Tuesday, June 25, 2024
HomeInternationalWorldSosok Presiden Iran Ebrahim Raisi yang Meninggal Dalam Kecelakaan Helikopter

Sosok Presiden Iran Ebrahim Raisi yang Meninggal Dalam Kecelakaan Helikopter

Media Indo Pos,Jakarta – Selalu mengenakan sorban hitam dan jubah, Presiden Iran Ebrahim Raisi menjabat selama periode penuh gejolak konfrontasi di luar negeri dan protes massal di dalam negeri.

Pada hari Minggu (19/5), ada kekhawatiran akan keselamatan pemimpin berusia 63 tahun itu setelah media pemerintah Iran mengatakan helikopternya mengalami kecelakaan saat cuaca buruk di wilayah pegunungan terpencil di wilayah Iran barat. Pada Senin (20/5), media-media Iran melaporkan bahwa puing-puing helikopter telah ditemukan. Dilaporkan bahwa Raisi dan para pejabat lainnya yang menumpangi heli tersebut, meninggal dunia dalam kecelakaan itu.

Seperti apa sosok Raisi?

Dilansir dari AFP, Senin (20/5/2024), Presiden Iran – yang karirnya dimulai pada tahun-tahun setelah revolusi Islam tahun 1979 dan dekat dengan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei – berkuasa usai pemilu tahun 2021, yang diikuti oleh aksi-aksi protes dan ketegangan selama bertahun-tahun yang penuh gejolak.

Seperti Khamenei, Raisi sering kali berbicara menantang ketika Iran berada dalam ketegangan dengan Amerika Serikat dan Israel, yang dinyatakan sebagai musuh bebuyutannya.

Raisi mengambil alih kekuasaan setelah pemilu di mana lebih dari separuh pemilih tidak hadir dan beberapa tokoh politik kelas berat dilarang mencalonkan diri.

Dia menggantikan Hassan Rouhani, yang pencapaian utamanya adalah perjanjian nuklir tahun 2015 dengan negara-negara besar yang memberi Iran keringanan sanksi internasional.

Seperti kelompok ultrakonservatif lainnya, Raisi mengkritik keras kubu pendahulunya setelah presiden Amerika Serikat saat itu Donald Trump secara sepihak menarik AS dari pakta nuklir pada tahun 2018 dan menerapkan kembali sanksi-sanksi terhadap Iran.

Raisi pun mengambil kendali negara yang sedang mengalami krisis sosial dan ekonomi.

Setelah menggambarkan dirinya sebagai pembela masyarakat miskin dalam pemberantasan korupsi, Raisi mengumumkan langkah-langkah penghematan yang menyebabkan kenaikan tajam harga beberapa bahan pokok. Hal ini memicu kemarahan publik terhadap tingginya biaya hidup.

Kemudian, pada akhir tahun 2022, gelombang protes nasional meletus menyusul kematian Mahsa Amini dalam tahanan setelah penangkapannya karena diduga melanggar aturan berpakaian Islami yang ketat untuk perempuan.

Dalam peristiwa penting pada bulan Maret 2023, Iran dan Arab Saudi, yang merupakan musuh lama kawasan, mengumumkan kesepakatan mengejutkan yang memulihkan hubungan diplomatik.

Namun, perang Gaza yang pecah pada tanggal 7 Oktober antara Israel dan Hamas, menyebabkan ketegangan regional kembali meningkat. Peningkatan ketegangan bahkan mendorong Iran meluncurkan ratusan rudal dan roket langsung ke Israel pada bulan lalu.

Sebelum kecelakaan helikopter yang dinaikinya pada hari Minggu (19/5) kemarin, Raisi menekankan dukungan Iran terhadap Palestina, yang merupakan inti dari kebijakan luar negeri negara tersebut sejak Revolusi Islam. Raisi menegaskan bahwa “Palestina adalah isu pertama dunia Muslim.”

Kepala Kehakiman
Lahir pada tahun 1960 di kota Masyhad di timur laut, Raisi saat masih muda, belajar teologi dan yurisprudensi Islam di bawah bimbingan Khamenei. Ia menikah dengan Jamileh Alamolhoda, seorang dosen ilmu pendidikan di Universitas Shahid-Beheshti Teheran. Mereka memiliki dua anak perempuan.

Di usianya yang baru 20 tahun, setelah Revolusi Islam yang menggulingkan monarki yang didukung AS, Raisi diangkat menjadi jaksa agung Karaj, yang bertetangga dengan Teheran, ibu kota Iran.

Ia menjabat sebagai jaksa agung Teheran dari tahun 1989 hingga 1994, wakil kepala Otoritas Kehakiman selama satu dekade sejak tahun 2004, dan kemudian menjadi jaksa agung nasional pada tahun 2014.

Pada tahun 2016, Khamenei menugaskan Raisi untuk memimpin sebuah yayasan amal yang mengelola tempat suci Imam Reza di Masyhad dan mengendalikan portofolio aset industri dan properti yang besar.

Tiga tahun kemudian, pemimpin tertinggi Iran mengangkatnya sebagai kepala Otoritas Kehakiman, dan Raisi juga menjadi anggota majelis ahli yang memilih pemimpin tertinggi.

Raisi telah masuk dalam daftar hitam sanksi Washington karena keterlibatannya dalam “pelanggaran hak asasi manusia yang serius”. Tuduhan tersebut telah dibantahnya.(Red)

Oh hi there đź‘‹
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments