Tuesday, May 21, 2024
HomeInternationalWorldAmerika Serikat Kritik Israel Tak Punya Rencana Kredibel Lindungi Warga Rafah

Amerika Serikat Kritik Israel Tak Punya Rencana Kredibel Lindungi Warga Rafah

Media Indo Pos,Washington DC – Menteri Luar Negeri (Menlu) Amerika Serikat (AS) Antony Blinken menyebut Israel, sekutu dekatnya, tidak memiliki “rencana yang kredibel” untuk melindungi sekitar 1,4 juta warga sipil Palestina yang ada di Rafah, Jalur Gaza bagian selatan.

Blinken juga memperingatkan bahwa serangan darat Israel terhadap Rafah berpotensi memicu pemberontakan jika gagal menewaskan semua militan Hamas yang ada di kota paling selatan di Jalur Gaza tersebut.

Seperti dilansir dari Reuters, Senin (13/5/2024), Blinken dalam pernyataannya pada Minggu (12/5) waktu setempat menegaskan bahwa Washington “tidak akan mendukung” operasi militer Tel Aviv di Rafah tanpa adanya “rencana yang kredibel untuk melindungi warga sipil”.

“Sejak hari pertama, Presiden (Joe) Biden telah bertekad untuk mendukung Israel dalam membela diri dan berusaha memastikan bahwa (serangan) 7 Oktober tidak akan terjadi lagi,” ucap Blinken saat berbicara dalam acara televisi CBS “Face the Nation”.

“Pada saat yang sama, beliau sangat jelas dalam melakukan hal ini, sangat penting bagi Israel untuk melindungi warga sipil dan memastikan bahwa bantuan kemanusiaan sampai kepada orang-orang yang membutuhkannya,” jelasnya.

Komentar Blinken itu disampaikan saat Israel bersiap memperluas operasi militernya di Rafah dalam beberapa hari terakhir meskipun ada kritikan internasional. Pada Sabtu (11/5) waktu setempat, Tel Aviv memberikan perintah evakuasi terbaru untuk warga sipil Palestina di Rafah.

Di sisi lain, Biden menuai kritikan dari kelompok sayap kiri karena terus mendukung Israel, dan menuai kecaman dari sayap kanan karena dianggap gagal memenuhi komitmen terhadap Tel Aviv dengan menangguhkan pasokan bom berat terkait rencana invasi darat ke Rafah.

Blinken dalam pernyataannya membela Biden dengan mengatakan bahwa “tidak ada presiden yang berbuat lebih banyak untuk membela Israel ketika benar-benar dibutuhkan, selain Joe Biden”. Namun Blinken juga menegaskan pemerintahan Biden telah “sangat jelas selama berbulan-bulan mengenai kekhawatiran kami soal operasi militer besar-besaran di Rafah”.

“Yang sudah kami jelaskan adalah jika Israel melancarkan operasi militer besar-besaran ke Rafah, maka ada sistem tertentu yang tidak akan kami dukung dan pasok untuk operasi tersebut,” tegas Blinken dalam pernyataannya.

“Israel perlu untuk memiliki rencana yang kredibel, yang jelas, untuk melindungi warga sipil, hal yang belum kami lihat,” ucapnya.

Blinken juga menjelaskan bahwa AS berupaya mengembangkan rencana terkait apa yang terjadi setelah perang Gaza berakhir. Dia menekankan Hamas akan kembali ke wilayah Jalur Gaza yang dibersihkan Israel, dan jika pada awalnya Tel Aviv sukses di Rafah, dia menekankan bahwa hal itu mungkin tidak berkelanjutan.

“Israel berada dalam jalur yang berpotensi mewarisi pemberontakan, dengan banyaknya petempur bersenjata Hamas yang tersisa atau jika Israel meninggalkan kekosongan yang dipenuhi kekacauan, dipenuhi oleh anarki, dan mungkin dipenuh kembali oleh Hamas,” cetusnya dalam wawancara dengan program NBC “Meet the Press”.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments