orang sedang melakukan ibadah. Kemudian datang tersangka D, yang merupakan Ketua RT setempat membubarkan kegiatan itu dengan berteriak.

“Sedang dilaksanakan kegiatan doa bersama yang dilakukan oleh beberapa orang, selanjutnya datang seorang laki-laki dengan inisial D berupaya membubarkan kegiatan tersebut dengan cara berteriak,” ujar Ibnu.

Kemudian datang sejumlah orang yang mencoba mencari tahu setelah adanya teriakan tersebut. Kegaduhan pun muncul hingga terjadi kekerasan.

“Kemudian tidak lama berselang, datang beberapa orang yang mencari tahu apa yang terjadi, sehingga akibat teriakan tersebut terjadi kegaduhan dan kesalahpahaman yang mengakibatkan terjadinya kekerasan dan menimbulkan korban,” sebutnya.

Keributan itu juga terekam oleh salah satu penghuni di kontrakan. Dalam rekaman itu, terlihat 2 orang laki-laki membawa senjata tajam. “Kegaduhan dan kekerasan tersebut terekam oleh salah satu penghuni kontrakan di TKP, di mana terdapat 2 (dua) orang laki-laki terekam membawa senjata tajam jenis pisau,” sebutnya.

5. Barang Bukti Pisau Disita Polisi
Polisi menyita pisau dalam kasus pembubaran doa rosario sejumlah mahasiswa di Setu, Tangerang Selatan. Pisau tersebut digunakan untuk mengancam korban.

Dalam konferensi pers di Polres Tangsel, Selasa (7/5/2024), tiga buah pisau ditampilkan. Dua bilah pisau di antaranya bergagang hitam, dan yang satu bergagang putih. Tiga bilah pisau itu diamankan polisi sebagai barang bukti. Barang bukti lainnya yang ikut diamankan adalah rekaman video dan dua buah kaus.

“Barang bukti pertama rekaman video. Kedua, tiga bilah senjata tajam jenis pisau. Yang ketiga, kaus berwarna merah. Keempat, kaus berwarna hitam,” tutur Ibnu.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments