Tuesday, June 25, 2024
HomeHukum & KriminalTerungkap Cucu Syahrul Yasin Limpo Magang di Kementan, Gaji Rp 4 Juta...

Terungkap Cucu Syahrul Yasin Limpo Magang di Kementan, Gaji Rp 4 Juta Naik Jadi Rp 10 Juta

Media Indo Pos,Jakarta – Pejabat Kementerian Pertanian (Kementan) mengungkap aliran uang untuk keluarga mantan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL) salah satunya cucu SYL, Andi Tenri Bilang Radisyah. Tenri menjadi tenaga ahli di Kementan dengan gaji Rp 10 juta.

Sebagai informasi, SYL didakwa melakukan pemerasan dan menerima gratifikasi dengan total Rp 44,5 miliar. Dia didakwa bersama dua eks anak buahnya, yakni Sekjen Kementan nonaktif Kasdi dan Direktur Kementan nonaktif M Hatta. Kasdi dan Hatta diadili dalam berkas perkara terpisah.

Jaksa KPK telah menghadirkan Rininta Octarini selaku Protokol Menteri Pertanian era SYL dalam sidang lanjutan kasus gratifikasi dan pemerasan pada Rabu 22 Mei 2024. Rini mengungkap aliran uang ke cucu SYL.

Honor Cucu SYL Semula Rp 4 Juta
Rini mengatakan Tenri menerima honor sejak 2022 dengan jabatan Tenaga Ahli Sekjen di Bidang Hukum Kementan. Dia mengatakan honor pertama Tenri senilai Rp 4 juta.

“Dari mana Saudara tahu itu?” tanya jaksa.

“Diinfokan dari Pak Agung Biro Hukum kalau ada transaksi honor untuk Bibi (Tenri),” jawab Rini.

“Sejak kapan itu dia terima honor itu?” tanya jaksa.

“Saya lupa sejak kapan terima honornya. Tapi, kalau saya tidak salah ingat, Bibi jadi Tenaga Ahli Sekjen di Bidang Hukum itu sejak tahun 2022,” jawab Rini.

“Berapa honornya pertama kali?” tanya jaksa.

“Pertama kali kalau tidak salah Rp 4 juta,” jawab Rini.

Honor Naik Jadi Rp 10 Juta
Rini menyebutkan honor untuk Tenri kemudian naik. Tenri mendapat honor Rp 10 juta di Kementan.

“Pernah dengar Tenri Bilang Radisyah nggak?” tanya jaksa.

“Iya, pernah,” jawab Rini.

“Siapa itu?” tanya jaksa.

“Cucu Pak Menteri,” jawab Rini.

“Setahu Saudara, pernah nggak dia nerima uang honorer?” tanya jaksa.

“Iya, pernah,” jawab Rini.

Jaksa lalu menanyakan penambahan honor Tenri dari Rp 4 juta menjadi Rp 10 juta. Rini mengaku hanya diminta menginfokan ke Tenri terkait uang tambahan Rp 6 juta tersebut.

“Kok bisa naik jadi Rp 10 juta?” tanya jaksa.

“Izin menjelaskan, Yang Mulia, ketika itu Pak Agung menghubungi saya ada transferan usulan dari Biro Hukum ke Bibi dan saya diminta untuk menginfokan ke Bibi kalau ada tambahan Rp 6 juta,” jawab Rini.

“Rp 10 juta?” tanya jaksa.

“Pernah,” jawab Rini.

Ternyata SYL yang Minta Gaji Cucu Naik
Fakta di persidangan terungkap siapa yang meminta Tenri untuk naik gaji. Tak lain dan tidak bukan ternyata atas permintaan SYL. Fakta itu terungkap saat Rini melanjutkan kesaksian di persidangan pada Senin 27 Mei 2024 kemarin. Mulanya, jaksa menanyakan berapa uang negara yang digunakan untuk membayar honor cucu SYL, Andi Tenri Bilang, saat menempati posisi sebagai Tenaga Ahli Sekjen Bidang Hukum di Kementan.

“Yang dibayarkan melalui negara itu apakah seluruhnya Rp 10 juta atau hanya Rp 4 (juta)-nya sehingga bisa menjadi Rp 10 (juta), bagaimana? bisa dijelaskan,” kata jaksa.

“Sepengetahuan saya yang dibayarkan langsung dari KPPN sekitar Rp 4 juta, Rp 6 jutanya dibayarkan langsung dari Biro Umum ditransfer ke Bibi,” jawab Rini.

“Baik, bukti transfer disampaikan melalui saksi ya yang tambahan dari Rp 6 juta menjadi Rp 10 juta itu?” tanya jaksa.

“Iya betul,” jawab Rini.

Rini mengatakan permintaan penambahan honor untuk Tenri yang naik Rp 6 juta itu disampaikan langsung oleh SYL. Dia menuturkan permintaan itu disampaikan melalui Panji Hartanto selaku ajudan SYL.

“Pimpinan yang dimaksud minta naik dari Rp 4 juta ke Rp 10 juta itu Biro Hukum atau saksi mendengar langsung siapa itu pimpinan maksudnya yang, apakah membawa nama Pak Menteri yang minta waktu itu?” tanya jaksa.

“Seingat saya waktu itu Mas Panji menyampaikan ada permintaan Pak Menteri bahwa ada kekurangan honor dari Bibi,” jawab Rini.

“Itulah yang dari Rp 4 (juta) akhirnya menjadi Rp 10 (juta) tiap bulan itu?” tanya jaksa.

“Iya betul,” jawab Rini.

Jaksa kemudian memastikan lagi apakah benar perintah menaikkan gaji Andi Tenri itu langsung dari SYL. Rini pun membenarkan itu.

“Panji ceritanya Pak Menteri yang meminta naik honor itu?” tanya jaksa.

“Iya, betul,” jawab Rini.

Cucu Ngaku Diminta SYL Magang
Pada persidangan kemarin, jaksa KPK menghadirkan Tenri di muka persidangan untuk menjadi saksi. Tenri mengaku disuruh SYL untuk magang saat hakim menanyakan terkait jabatan Tenaga Ahli Sekjen di Bidang Hukum Kementan.

“Apakah Saudara pernah nggak bermohon untuk menjadi tenaga ahli atau staf khusus di Biro Hukum Kementan?” tanya ketua majelis hakim Rianto Adam Pontoh dalam persidangan di Pengadilan Negeri (PN) Tipikor Jakarta.

“Saya tidak pernah bermohon, Yang Mulia, tapi saya pernah diminta kakek saya untuk magang,” jawab Tenri.

“Itu diminta?” tanya hakim.

“Diminta, Yang Mulia,” jawab Tenri.

Tenri mengaku tak pernah bermohon untuk menjadi Tenaga Ahli Sekjen di Bidang Hukum Kementan. Dia mengatakan dirinya menyerahkan KTP saat diminta SYL magang di Kementan.

“Saudara menyerahkan apa setelah diminta? Apa yang Saudara serahkan? Data apa yang Saudara serahkan?” tanya hakim.

“Saya diminta KTP aja, Yang Mulia,” jawab Tenri.

“CV diserahkan?” tanya hakim.

“Saya nggak ingat, Yang Mulia,” jawab Tenri.

Tenri mengatakan KTP itu diserahkan ke mantan ajudan SYL, Panji Hartanto. Hakim lalu mengkonfirmasi hal itu ke Panji yang juga dihadirkan dalam persidangan.

“Apakah benar Saudara pernah meminta KTP Bibi untuk diserahkan?” tanya hakim.

“Kalau KTP tidak pernah, Yang Mulia,” jawab Panji.

“Apakah Saudara mengetahui mengenai penempatan staf khusus di Biro Hukum, Bibi?” tanya hakim.

“Tahu,” jawab Panji.

“Awal mula sampai dia diangkat jadi staf khusus atau staf ahli di Biro Hukum itu tahu nggak Saudara?” tanya hakim.

“Saya tahunya dari Mbak Rini ada SK Bibi jadi staf tenaga ahli di Biro Hukum Sekjen,” jawab Panji.

Hakim lalu kembali bertanya ke Tenri terkait gaji yang diterima. Tenri mengatakan gaji itu tak diterimanya rutin lantaran ada pembayaran bulan yang terlewat.

“Apakah Saudara masuk kantor sebagaimana biasanya? Pernah nggak Saudara tidak masuk?” tanya hakim.

“Pernah, Yang Mulia,” jawab Tenri.

“Masuk setiap hari atau?” tanya hakim.

“Tidak setiap hari, Yang Mulia,” jawab Tenri.

“Tapi menerima gaji per bulan? Rutin ya sejak terima SK?” tanya hakim.

“Ada yang skip juga, Yang Mulia, ada yang terlewat juga sepertinya,” jawab Tenri.

Tenri mengatakan gaji itu diterima langsung ke rekeningnya. Namun dia mengaku tak memperhatikan apakah nilai akhir gaji itu mencapai Rp 10 juta.

“Ada juga yang pernah tidak menerima kan, tapi kan sebagian besar Saudara menerima dari Rp 4 juta kemudian terakhir berapa? Apakah benar sampai Rp 10 juta?” tanya hakim.

“Saya nggak perhatikan, Yang Mulia,” jawab Tenri.

“Bener masuk ke rekening Saudara?” tanya hakim.

“Kalau biasanya ke rekening saya, Yang Mulia,” jawab Tenri.(Red)

Oh hi there 👋
It’s nice to meet you.

Sign up to receive awesome content in your inbox, every month.

We don’t spam! Read our privacy policy for more info.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments