Tuesday, May 21, 2024
HomeBerita NasionalAlex Marwata Tegaskan Nurul Ghufron Bantu Mutasi Jauh dari Awal Lidik Kasus...

Alex Marwata Tegaskan Nurul Ghufron Bantu Mutasi Jauh dari Awal Lidik Kasus SYL

Media Indo Pos,Jakarta – Wakil Ketua KPK Alexander Marwata menghadiri panggilan Dewan Pengawas (Dewas) KPK di sidang etik Nurul Ghufron. Alex menjelaskan kronologi dugaan penyalahgunaan wewenang Ghufron di kasus bantu mutasi.

Alex mengatakan aksi Ghufron itu dilakukan pada tahun 2022 di mana awalnya ia diminta kontak pejabat di Kementerian Pertanian (Kementan). Ghufron saat itu katanya, memiliki teman di mana anaknya dipersulit dalam mengajukan mutasi di Kementan.

“Terkait tentang etiknya pak Ghufron kan yang dianggap menyalahgunakan kewenangan, mempengaruhi dalam proses mutasi. Saya jelaskan sebetulnya mempengaruhi juga nggak. Artinya begini, apa yang terjadi sekitar 2 tahun yang lalu itu sebetulnya ya alasan-alasan yang sifatnya manusiawi. Jadi ada anaknya temennya Pak Ghufron sudah satu tahun mengajukan mutasi tapi tidak diproses, terus alasannya apa Pak Ghufron ingin menanyakan ke irjen,” kata Alex di gedung ACLC KPK, Jakarta Selatan, Selasa (14/5/2024).

“Kebetulan yang bersangkutan tidak punya nomor irjen, dia nanya ke saya. ‘Pak Alex punya nggak nomor temen di Kementan?’, ‘Oh punya’, gitu kan. Kebetulan ada temen saya kuliah di STAN itu kerja di sana jadi Kepala Biro Keuangan. Saya tanya beliau namanya Puadi. ‘Bro, punya nggak nomor teleponnya Pak Irjen?’, ‘Ada apa bos?’, ‘Pak Ghufron mau telepon’,” tambahnya.

Diketahui saat itu Plt Irjen Kementan dijabat oleh Kasdi Subagyono yang merupakan tersangka bersama eks Mentan Syahrul Yasin Limpo (SYL). Dia menegaskan juga bahwa dirinya dan Ghufron tak mengenal Kasdi.

“Sekarang pak Irjen dijabat oleh sekjen, jadi Plt Irjen. Di-forward lah namanya Pak Kasdi. Saya tidak kenal, pak ghufron juga tidak kenal. Terus saya sampaikan ke Pak Ghufron dan Pak Ghufron kontak. Menanyakan. intinya menanyakan, ‘Bagaimana si mekanisme mutasi pegawai?’ Itu saja sebetulnya persoalannya. Dan saat itu sepengetahuan pimpinan, saya, Pak Ghufron, dan pimpinan yang lain saya kira, kita meyakini memang tidak ada perkara di Kementan, yang apalagi sampai melibatkan menteri atau kasdi nggak ada,” katanya.

“Setidaknya tidak ada laporan dari Dumas ke pimpinan itu kita sedang memproses perkara di Kementan, itu tidak ada laporannya,” tambahnya.

Kemudian, ia menegaskan bahwa komunikasi itu terjalin jauh sebelum KPK mulai menyelidiki dugaan korupsi di Kementan. Dia memandang hal ini adalah sebatas perilaku manusiawi.

“Oh jauh, jauh, jauh di luar perkara yang sekarang ini sedang disidangkan. Kan itu komunikasinya Maret 2022. Perkara dari Kementan sendiri kan 2023 kalau nggak salah.

“Saya menganalogikan begini, ada seorang temen, dia dipersulit dalam proses administrasi oleh suatu lembaga pemerintahan. Saya nggak sebutkan. Saya minta kronologinya seperti apa, ‘Kalau seperti ini bro nggak ada pengusaha yang nggak menyuap’. Karena apa? Meskipun syarat-syarat terpenuhi susah juga. Kemudian temen saya forward kronologisnya, kemudian saya forward ke inspektur di suatu kementerian yang kebetulan juga saya kenal. ‘Ini ada keluhan laporan terkait layanan publik, tolong ditindaklanjuti”. Inspektur loh ya. Saya forward juga nomor temen saya, ‘Silakan komunikasi’. Udah selesai jadi saya gak ikut-ikutan. Sekedar meneruskan laporan dari teman terkait dengan layanan publik yang menurut dia dipersulit,” pungkasnya.

10 Saksi Dipanggil
Dewan Pengawas (Dewas) KPK menggelar sidang dugaan pelanggaran etik Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron hari ini terkait dugaan penyalahgunaan wewenang. Sebanyak 10 saksi dipanggil di sidang ini, termasuk pimpinan KPK lainnya, yakni Alexander Marwata.

“Saksi itu ada kurang lebih 10. Salah satunya Pak Alexander Marwata, sisanya dari Kementan, ada juga dari KPK, itu saja,” kata anggota Dewas KPK Syamsuddin Haris di gedung ACLC KPK, Selasa (14/5).

Syamsuddin mengatakan Ghufron sudah mengonfirmasi kehadirannya. Dia menegaskan sidang etik tetap berlanjut meski Ghufron tidak hadir. “Sudah konfirmasi hadir Pak NG. Kalau tidak hadir, kita lanjut tetap sidang,” katanya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments