Thursday, May 23, 2024
HomeBerita JatimFakta Emak-emak Nekat Bacok Sopir Rental Gegara Terimpit Ekonomi

Fakta Emak-emak Nekat Bacok Sopir Rental Gegara Terimpit Ekonomi

Media Indo Pos,Bojonegoro – Emak-emak Najmiah Nur Indah (36) membacok seorang pemuda sopir rental Alvian Sandi Hernanda (22) di dalam kamar hotel di Bojonegoro. Pembacokan itu mengakibatkan korban menderita dua luka di tubuhnya.

Motif pembacokan karena emak-emak asal Gorontalo yang berdomisili di Demak, Jawa Tengah itu gegara terimpit ekonomi. Polisi telah mengamankan pelaku saat kabur bersama dua anaknya yang masih kecil. Berikut sejumlah fakta emak-emak bacok sopir rental di Bojonegoro:

1. Modus Kasih Surprise
Kasat Reskrim Polres Bojonegoro AKP Fahmi Amarullah mengungkapkan, korban merupakan sopir rental yang disewa berhari-hari oleh pelaku. Pembacokan berawal dari pelaku membujuk korban untuk datang ke kamarnya dengan modus memberi surprise atau kejutan pada Rabu (8/5/2024) sekitar pukul 10.00 WIB.

Saat itu, korban warga Demak sedang berada di kamarnya sendiri ketika dihubungi Najmiah agar datang ke kamarnya. Pelaku beralasan hendak memberikan kejutan. Pelaku juga meminta agar korban bersedia matanya dilakban sebelum masuk kamar. Korban lalu dibawa masuk kamar, kemudian tangan dan kakinya ikut dilakban di kursi.

“Hasil pemeriksaan, awalnya korban disuruh ke kamar pelaku untuk diberi surprise dengan cara dilakban matanya dan kedua tangan di kursi, lalu lampu kamar dimatikan,” terang Fahmi, Kamis (9/5/2024).

Korban mulanya tidak curiga ketika lampu kamar dimatikan. Namun kemudian, kursi yang diduduki korban ditarik pelaku ke kamar mandi. Pelaku lantas menyabetkan parang ke arah korban. Pada saat pelaku menyabetkan parang untuk pertama kali, yang terkena kepala korban cuma pegangan senjata tajam itu.

“Korban dilakban awalnya mata dan tangan di kursi lalu ditarik masuk kamar mandi dan dibacok. Pikirnya (korban) dapat surprise mau diguyur uang yang dijanjikan pelaku. Tapi malah dibacok,” ungkap Fahmi.

Perempuan dua anak yang masih TK itu kembali membacok Alvian, tapi ditangkis dengan tangan kiri hingga tangan korban sobek dan berdarah. Seketika korban berupaya menyelamatkan diri.

2. Korban Teriak Minta Tolong
Ketua RT setempat Joko Purnomo mengatakan, korban selamat setelah berhasil keluar minta tolong. Korban ditolong warga dalam kondisi kepala terluka. Sehingga langsung dibawa ke Puskesmas Banjarejo untuk mendapat perawatan medis.

“Korban berlari keluar hotel minta tolong ke warga dengan kepala berlumuran darah,” ucapnya.

Akibat pembacokan itu korban mengalami luka di dua bagian tubuhnya. Yakni pada bagian kepala dan tangan kirinya.

3. Pelaku Kabur Ngaku Korban KDRT
Saat korban berhasil kabur meminta tolong warga, pelaku juga kabur membawa kedua anaknya yang masih kecil. Bahkan, pelaku sempat meminta tolong warga dan mengaku menjadi korban KDRT.

Warga yang tidak mengetahui permasalahannya pun membantu pelaku mencarikan mobil carteran untuk pulang ke Demak bersama kedua anaknya. Warga lain melihat korban kabur menaiki becak bersama kedua anaknya.

“Perempuan yang diduga membacok diam-diam lari sambil menggendong anaknya. Informasinya menaiki becak,” kata Joko.

4. Ditangkap dalam Perjalanan ke Demak
Usai kejadian dan melakukan olah TKP, tim Satreskrim Polres Bojonegoro berkoordinasi dengan jajaran Polsek Grobogan untuk mengejar dan menangkap pelaku. Najmiah pun berhasil ditangkap di Grobogan, Jawa Tengah.

“Tidak lebih dari empat jam pelaku berhasil kami amankan di Grobogan, Jateng. Namun, masih kami periksa dengan beberapa saksi,” kata Fahmi.

5. Motif Impitan Ekonomi
AKP Fahmi menjelaskan, berdasarkan hasil penyidikan yang dilakukan polisi, motif Najmiah membacok Alvian karena terimpit ekonomi. Najmiah membacok korban karena sebelumnya dipinjami uang Rp 5 juta. Dia hendak memakai uang itu untuk menghidupi kedua anaknya.

“Untuk sementara kami simpulkan karena impitan ekonomi. Pelaku ini ibu anak dua yang beberapa tahun ditinggal suami meski belum cerai. Tak punya keluarga atau famili juga,” ungkapnya.

6. Pelaku Dipinjami Uang Rp 5 Juta
Jadi, sebelum pembacokan ini, korban meminjamkan uang kepada pelaku sebesar Rp 5 juta. Pelaku menjanjikan kepada korban akan mengembalikan uang tersebut saat tiba di Bojonegoro.

Hal ini juga yang membuat korban tidak curiga ketika diajak pelaku ke kamarnya. Pasalnya, korban beranggapan uangnya yang dipinjam pelaku akan dikembalikan.

“Jadi pelaku sebelumnya sempat dipinjami uang Rp 5 juta selama perjalanan di Bojonegoro. Uang itu pun hasil dari pinjam bos rental mobil. Korban dijanjikan pelaku akan dibayar setelah transaksi tanah selesai. Pelaku menjanjikan dibayar saat di Bojonegoro. Itu yang membuat korban percaya kalau akan dapat surprise,” imbuhnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments