Monday, July 22, 2024
HomeSportApriyani Rahayu Sempat Cekcok dengan Siti Fadia, Hampir Main Tonjok

Apriyani Rahayu Sempat Cekcok dengan Siti Fadia, Hampir Main Tonjok

Media Indo Pos,Jakarta – Ganda putri Apriyani Rahayu/Siti Fadia Silva Ramadhanti sempat cekcok. Bahkan sampai hampir main tonjok. Itu terjadi di tengah tingginya tensi dan ekspektasi.

Saat ini Apriyani/Fadia sedang intens mempersiapkan diri menjelang Olimpiade. Di tengah latihan intens, keduanya sempat cekcok sampai-sampai harus dipisahkan oleh pemain ganda putra. Hal itu terjadi pada Jumat pekan lalu atau 17 Mei 2024 di Pelatnas PBSI.

Saat ini porsi latihan Apri/Fadia memang tengah digenjot alias lebih meningkat dari sebelumnya. Bukan apa-apa, Apri sebelum ini memang sempat belum pulih 100 persen dari cedera betis.

Di tengah-tengah latihan intens itu Apri/Fadia juga dibakar semangat dan punya ekspektasi tinggi untuk bisa semaksimal mungkin dalam dua turnamen menjelang Olimpiade 2024 yakni Singapore Open 2024 dan Indonesia Open 2024.

“Sekarang pelatih tak ada menurunkan latihan. Dari kemarin sampai sekarang gila jarang banget dari atas sampai bawah ya,” kata Apri saat ditemui di Pelatnas PBSI, Rabu (22/5/2024).

“Jarang itu dalam arti kita melakukan yang benar. Jadi sekiranya ini bisa bermanfaat bagi saya dan Fadia. Dan untuk kontrol hati, kemarin saya sempat ada drama saya dan Fadia, jadi hari Jumat, itu hampir berantem saya di sini.”

“Karena pikiran saya kan tensinya lagi gede. Jadi pada saat saya lupa dan tidak bisa mengontrol kan lepas. Lepasnya pada saat saya melihat Fadia tidak sesuai dengan ekspektasi saya, tidak sesuai dengan kemauan saya pada saat latihan. Pada saat butuhnya power dan endurance, kok malah mainnya tak dapat, tak seperti itu latihannya. Jadinya itu yang buat saya hilang kontrol,” Apri menceritakan.

“Kemarin sempat berantem saya, saya-Fadia hampir tonjok-tonjokan. Fadia hampir saya tonjok kemarin karena maksudnya itu alam bawah sadar saya. Saya bisa cerita dikit, itu pengontrolannya begitu. Tension-nya itu besar sekali, sudah kembali lagi dari cedera, enggak ada lagi cedera, jadi kayak berapi-api, dan lupa kontrol itu,” lanjutnya.

“Ya setelah itu dari hari itu juga (langsung) menyelesaikan masalah. Dia pada akhirnya tahu apa yang saya rasakan, saya juga begitu kepadanya. Kami satu sama lain untuk kontrol. Saling mengingatkan pada akhirnya,” tutur Apri.

Apri dan Fadia sudah Baikan sampai Nangis-nangisan
Apri menyadari situasi itu tak lepas dari keinginan untuk maksimal dalam latihan dan bentuk kepedulian mereka satu sama lain. Tensi yang meninggi memunculkan friksi. Tapi masalah sudah selesai. Mereka berbaikan sampai bertangisan.

“Yang pisahin banyak. Sampai anak-anak ganda putra pada ikutan, Fajar (Alfian) dan lain-lain. Tapi setelah itu selesai. Baikannya? Nangis-nangisan. Ya itu saling support karena sayang dan peduli makanya timbul ekspektasi luar biasa. Nah, itu salah satu kontrolnya kita,” ucap Apri.

Kejadian itu sendiri bikin Apri mengambil pelajaran penting. Ia bertekad untuk belajar menata pikiran, guna bisa lebih baik di tengah tingginya tensi menuju Olimpiade 2024.

“Saya mengontrolnya lebih ke berserah tapi tetap ada tujuan. Ya, kita tetap coba lakukan karena kami mau peak-nya di semua pertandingan. Tidak hanya Singapura, Indonesia Open, tapi Paris juga. Bagaimana caranya kita maintenance-nya dan enggak perlu banyak pikir. Apa yang perlu kami pikirkan, kalau tidak ya tidak usah, yang penting maksimal saja. Sisanya serahkan saja,” Apri menegaskan.(Red)

Sumber: detikcom

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments