Tuesday, May 21, 2024
HomeInternationalWorldNetanyahu Soal Amerika Serikat Setop Kirim Senjata: Tetap Perang Walau Pakai Jari

Netanyahu Soal Amerika Serikat Setop Kirim Senjata: Tetap Perang Walau Pakai Jari

Media Indo Pos,Jakarta – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut akan terus memerangi musuh tanpa senjata yang disuplai Amerika Serikat (AS), meski hanya menggunakan dengan kuku-kuku jari.

Pernyataan Netanyahu ini merupakan respons atas ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden kepada Israel. Biden mengancam akan menghentikan suplai senjata ke Israel bila tentara Zionis tersebut melakukan invasi besar ke Rafah, Jalur Gaza.

Merespon ancaman tersebut, Netanyahu menyinggung bagaimana Israel menang tanpa senjata pada perang di tahun 1948.

“Selama Perang Kemerdekaan 76 tahun yang lalu, kami hanya sedikit melawan banyak pihak. Kami tidak memiliki senjata, ada embargo senjata terhadap Israel, tetapi dengan kekuatan jiwa, keberanian dan persatuan di dalam diri kami – kami menang,” katanya, dikutip dari Times Of Israel.

Netanyahu menyebut hal serupa juga akan dilakukan negaranya saat ini. Ia menyebut Israel akan tetap berperang meski hanya menggunakan kuku jari.

“Hari ini kami jauh lebih kuat,” tutur Netanyahu.

“Kami bertekad dan kami bersatu untuk mengalahkan musuh kami dan mereka yang berusaha menghancurkan kami… Jika perlu, kami akan bertempur dengan kuku-kuku jari kami. Namun, kami memiliki lebih dari sekadar kuku,” imbuhnya.

Juru Bicara militer Israel (IDF) Laksamana Muda Daniel Hagari menyebut pasukannya memiliki persenjataan yang cukup untuk melaksanakan misi di Rafah. “IDF memiliki persenjataan untuk misi-misi yang direncanakan, termasuk misi di Rafah. Kami memiliki apa yang kami butuhkan,” katanya.

Rafah tengah menjadi fokus utama invasi Israel di Gaza dalam beberapa waktu terakhir, usai Netanyahu menghadapi tekanan yang semakin besar dari sayap ekstrem koalisinya untuk meluncurkan operasi darat skala penuh di kota tersebut untuk menumpas Hamas.

Operasi IDF di Rafah sendiri sejauh ini terbatas pada pinggiran timur kota dan perbatasan dengan Mesir. Namun, warga Palestina tampak mulai meninggalkan tenda-tenda pengungsian di Rafah dalam jumlah besar selama tiga hari terakhir, seiring dengan ancaman serangan besar dari Israel.

Di sisi lain, AS memberikan dukungan yang tidak terlalu besar terhadap operasi IDF di Rafah. Pada Rabu (8/5), AS telah mengonfirmasi penundaan pengiriman bom seberat 900 dan 225 kilogram, karena khawatir IDF dapat menggunakannya di Rafah yang padat penduduk.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments