Wednesday, May 29, 2024
HomeHukum & KriminalPolri Cekal 2 WN Ukraina DPO 'Bos' Lab Narkoba Rahasia

Polri Cekal 2 WN Ukraina DPO ‘Bos’ Lab Narkoba Rahasia

Media Indo Pos,Jakarta – Bareskrim Polri menangkap dua kembar bersaudara WN Ukraina, Ivan Volovod atau IV dan Mikhayla Volovod atau MV, serta WN Rusia Bernama Konstantin Krutz terkait lab narkoba rahasia di Bali. Saat ini Polri tengah memburu dua WN Ukraina yang merupakan ‘bos’ pengendali jaringan.

“Dalam proses pengejaran dan sudah diajukan pencekalan ke Ditjen Imigrasi, ada dua WN Ukraina yang berperan sebagai pengendali,” kata Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada di Bali, Selasa (14/5/2024).

Dua WN Ukraina DPO Polri tersebut adalah RZ dan OK. Tiga orang WNA ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Dua tersangka merupakan saudara kembar WN Ukraina bernama Ivan Volovod (IV) dan Mikhayla Volovod (MV).

Sementara satu WN Rusia, yakni Konstantin Krutz atau KK, merupakan jaringan dari 2 tersangka WN Ukraina. Tersangka Ivan an Mikhayla berperan sebagai pengendali sekaligus peracik narkoba. Sementara tersangka Konstantin Krutz berperan sebagai pengedar.

Komjen Wahyu menjelaskan Polri terus berkomitmen memutus rantai peredaran narkoba dari hulu ke hilir. Selain melakukan penindakan i tempat-tempat yang menjadi peredaran narkoba, Bareskrim Polri juga gencar melakukan penindakan terhadap jaringan narkoba.

“Polri selain melaksanakan penegakan hukum untuk memotong suplai narkoba mulai pengungkapan di hilir di tempat-tempat di mana narkoba itu beredar, distribusi sampai masuknya barang-barang ini dan hari ini kita bisa mengungkap pabrik narkoba yang ada di Indonesia,” katanya.

Di sisi lain, Direktorat Binmas Baharkam Polri juga terus melakukan edukasi an penyuluhan kepada masyarakat untuk menjauhi penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

Wahyu mengatakan, sebagai tindak lanjut arahan Presiden Jokowi dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, pada 2 Mei 2024 Bareskrim Polri membongkar clandestine lab ganja hidroponik dan mephedrone.

“Menindaklanjuti arahan Bapak Presiden dan Kapolri tersebut, pada 2 Mei 2024 Bareskrim Polri telah mengungkap clandestine laboratorium hidroponic ganja dan mephedrone jaringan ‘Hydra Indonesia’ serta melakukan penangkapan DPO clandestine lab ekstasi yang kita ungkap pada April lalu di Sunter,” paparnya.

Pengungkapan di Bali ini merupakan kerja sama join operation Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri dengan Dirjen Bea Cukai, Bea-Cukai Bandara Soetta, Bea-Cukai Bali, Ditresnarkoba Polres Bali dan Polda Bali.

Pesan Biji Ganja dari Rumania
Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri membongkar clandestine lab ganja hidroponik dan mephedrone di vila Kawasan Canggu, Badung, Bali. Mereka diketahui memesan biji ganja secara khusus dari Rumania.

“(Biji ganja dipesan) dari Rumania, dibawa langsung dari Rumania,” kata Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Mukti Juharsa di Bali, Selasa (14/5).

Sementara untuk bahan-bahan pembuatan mephedrone, para tersangka memesannya dari China melalui marketplace. “Bahan dan peralatan yang dimiliki tersangka ini tidak ada di Indonesia, dipesan dari China melalui marketplace,” katanya.

Dijual Via Forum Darkweb
Kabareskrim Polri Komjen Wahyu Widada mengungkapkan modus operandi jaringan yang menamakan diri ‘Hydra Indonesia’ ini menggunakan teknologi digital. Mulai dari tahapan produksi, distribusi hingga transaksi dilakukan melalui dunia nyata maupun dunia digital.

“Pemasarannya menggunakan jaringan ‘Hydra Indonesia’ melalui darknetforum2road.cc melalui aplikasi Telegram Bot. Beberapa grup Telegram yaitu Bali Hydra Bot, Cannashop Robot, Bali Cristal Bot, Hydra Indonesia Manager dan Mentor Cannashop,” kata Wahyu di Badung, Bali, Senin (13/5).

Komjen Wahyu menyampaikan clandestine lab narkoba ini dibangun di tengah pemukiman penduduk. Tujuannya menyamarkan kegiatan terselubung para tersangka.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments